Senin, 09 November 2009

BAB III - PEPERANGAN-PEPERANGAN DALAM ALKITAB

Kalau kita membaca Alkitab Perjanjian Lama kita akan jumpai tempat-tempat dimana peperangan pernah terjadi. Seseorang mungkin bertanya: mengapa ada peperangan-peperangan kalau memang Yahweh, tidak seperti Allah, adalah Tuhan yang cinta damai.

Yahweh memang Tuhan yang penuh kasih dan cinta damai, tetapi Dia juga Tuhan yang sangat benci dosa karena Dia adalah Tuhan yang Maha Suci. Kesucian Tuhan menuntutNya untuk memberi hukuman pada para pelaku dosa; namun Dia masih tetap menahan sabar melihat kekejian/kekejaman manusia tersebut.

Yahweh memberi kekuatan pada umat Israel untuk mengalahkan musuh-musuh mereka yang datang menyerang mereka (Alquranpun membenarkan hal tersebut, Surat 2:40, 47, 122), walaupun demikian hal tersebut tidak selalu berarti bahwa Tuhan mempunyai interes khusus terhadap umat Israel, Tuhan melakukan hal tersebut semata-mata karena Dia membenci dosa dan kekejaman yang dilakukan bangsa-bangsa lain (maksudnya bangsa-bangsa yang memusuhi Israel). Umat Israel menikmati anugerah Tuhan dalam Alkitab Perjanjian Lama semata-mata karena nenek moyang mereka, Abraham, Ishak, dan Yakub adalah sahabat-sahabat Tuhan. Sementara bangsa-bangsa di berbagai bagian dunia yang lain menyembah pada berhala, membuat patung tuangan dan menyebutnya sebagai Tuhan yang menciptakan langit dan bumi, nenek moyang Israel tahu dan menyembah Tuhan yang benar dengan sepenuh hati mereka.

BAB II - ALLAH DAN KEKERASAN

Satu hal yang perlu kami perhatikan sungguh-sungguh yaitu bahwa Islam adalah spiritual, dan pembahasan akademisi semata tidak akan memberi manfaat apapun. Misalnya, sangat mudah bagi orang-orang yang hanya mendengar atau membaca mengenai kekerasan dan mistik dalam Islam untuk menjelaskan agama Islam hanya pada tataran ilmu penafsiran saja. Kekerasan dalam Islam adalah nyata dan bersifat spiritual. Tidak meragukan lagi, perkara tersebut merupakan masalah yang sangat ofensif, namun kekerasan tersebut memang faktual adanya. Dan tidak peduli bagaimanapun menyakitinya hal tersebut, kami tahu bahwa masih banyak orang-orang Muslim yang jujur yang siap menghadapi dan meneliti ulang fakta-fakta dan menerapkan akal sehat dan bukan hanya sekedar terbakar oleh emosi saja.

Haruskah Umat Muslim dan Umat Kristen Bermusuhan?
Masalah-masalah religius barangkali merupakan isu-isu yang paling kompleks di dunia. Dalam suatu pidato mengenai perlunya keberadaan bersama di dunia secara damai antara umat Muslim dan umat Kristen, dan terutama di Nigeria, Jenderal Ibrahim Babangida, seorang mantan Presiden Nigeria mengatakan: “Barangkali ini merupakan pertanyaan teologis yaitu apakah Tuhan menyatakan DiriNya sendiri atau Dia menyatakan/menurunkan agama melalui utusanNya, nabiNya atau AnakNya.

SIAPAKAH ALLAH INI? BAB I - PENDAHULUAN

“Berbahagialah bangsa yang Tuhannya adalah YAHWEH”

(Mazmur 33:12)
(Dan berbahagialah agama yang Tuhannya adalah YAHWEH)

Ada sebuah cerita mengenai seorang yang selama reli kampanye pemilihan umum, menempelkan stiker yang bertuliskan: “Aku sudah mengambil keputusan dalam hatiku – jangan membuatku bingung dengan fakta-fakta” pada bemper mobilnya. Banyak di antara kita yang salah mengadopsi/menerapkan sikap tersebut untuk urusan yang berkaitan dengan kepercayaan (agama) yang kita anut. Kita sudah puas dengan keadaan kita saat ini sehingga kita tidak mau pusing-pusing lagi memikirkan fakta-fakta yang kita anggap malah membingungkan dan mengganggu kita. Sikap semacam ini sangat berbahaya; terutama manakala “fakta-fakta” tersebut berhubungan dengan keselamatan jiwa seseorang.

Selama ini orang menduga bahwa Sesembahan umat Kristen dan umat Muslim adalah Tuhan yang sama, dan yang berbeda hanya ungkapan kebahasaannya serta mode/ragam penyembahannya saja. Namun, setelah empat belas abad berlalu dan mengingat pengalaman-pengalaman kami pada masa kini, kami perlu melakukan suatu studi yang sistematis mengenai keilahian Allah dan meneliti mengenai identitas sesungguhnya dari Tuhan umat Muslim tersebut. Hal tersebut merupakan alasan keberadaan buku ini.

Keseriusan dari isu ini menuntut keterusterangan yang ikhlas, tetapi kami ingin menekankan bahwa buku ini ditulis bukan dengan tujuan untuk mengungkapkan rasa kebencian atau rasa tidak senang kami kepada umat Muslim, namun justru rasa kasih Kristianilah yang mendorong kami menyatakan kebenaran kepada para pembaca pada umumnya, dan khususnya kepada teman-teman Muslim kami yang sangat kami kasihi, sehingga kami dapat menghadapi hari penghakiman dengan berani karena kami telah mempertaruhkan hidup kami untuk mendiskusikan perkara yang penting ini.

“Dalam hal inilah kasih Tuhan sempurna di dalam kita, yaitu kalau kita mempunyai keberanian percaya pada hari penghakiman, … Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan mengandung hukuman dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih” (1 Yohanes 4:17-18).

Kata-Kata Penutup

Dari sini hendak kemana?

Oleh: Gregory M. Davis


Mereka yang telah melihat Islam dari dalam tahu lebih baik warna sebenarnya dari Islam dibandingkan mereka yang hanya melihatnya dari luar. Ini semua adalah kesaksian-kesaksian mereka – lebih lengkap dibandingkan pendapat para politikus atau para pengamat Barat. Kita harus memperhatikan apa yang mereka katakan jika kita ingin selamat dari ancaman Islam yang ditujukan kepada seluruh dunia. Berita-berita yang menggunung yang melaporkan tindak kekerasan, kekacauan, dan terorisme dari seluruh penjuru dunia sudah membuat banyak orang terhenyak, tetapi sayangnya hanya sedikit orang yang memiliki kesabaran atau pikiran yang jernih bagaimana bisa memfokuskan diri untuk menyelesaikan masalah ini. Tidak lagi diragukan bahwa semua kekerasan-kekerasan yang kita saksikan di dunia saat ini, dari Nigeria hingga Thailand, dari Bosnia hingga Bali, dari Chechnya hingga Filipina, dari Sudan hingga Indonesia, dari Israel hingga Kashmir, di Paris, London, Madrid, Moskow, Washington dan New York, kesemuanya itu berakar dalam iman kepada Muhammad.

Melintasi bola dunia, sementara Islam berjaya (Saat Muslim menginvasi Tanah Suci Yerusalem dan Spanyol pada abad ke-7 dan ke-8 AD, hingga Turki yang nyaris menaklukkan Viena di penghujung abad ke-17), jihad Islam masih terus kita saksikan keberadaannya. Ketika tidak ada “komando pusat” yang mengatur jihad secara global, ada sebuah buku yang selalu mereka pakai: Quran dan hidup serta teladan Muhammad yang ada dalam Sunnah Rasul. Jika Barat dan dunia non-Muslim lainnya terus-menerus salah dalam memahami fakta mendasar ini, maka sedikit harapan bagi kita untuk bisa mengambil tindakan pertahanan diri yang sesuai.

Pasal 23 - Saksi-Saksi Hidup vs Kebenaran Politik

“Bagaimana jika – walaupun kita sangat mengharapkan dan menginginkan – namun Islam tetaplah bukan sebuah agama yang pada dasarnya baik, damai dan toleran? Bagaimana jika Islam pada dasarnya sangat mirip dengan Naziisme atau sistem-sistem keyakinan yang menyimpang atau yang jahat, dan yang pada hakekatnya ingin menguasai dunia?”

Sebagai kesimpulan terhadap kumpulan kesaksian-kesaksian dari buku ini, maka sebuah elemen yang sangat meyakinkan dapat ditarik. Walaupun para apologis Muslim membuat klaim-klaim yang tak habis-habisnya, dimana mereka mengatakan bahwa Islam sangat menghargai kebebasan personal dan toleransi terhadap non-Muslim, tetapi hal itu adalah sebuah perkecualian dan bukan norma. Sebagaimana yang kita ketahui saat ini, goal dari Islam radikal adalah untuk membawa dominasi global Islam secara komplet.

Jika para Islamist tidak dihentikan, maka apa yang telah anda dengar di sini – cerita-cerita mengenai penindasan-penindasan, intoleransi, dan diskrimasi ekstrem yang sudah ditinggalkan oleh masyarakat Barat berabad-abad yang lalu – akan tetap diceritakan, bukan dari bagian dunia yang ada di seberang sana, tetapi dari para tetangga kita sendiri. Jika para Islamist tidak dihentikan, maka cerita dari mereka yang anda baca di sini akan menjadi kehidupan harian dari generasi-generasi masa depan di Barat, maupun di negara-negara non-Muslim. Jika anda berpikir bahwa hal ini adalah sebuah ide atau pikiran yang gila maka pertimbangkanlah hal berikut ini: Apakah kita memilih atau menolak untuk mengabaikan fakta-fakta, dunia Islam dan Barat sedang terlibat dalam sebuah perang suci.

Pasal 22 - Islam "Sejati"

“Islam hari ini adalah agama pembenci terbesar di dunia. Kata “Islam” dan “fundamentalisme” diasosiasikan dengan terorisme, genosida, pembunuhan, pengeboman, kebencian-semua hal yang berlawanan dengan kemanusiaan. Islam menyebabkan bertambahnya kesakitan, kecemasan, panik dan perasaan tidak aman diantara para Islamis.”

Abul Kasem adalah seorang yang nyata. Ia tinggal dan menghirup udara Australia. Ia menulis kesaksiannya dari sebuah kota besar Sidney dimana ia telah bersumpah untuk tidak terkurung dengan ketakutan supaya dapat menyampaikan kebenaran mengenai efek dari Islam terhadap para tetangganya yang ada di Bangladesh, sebuah negara yang pernah ia sebut rumah dan yang masih ia cintai hingga hari ini.

Surat Abul menggambarkan kesaksian dari genosida terhadap orang-orang Bengali di tangan seorang tentara Islam. Sebagai hasilnya, ia telah mendedikasikan hidupnya untuk menghalangi penyebaran Islam. Pertanyaan yang muncul: Jika ini yang dilakukan oleh seorang tentara Islam kepada orang Bengali, apa yang akan mereka lakukan kepada orang-orang Amerika? Pastilah lebih mengerikan!!!

Kesaksian Abul

Pasal 21 - Melarikan Diri Dari Turki

“Setelah saya berubah [menjadi Islam] … Saya belajar bahwa saya dapat dipukuli oleh suami saya, apabila dia tidak puas dengan saya. Tetapi dalam pemikiran saya yang kacau saya mencoba untuk mencari pembenaran atas firman tersebut. Lebih dari itu, saya yakin bahwa suami saya tidak mampu memukuli seorang wanita”

Selagi para agen intelijen menjadi lebih pandai dalam melacak teroris, sangat penting untuk menegaskan dalam pemikiran kita bahwa organisasi-organisasi teror akan memiliki lebih banyak akal untuk memperoleh para mualaf baru. Sungguh, dalam tahun-tahun mendatang, para mualaf pada keturunan fundamentalis Islam tidak dapat menyesuaikan profil tradisional dari sebuah teroris Islam dan akan mampu untuk masuk tanpa terdeteksi oleh para agen pemerintah. Lagi pula, dengan peningkatan tingkat kelahiran Islam akan menjadi lebih banyak perubahan menjadi Islam. Secara ringan atas hal ini sangat penting untuk mengetahui perubahan berarti apa bagi Jutta dalam negeri asalnya, Jerman.

Kesaksian Jutta
Saya dilahirkan dalam keluarga Katholik yang sangat saleh di Berlin. Tidak ada tanda bahwa saya akan menjadi seorang Muslim pada suatu hari; kenyataannya, kebalikannya, setiap orang mengira saya menjadi seorang Katholik yang setia sepanjang hidup saya dan mewariskan iman saya kepada anak-anak saya.

Pasal 20 - Kesaksian Saya Meninggalkan Islam

“[setelah meninggalkan Islam], saya mulai kuliah.. saya memilih apa yang ingin saya kenakan, saya memilih bagaimana saya hidup. Saya membawa anak-anak saya menjauh dari pengaruh yang merusak dari Islam. Saya berharap banyak orang Muslim dapat meninggalkan Islam tahun ini dan tahun-tahun berikutnya sampai tidak seorangpun tersisah.”

Sementara serangan teror telah menggoncangkan dunia, beberapa orang yang murtad telah mengalami bentuk terorisme dan penyiksaan terhadap mereka dalam rumah mereka sendiri. Dalam cerita Shara kita belajar bagaimana penyiksaan dan tirani terjadi di tengah-tengah keluarga Islam ditolerir dan bagaimana hal seperti itu bahkan bisa terjadi dalam sebuah keluarga di Inggris. Sungguh, pada beberapa tahun terakhir ini kita menyaksikan istilah dan efek dari “pembunuhan demi menjaga kehormatan” di banyak kota di Barat. Kesaksian Shara memberikan bukti lebih banyak lagi bahwa wanita secara berkala menderita di bawah Islam – bahkan ketika mereka hidup di negara Barat.

Kesaksian Shara

Ayah saya, seorang Maroko, datang ke Inggris di awal tahun 70 an. Dia mengajukan visa mahasiswa pada waktu itu, dan urusan imigrasi tidaklah sesulit seperti saat ini.

Pasal 19 - Dilahirkan Ke Dalam Islam, Dibesarkan di Amerika Serikat

“Presiden Bush dan yang lain melakukan kesalahan fatal ketika mereka berkata bahwa Islam adalah iman yang agung dan penuh kedamaian, namun ada sekelompok ekstremis membajaknya. Pada kenyataannya, Islam adalah iman yang keji dan penuh dengan kekerasan yang menyebabkan munculnya para ekstremis”

Banyak orang berpendapat bahwa kekerasan keji yang ada dalam Islam diilhami melalui interpretasi harafiah terhadap Qur’an. Meskipun, sejumlah mantan Muslim berpendapat bahwa kekerasan keji tersebut merupakan fakta dari pengungkapan Islam yang benar, adalah hal yang menarik untuk dicatat di sini bahwa kesaksian itu tidak muncul dari Timur Tengah atau dari negara Islam, tetapi dari negara Amerika Serikat, suatu tempat dimana mereka bebas mempertanyakan ungkapan bahwa Islam adalah sebuah agama damai.

Tulisan ini mendorong kita semua untuk menyadari bahwa Islam adalah bagian dari masalah, dan bukan penyelesaian atas masalah. Kita perlu menemukan langkah apa yang dapat dilakukan supaya kita berhasil mengalahkannya. Dan apabila kita tidak melawannya, kita yang ada di Barat atau pun di negara-negara non-Muslim lainnya akan menemukan diri kita berada di bawah kekuatan yang menindas.

Kesaksian dari seorang yang murtad yang menemukan kebebasan di Amerika Serikat

Pasal 18 - Saya Melewatkan Shalat dan Tidak Berubah Menjadi Batu

“Ketika berumur sekitar sepuluh tahun, ayah saya mulai mengajak saya mengikuti upacara perayaan tahunan abad ke tujuh belas dibawah kepemimpinan Imam Ali bin Hessein. Pada awalnya, saya diijinkan memukuli dada saya secara perlahan selama acara itu berlangsung. Tetapi ketika saya berumur dua belas tahun, saya diperbolehkan mencambuki badan saya dengan rantai”

Mungkin judul artikel pasal ini terdengar gila, seperti halnya tingkat pengajaran dalam Islam yang dipercayai oleh Esfahani. Dari waktu ke waktu kita mendengar tentang pengajaran Islam yang menebarkan benih kebencian dan ketakutan terhadap pemikiran yang berbeda, termasuk terhadap kebebasan. Sekarang, Esfahani telah murtad namun ia masih menghadapi masalah bagaimana ia harus membesarkan anak-anaknya tanpa sebuah keyakinan. Sungguh, bagi seseorang yang meninggalkan Islam, tidak jadi masalah jika ia tidak lagi menghadiri shalat Jumat, tetapi yang sulit adalah bagaimana mengubah secara keseluruhan cara hidup mereka. Sebagai akibatnya, mereka yang meninggalkan Islam seringkali dikucilkan, ditolak, dan diganggu. Kepada siapa mereka dapat berpaling untuk mendapatkan dukungan; bukan hanya bagi diri mereka sendiri tetapi juga bagi keluarga mereka? Bukankah ini kenyataan yang menyedihkan yang membuat semua kisah-kisah ini semakin memprihatinkan.

Kesaksian Esfahani sangat sederhana: lebih baik membesarkan keluarga di luar Islam daripada dalam Islam. Dia telah berhasil meninggalkan Islam, dan dia mendorong negara-negara Barat untuk memperhatikan bahaya yang muncul dari agama ini.

Kesaksian Esfahani

Pasal 17 - Kita Harus Bersatu

“Saya tidak setuju bahwa saya pasti aman dalam menjalankan kepercayaan (atau “ketidakpercayaan”) saya dalam alam demokrasi Barat. Sayangnya, hal tersebut lebih terlihat seperti suatu dhimmikrasi bagi saya setiap harinya.”

Sementara banyak orang percaya bahwa kekerasan dalam Islam tidak mewakili keseluruhan agama itu, Muslim lain menantang pihak Barat untuk membaca buku suci Islam dan melihat sendiri mengapa dan bagaimana para fundamentalis menginterpretasikan Quran dengan benar. Lebih jauh lagi, banyak orang yang telah meninggalkan Islam percaya bahwa satu-satunya jalan ke depan bagi dunia adalah untuk bersatu dan mulai menghargai dengan sungguh kebebasan yang kita nikmati, dan melakukan apa saja yang bisa dilakukan untuk menangani masalah itu.

Surat ini mengingatkan kita bahwa kebebasan yang kita nikmati sangat berharga untuk dijalani dan diperjuangkan. Basharee Mortadd kuatir bahwa pihak Barat tidak mengenal Islam sama seperti dia. Ceritanya menunjukkan apa yang salah dengan Islam dan mengapa Islam tidak tepat bagi Barat maupun dunia non-Muslim lainnya.

Kesaksian Basharee Mortadd

Saya dilahirkan dari orang tua Muslim, sama seperti orang tua saleh yang lain, sama-sama bersalah karena mengajarkan kepada anak-anak mereka suatu agama yang tidak mereka pilih sendiri.

Pasal 16 - Sebuah Surat Untuk Intelijen Barat

“Motif dari para Islamis adalah Islam – bukan terorisme, bukan Irak, bukan Afghanistan. Terorisme hanyalah sebuah alat yang dipakai, tetapi motivatornya adalah Al Quran, dan goal akhirnya adalah Islam. Tidak akan ada pesan yang lebih jelas daripada ini. Peradaban dunia tengah berada dalam peperangan – sebuah perang dengan Islam.

Setiap hari dalam keputusasaan orang-orang terpelajar dan para politisi menawarkan rangkuman yang tak habis-habisnya mengenai apa yang sedang terjadi dalam dunia Islam. Mengikuti berita pembunuhan Benazir Bhutto di Pakistan, debat mengenai al-Qaeda terjadi sekali lagi. Tetapi tampaknya hanya sedikit yang memiliki solusi bagaimana menghentikan Islam radikal. Sebenarnya, kebanyakan agen-agen keamanan internasional berpendapat bahwa masalahnya bukan apakah serangan teror besar lainnya akan terjadi atau tidak, melainkan kapan itu akan terjadi. Abul Kasem percaya bahwa ia memiliki sebuah solusi.

Kita hanya bisa mengerti tentang Islam jika kita mengerti teks-teks Islamik. Dengan membaca teks-teks ini, kita yang ada di Barat tidak akan terkejut dengan kekerasan yang kita saksikan dalam dunia. Islam tidak menyangkali hakekatnya yang sesungguhnya, jika demikian mengapa kita harus menyangkalinya? Abul meninggalkan Islam untuk alasan ini dan mendesak orang-orang lain pun untuk menjauhi Islam.

Kesaksian Abul

Pasal 15 - Dianiaya Karena Meninggalkan Islam

“Ayahku menyerahkanku ke pihak berwajib, lalu mereka menangkapku dan memasukkanku ke penjara karena aku meninggalkan Islam. Aku mengalami waktu-waktu yang sangat buruk di sana, karena mereka menganiayaku dengan bengis supaya aku kembali lagi ke Islam.”

Bagi para pengikut fundamentalis Islam, menerima perintah untuk membunuh dalam nama Allah adalah sebuah tantangan yang besar. Bassam memilih untuk menolak tantangan itu bahkan bangkit menentangnya. Hal yang menyedihkan, ia tidak hanya dianggap telah menentang metode yang diterapkan oleh pemerintah, tetapi juga telah dianggap menentang ayah kandungnya sendiri, yang kemudian menyerahkannya ke pihak berwajib. Kejahatannya adalah: Ia tidak lagi memiliki keinginan untuk mengikuti Islam.

Bassam menunjukkan kepada kita arti sebenarnya dari keberanian. Ia mendesak setiap kita untuk melakukan seperti yang ia lakukan ketika ia berdiri menentang para ekstremis Muslim – termasuk keluarga kandungnya sendiri. Ia juga memperingatkan kita: Perhatikan apa yang dilakukan oleh Islam kepadaku ... Ia bisa melakukan hal yang sama kepadamu.

Kesaksian Bassam

Pasal 14 - Tidak Diakui

“Allah menunjukkan kepadaku bagaimana aku bisa menjadi sama seperti mereka (memiliki damai) dalam Islam...Tetapi jawabannya tidak pernah datang. Aku selesai membaca keseluruhan Qur’an tetapi tidak sanggup mengidentifikasikan Tuhan yang sama. Mungkinkah ia adalah Tuhan yang berbeda? Jika Islam itu benar, maka kekristenan tidak mungkin benar.”

Bagi banyak orang yang telah meninggalkan Islam, proses yang dilibatkan tidak hanya berhenti dari agama itu; tetapi bagi beberapa orang hal itu bisa berarti tidak lagi diakui oleh keluarga dan dibuang oleh teman-teman. Selagi Iran menemukan dirinya diisolasi oleh komunitas internasional, banyak orang Iran yang secara individual diisolasi dari keluarga mereka, yaitu setelah mereka melihat cara rejim Iran memerintah dan bagaimana hal itu mempengaruhi hidup mereka.

Ketika suaminya menjadi seorang Kristen, Sarah menemukan dirinya bergulat dengan agama Islam yang sejak lahir ia anut. Pada akhirnya, ia memutuskan bahwa kejahatan dari ajaran Islam tidak cocok dengan anugerah dan kasih yang dahsyat yang diajarkan oleh Alkitab. Ia mengenal Islam. Dan ia tahu bahaya yang hadir melalui agama ini. Pesannya kepada semua yang membaca kisah ini adalah: Kristus adalah damai, Islam tidak. Ia khawatir bahwa Barat tidak memahami hal ini. Dan ia khawatir akan masa depan.

Kesaksian Sarah

Saya dilahirkan di Iran pada tahun 1950. Saya dibesarkan di sebuah keluarga Shiah yang terdidik dan kaya raya. Ayah saya adalah seorang Muslim yang taat dan rindu untuk menyukakan hati Allah. Ia sangat sensitif secara spiritual dan biasanya hampir selalu berbicara mengenai iman, kasih dan ketaatan.

Pasal 13 - Kamu Sepenuhnya Benar

“Mereka memberitahukan padaku bahwa arti sebenarnya dari Islam adalah “damai”. Namun mereka berbohong. Sekarang saya tahu bahwa arti sebenarnya adalah “penundukan”, yang berlawanan dengan damai. Saya berlaku tidak adil kepada dunia ketika saya berusaha memuliakan Islam.”

Sebagaimana telah kita saksikan, meninggalkan Islam bukanlah sebuah pilihan yang mudah atau sebuah opsi yang mudah untuk dijalankan. Untuk menjadi seorang murtadin artinya bukan saja memperlihatkan punggungmu terhadap imanmu sebelumnya, atau terhadap teman-temanmu, tetapi dalam banyak kasus bahkan engkau harus membelakangi keluargamu. Hal itu pun membuatmu harus mempertanyakan dan menyangkali sepenuhnya segala hal yang sebelumnya engkau percayai. Ketika kesadaran ini dialami oleh Dee Anna dia merasa terdorong untuk menulis surat kepada Ali Sina di situs Faith Freedom, sebab ia mulai berpikir bahwa ia dan banyak murtadin lainnya sepenuhnya benar.

Hal yang paling penting yang coba diangkat dalam buku ini diungkapkan dengan jelas dalam surat pendek yang ditulis oleh Dee Anna: Islam artinya penundukan, bukan damai. Kisah Dee Anna membuktikan bahwa apa yang terjadi pada dirinya, bisa juga terjadi pada orang lain.

Kesaksian Dee Anna

Saya sangat berharap bahwa Islam itu adalah sesuatu yang baik, hingga saya jatuh ke dalam perangkapnya dan mencoba untuk membuatnya sebagai sesuatu yang baik.

Pasal 12 - Aku Tersadar

Sama halnya dengan banyak orang lain, Andrea berpindah agama menjadi pemeluk Islam, dan sementara tidak setiap orang yang berpindah agama memiliki pengalaman yang sama, tetapi Andrea sungguh-sungguh percaya bahwa banyak yang memiliki pengalaman yang sama. Ia membagikan kisahnya untuk memperingatkan setiap orang agar mereka sungguh-sungguh merenungkan kengerian-kengerian yang ia alami; dan di sini Andrea merasa bahwa merupakan kewajibannya untuk memperingatkan mereka. Karena tampaknya untuk jatuh cinta dengan seorang Muslim yang tegas berarti bahwa seseorang juga harus dengan sepenuhnya memeluk setiap aspek dari Islam!

Mereka berkata jika cinta itu buta. Dalam hal ini, cinta Andrea kepada suaminya telah membutakan matanya terhadap realitas betapa kerasnya keyakinan Islam suaminya itu. Bisakah seorang Kristen dari Barat berbahagia menikahi seorang pria Muslim? Sebelumnya Andrea berpikir bahwa hal itu mungkin. Tetapi kemudian mimpi pernikahannya berubah menjadi sebuah mimpi buruk.

Kesaksian Andrea

Kisah saya seperti cerita dari ribuan orang-orang yang telah mengganti agamanya menjadi Islam. Saya bertumbuh jadi seorang pemberontak, dan benci pergi ke gereja setiap Minggu. Saya tipe orang yang suka mempelajari orang lain, budaya lain, dan agama-agama yang lain.

Jumat, 06 November 2009

Pasal 11 - Kebohongan: Sebuah Kisah Nyata Dari Para Wanita Saudi Arabia

“Hukum Islam Saudi Arabia membuat para wanita hanya bernilai seperti barang bergerak milik kaum pria, yang dipaksa untuk melayani pria, dan yang martabat, kehormatan, dan penghargaan yang layak mereka terima sebagai kaum wanita telah dirampas. Bisa dikatakan bahwa Islam telah mengguncangkan dan mempermalukan pondasi dasar dari kewanitaan.”

Salah satu aspek yang paling memalukan dari Islam adalah perlakuannya terhadap kaum wanita. Hal ini merajela berlaku di negara-negara Islam. Agar kita bisa mengerti kisah Walid, adalah penting untuk memahami dengan benar bagaimana kehidupan kaum wanita di Saudi Arabia. Kendati masyarakat Internasional menjadi sangat geram ketika wanita-wanita Saudi dihukum dengan cambukan, tetapi masih banyak juga orang yang masih sangat sulit mengerti penindasan-penindasan lainnya yang harus dialami oleh wanita-wanita Saudi. Tak ada yang lebih nyata jika dibandingkan dengan hukum-hukum dan pandangan-pandangan terhadap kaum wanita sebagaimana yang berlaku di Kerajaan ini. Adalah hal yang menyedihkan bahwa wanita dilarang mengemudikan mobil di Saudi Arabia; meskipun bulan Januari 2008 sebuah peraturan baru yang mengijinkan wanita untuk menginap di hotel sendirian telah diberlakukan. Meskipun demikian, banyak sekali hak-hak kaum wanita yang dilanggar, dan hal ini bisa menolong kita untuk memahami sistem dalam Kerajaan itu sendiri. Mengapa banyak negara-negara Barat tetap menjalin hubungan dengan Saudi Arabia, dan mengapa raja Saudi masih diterima di Istana Buckingham dan di Camp David?

Rabu, 04 November 2009

Pasal 10 - Seorang Wanita Amerika Yang Menjadi Muslim

“Saya diperkenalkan dengan pria yang akan menjadi suami saya. Saya dibawa ke dalam sebuah ruangan dan diberitahukan bahwa pria yang bernama Muhammad ini adalah orang yang akan saya nikahi. Saya tidak memiliki pilihan lain. Kami pun menikah pada bulan Mei. Segera setelah itu saya memasuki neraka.”

Tidak semua orang yang namanya dimasukkan ke dalam buku ini dilahirkan sebagai Islam. Meskipun begitu, sebagaimana yang akan kita lihat, banyak orang yang memeluk agama ini harus menghadapi banyak masalah. Mary bertumbuh sebagai seorang Kristen di Amerika Serikat dan pada tahun 1991 ia pindah agama menjadi seorang pemeluk Islam. Setelah pindah agama, Mary sangat yakin bahwa sekarang ia sudah menemukan jalan yang lurus. Namun demikian, sama halnya dengan wanita-wanita lain yang tak terhitung banyaknya, sekarang ia bisa ingat bagaimana hidupnya mulai berantakan setelah ia pindah agama Mary menjelaskan kisah mengerikan yang ia alami dan memperingatkan setiap wanita yang bermaksud menjadi pemeluk Islam. Islam tetap menjadi agama yang paling gampang untuk anda masuki, tetapi yang paling sulit adalah untuk meninggalkannya dan tetap hidup; khususnya bagi para wanita. Dan jika Islam pada akhirnya bisa menguasai Barat maupun negara-negara non Muslim, maka tidak hanya Mary, para wanita lainnya pun akan membayar harganya.

Kesaksian Mary
Saya masih ingat kenangan masa kecilku yang terbentuk di sekitar gereja. Aku diajak untuk menghadiri banyak aktivitas-aktivitas gereja sejak masih seorang gadis kecil. Kendati demikian, setelah lebih besar, keluarga kami semakin jarang pergi ke gereja, dan segera kami menghabiskan Hari Minggu menonton televisi dan melakukan aktifitas santai lainnya.