Tampilkan postingan dengan label KESAKSIAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KESAKSIAN. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 November 2012

Memberitakan Injil kepada Pelacur

Salam sejahtera,

Penatua kami, dulunya dari agama seberang, bertobat sekitar tahun 1985, ketika dijumpai secara supranatural oleh Tuhan Yesus sendiri.

Tidak lama sesudah pertobatan beliau, Roh Kudus berbicara agar penatua kami ini memberitakan injil kepada pelacur, dan ketika perintah itu dituruti dengan patuh, Roh Kudus menyertai dengan luarbiasa; pelacur itu langsung bertobat, dan bukan itu saja, pasangan germo dan puluhan lelaki hidung belang juga bertobat dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi. Tetapi masih ada lagi “bonus” lainnya,… ayah sang pelacur – yang lumpuh sejak lama – juga disembuhkan Tuhan Yesus hari itu juga dan akhirnya, keluarga pelacur dan tetangganya juga bertobat, menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat Pribadi. Berikut sepenggal kisahnya.

Seorang pemuda, sebut saja Hendro, (bukan nama sebenarnya) begitu terikat dengan seorang pelacur muda di sebuah kota di Jawa Tengah. Hal ini tentu saja sangat memprihatinkan orang tua Hendro. Ibu Dorcas, waktu itu belum lama bertobat, merasakan dorongan luarbiasa dari Roh Kudus untuk mendoakan pemuda ini. Roh Kudus memberitahu ibu Dorcas bahwa pemuda ini menyimpan pakaian dalam si pelacur muda, dan juga sebaliknya, sang pelacur juga menyimpan pakaian dalam pemuda itu. Lalu ibu Penatua memberitahu si Hendro bahwa ia telah menyimpan pakaian dalam sang pelacur itu dan supaya ia segera mengembalikannya karena hal itulah yang telah mengikat dia dengan si pelacur.

Rabu, 14 November 2012

Sebab Saya Murtad dari Islam Kaffah


By Erianto Anas in Ateis Minangkabau
“Jika menjadi umat Islam jadilah Islam yang Kaffah”
Itulah slogan yang sudah saya dengar sejak kecil.
Dan saya pun menyukai kata-kata itu. Karena memang saya begitu ingin menjadi seorang muslim yang kaffah. Total tanpa cacat barang seincipun. Setidaknya itulah cita-cita saya dalam berislam.
Lalu bagaimana cara melakukannya?
Saya dinasehati melalui banyak kotbah dan buku-buku agama yang saya baca.
Bahwa untuk menjadi Islam kaffah, kuncinya adalah mengamalkan apa yang diperintahkan dalam Aqluran, dengan meniru sepersis mungkin apa yang dilakukan Nabi Muhammad, para sahabat, para tabiin dan tabi-tabiin. Karena semakin persis sikap, prilaku dan kebiasaan dengan ketiga generasi awal Islam itulah maka keislaman saya akan dianggap sebagai Islam kaffah. Karena sebaik-baik umat, adalah semakin dekat ke zaman Rasulullah. Dan sebaliknya, semakin jauh dari zaman itu maka semakin kurang baik, apalagi umat manusia yang mendapati hari kiamat.
Secara garis besar, itulah kunci ajaran salafi yang saya pahami. Ajaran ahlul sunnah wal jamaah. Kelompok yang mengklaim dirinya sebagai kaum yang satu, kaum yang megklaim kelompoknya yang benar dari 72 golongan (aliran) yang berpecah belah dalam tubuh Islam.

Sabtu, 03 November 2012

Bertobatnya Penulis Situs Answering-Christianity.com


Di pihak lain, para Muslim (termasuk diriku sendiri) terus saja mengumbar bahwa Alkitab telah dikorupsi, tapi di lain pihak kami menggunakan Alkitab yang sama untuk membuktikan kenabian Muhammad. Ini jelas kemunafikan total tidak hanya di pihak diriku saja, tapi pihak semua Muslim yang terus melakukan hal ini. Aku mengutip ayat-ayat Alkitab di luar pengertian aslinya agar bisa memutarbalikkan isinya untuk mendukung ideologi dan interpretasi Islam sendiri.

Penulis Situs Anti-Kristen: www.answering-christianity.com
ISSA AHMAD KHALID (ANTHONY TARASCA) KEMBALI KE PANGKUAN KRISTUS

PENDAHULUAN
Saudara-saudara dalam Yesus Kristus, aku ingin menyampaikan kepada kalian semua perjalanan spiritual yang telah kualami, yang dahulu membuatku meninggalkan Anugerah Keselamatan dari Tuhan kita Yesus Kristus ke dunia kebingungan ritual agama islam. Bukan tujuanku untuk menyinggung perasaan para Muslim, tapi aku merasa perlu menyampaikan hal ini untuk menyebarkan kebenaran akan Tuhan Yesus dengan harapan menyadarkan umat Kristen yang bingung untuk tidak melakukan hal yang sama seperti yang kulakukan dulu dengan beralih memeluk islam dan juga untuk menerangkan kepada semua Muslim mengapa aku kembali ke tangan penuh kasih Tuhan dan Juru Selamatku Yesus Kristus. Aku berdoa agar kalian membaca kata-kataku ini dengan hati dan pikiran terbuka.

LAHIR SEBAGAI ORANG KATOLIK ROMA
Aku memeluk agama Kristen sejak usia muda. Ibuku dari dulu sampai saat ini merupakan penganut Katolik Roma yang taat. Di luar masalah setuju atau tidak dengan teologi Katolik, aku mengagumi imannya. Iman ini yang membuatku belajar di sekolah Katolik sewaktu masih anak-anak, dan juga menjadi pembantu pengurus altar di kebaktian Misa hari Minggu. Setelah aku dewasa, aku mulai melayani sebagai Usher dan bercita-cita jadi pastor Katolik Roma. Aku ingin mengabdi pada Tuhan dengan segala kemampuan yang kumiliki. Pada tahun-tahun belajar agama ini, aku mulai mempertanyakan apa sih yang kuikuti sebagai seorang Katolik karena melihat banyaknya dogma dan tradisi yang tidak tercantum dalam Alkitab.

Kamis, 25 Oktober 2012

Kesaksian Para Mantan Muslim di Australia

Penting sekali kita mengekspos agama ini. Kami mengasihi orang Muslim, baik pria maupun wanita sebagai sesama manusia, dan mereka adalah orang-orang yang indah. Tetapi mereka telah ditipu, kata el Masry.

Komunitas Arab di Australia – Semakin Banyak Yang Meninggalkan Islam Dan Berpaling Kepada Kekristenan

Buktidansaksi.com - Australia sedang menjadi destinasi yang populer bagi orang Muslim yang meninggalkan Asia dan Timur Tengah, dan ini menggelisahkan penduduk lokal negeri “Down Under” ini. 

Empatpuluh tahun lalu, para penduduk lokal jarang sekali melihat orang Muslim di jalan jalan di Sydney atau Melbourne, oleh karena hanyasekitar 20.000 jiwa yang tinggal di Australia saat itu. Kini, sebanyak 500.000 orang Muslim tinggal di Australia. Dan ketika mereka bermigrasi ke benua tersebut, mereka berdiam di wilayah-wilayah yang eksklusif Islam.

Televisi Al Hayat, yang juga dikenal sebagai Life TV, bekerja untuk menjamin agar orang Muslim di Australia mempunyai kesempatan untuk mendengar Injil.   

Stasiun televisi Arab diluncurkan di Australia oleh Michael el Masry, seorang mantan Muslim. El Masry memulai saluran tersebut dengan keuangannya sendiri yang terbatas dan tetap bertahan walalupun mendapatkan perlawanan yang keras dari komunitas Islam.  

Senin, 15 Oktober 2012

Para Ustadz-Ustadzah, Ulama dan Tokoh Islam Yang Memeluk Kristen

KUALA LUMPUR (MALAYSIA) – Kian bertambahnya muslim Malaysia yang meninggalkan Islam akibat kebobrokan dan dosa-dosa terselubung yang dilakukan para pemimpin dan para ‘fundamentalis’ selama ini membuat pemerintah Malaysia merasa perlu membuat peraturan hukum yang membatasi potensi kehilangan umat mereka lebih jauh.

Salah satunya dengan mengkriminalkan warga non-muslim yang ketahuan melakukan menyebarkan agama mereka di muka umum, terutama umat Kristen.

Dikutip dari kantor berita Malaysia, Bernama, pada 5 Agustus 2012, pemerintah Malaysia melalui Menteri Departemen Urusan Islam, Datuk Seri Jamil Khir Baharom mengatakan non-muslim di Malaysia dilarang membagikan keimanan mereka kepada muslim dengan berbagai cara, dan hal itu akan diatur dalam sebuah undang-undang yang baru.

“Penyebaran materi bacaan [keagamaan non-muslim] dengan bentuk audio video sangat dilarang, sebab hal itu akan mengarah kepada ‘ketidakpuasan’ muslim [terhadap agama Islam],” kata pria yang menikahi bocah 16 tahun pada Maret 2011 lalu ini saat berada di Yan Hospital, Minggu (05/07/2012).

Rabu, 10 Oktober 2012

Kesaksian Pdt. Dr. Muhammad Fatah


Terima kasih, salam sejahtera untuk kita sekalian. Nama saya Muhammad Fatah. Usia 68 tahun, tempat tanggal lahir Karangkobar, 21 Desember 1936. Pendidikan tamat SD tahun 1950, tertunda 2 tahun karena masa itu adalah masa perang kemerdekaan sehingga harus mengungsi kesana kemari. SMP selesai tahun 1953, SMA 1956 di Yogyakarta. Pendidikan dari tahun 1956 hingga 1960 di Fakultas Sosial Politik jurusan Pemerintahan Universitas Gajah Mada, kemudian ditugaskan ke luar daerah dalam rangka pengerahan tenaga mahasiswa untuk mengajar di sebuah sekolah menengah atas di luar Jawa. Pendidikan teologi, pada tahun 1970-1972 pendidikan dasar teologi Kristen, teologi lanjutan 1986, Master of Ministry, teologi lanjutan untuk S-3 jurusan Misiologi tahun 1999. Pengalaman menjadi dosen pada beberapa Sekolah Tinggi Teologia di Jakarta dan di Jawa Timur, juga di pulau Batam. Pengalaman yang lain adalah tahun 2001, menghadiri pertemuan internasional, Christian Fellowship International, yaitu pelayanan ke penjara-penjara di Johanesburg Afrika Selatan. Tahun 2003, seminar pelayanan di University Technology Sydney Australia, bulan Maret dan April tahun ini, menjadi utusan dari Non-Governmental Organization, HAM ke United Nation High Commission on Human Right Conference di Jenewa (Swiss), bersama-sama dengan 15 orang anggota, yaitu untuk menyampaikan masalah-masalah crime against humanity (kejahatan terhadap kemanusiaan) yang terjadi di Indonesia, masalah-masalah mengenai buruh migran, masalah-masalah yang terjadi pada bulan Mei 98 (Kerusuhan Mei), masalah Papua, masalah Aceh, masalah orang hilang dan genosida. Itulah pengalaman yang saya alami, dan sebenarnya tadi malam kami diajak untuk menghantarkan atau mengunjungi pemakaman almarhum Munir dari Kontras, tapi karena ada acara disini kami tidak bersedia.

Minggu, 30 September 2012

Kesaksian Hamran Ambrie


 
TUHAN SUDAH PILIHKAN BUAT SAYA HIDUP BARU DALAM KRISTUS
DARI PENULIS

Begitu besar kasih Tuhan akan hamba-Nya yang bersaksi ini, tidak dapat saya lukiskan dengan kata-kata, maupun didalam tulisan secara sempurna.
Mungkin lebih dari 40 tahun saya telah menyangkal keilahian Yesus Kristus. Tetapi begitu besar Kasih Tuhan saya diselamatkan untuk mendapatkan kehidupan yang kekal di alam sorgawi itu.

Tuhan sudah pilihkan buat saya ''Hidup Baru Dalam Kristus'', dan karenanya sebagai tanda pengucapan syukur, saya buatlah kesaksian ini.

Saya megahkan kesaksian ini, bukanlah disebabkan kecerdasan saya juga bukan karena kepintaran saya memahami Alkitab, juga bukanlah disebabkan bujukan orang lain; tetapi saya bermegah, disebabkan Tuhan Yang Maha Kasih yang adalah keadilan dan kebenaran itu telah menjemput saya untuk menjadi pengikut Kristus, satu-satunya jalan menuju kepada kebenaran dan Hidup Yang Kekal.
"Sebab dibawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan" (Kisah Para Rasul 4:12).
Haleluya.

Hormat dan salam kasih
Penulis:
Hamran Ambrie


TUHAN SUDAH PILIHKAN BUAT SAYA
"Hidup Baru Dalam Kristus"
-Tentu buat Anda Juga-

Saya mengaku percaya akan kebenaran Alkitab dan Yesus Kristus Anak Allah, Tuhan dan Juruselamat umat manusia, adalah melalui (atau disebabkan) Al-Quran.

Selasa, 25 September 2012

Tuhan Telah Membuka Mataku


Kesaksian ini ditulis dengan harapan apa yang saya alami, kiranya bisa menjadi berkat baik bagi mereka yang telah percaya maupun yang belum percaya.

Sebelum saya percaya kepada Isa Almasih sebagai Tuhan dan Juruselamat, saya adalah seorang Muslimah, berlatar belakang dari keluarga Muslim dan dibesarkan di Pondok Pesantren Miftahul Huda, Sukabumi Jawa Barat. Dari apa yang saya yakini dan pelajari selama itu, saya tumbuh menjadi seorang Muslimah yang fanatik dan anti-Kristen, dan menjebak bahkan mendebat orang Kristen paling hobi.

Berteriak-teriak di depan gereja dengan berkata: “Maria, dipanggil Yesus cuek saja” pun pernah saya lakukan. Karena saya merasa bahwa apa yang saya yakini waktu itu, adalah paling benar dan diridhoi Allah SWT, sesuai dengan Qs. Ali Imran 19 yang berbunyi: Innaddinna indallaahil Islam (Sesungguhnya agama (yang diridhoi) di sisi Allah hanyalah Islam).

Di luar Islam semuanya saya anggap sesat, apa lagi orang Kristen, kafir, karena Allahnya ada tiga: Tuhan Bapa, Tuhan Anak dan Tuhan Roh Kudus. Tapi alhamdullilah saya tidak pernah sampai membunuh orang Kristen.

Dan mengapa saya bisa percaya kepada Isa Almasih sebagai Tuhan dan Juruselamat? Walaupun saya bangga dengan apa yang saya yakini dulu, tapi kalau bicara tentang hari penghakiman, itu hal yang paling menakutkan dan paling ngeri buat saya, karena saya tidak tahu pasti, kalau saya mati apakah mendapat rahmat Allah (masuk surga) atau laknat Allah (masuk neraka), karena saya hanyalah manusia biasa yang tidak pernah luput dari kesalahan dan dosa.

Dari Sukabumi saya hijrah ke Bandung untuk belajar ketrampilan. Di kota kembang ini saya tinggal di pondokan atau kost. Teman-teman saya kebanyakan orang Kristen dan kebiasaan saya yang dulu tidak pernah berubah, menjebak dan mendebat orang Kristen masih sering saya lakukan dan saya tetap benci pada orang Kristen.

Sabtu, 15 September 2012

Kesaksian Mbok Iyem Mengunjungi Surga


Baru-baru ini pernah ada mujizat terjadi di kota Surabaya. Bukan zaman rasul-rasul, bukan zaman John Wesley, bukan zaman Smith Wigglesworth, bukan zaman Kathryn Kuhlman, tapi zaman internet. Suatu mujizat yang menggemparkan kota yang banyak melahirkan hamba-hamba Tuhan berkaliber. Tapi mujizat ini dialami oleh seorang pembantu rumah tangga. Jadi bukan hanya hamba Tuhan di Afrika yang bisa mengalami keajaiban, di Indonesia juga, karena Allah kita adalah Allah yang sama, Amin.!
Ada seorang pembantu rumah tangga yang mati selama delapan jam. Sebut saja ibu ini dengan nama Mbok Iyem. Mbok Iyem ini bekerja di panti rehabilitasi yang bekerjasama dengan kami. Entah mengapa, mendadak Mbok yang rajin ini sakit keras. Ia tidak sempat meminta ijin sakit karena mendadak sangat tidak enak badan. Ia pun masuk ke kamarnya dan membaringkan tubuhnya.
Dalam beberapa menit saja, matanya terbalik dan tubuhnya membiru. Dan tidak lama kemudian dia meninggal. Sewaktu dia meninggal, pembantu yang lain, seorang laki-laki melihat tubuhnya sudah kaku, dipanggil-panggil namanya tidak menyahut, diperhatikan tubuhnya tidak bergerak sama sekali. Setelah mendekati dan memastikan kecurigaannya benar, iapun memanggil kepala panti rehabilitas.

Rabu, 12 September 2012

Yesus Menyelamatkanku dari Serangan Para Jin

Saya bertanya, “kemana kalian?” Jawabnya, “Maaf kawan anda kerasukan jin non Muslim, itu butuh ilmu yang amat tinggi.” Saya diam, menahan emosi untuk tidak menyalahkan agamaku, Nabiku yang saya shalawati dan Allah yang tauhid.

Kesaksian Yupi

Sebenarnya saya sudah lama mengikuti situs ini, juga yang berbahasa Melayu.
Puji syukur melalui situs ini keluarga saya, terutama mertua boleh menerima Yesus Kristus, yang secara akal pikiran manusia adalah mustahil bagi yang digelari haji dan hajjah, tetapi bagi Yesus tidak ada yg mustahil. Dia menjawab doa saya,... dan disini saya mengucapkan banyak terima kasih pada Saudara Hamzah serta meminta maaf kerena saya telah meng-kopi lagu-lagu beliau dan dibagi-bagikan kepada kawan-kawan saya.

Baiklah akan saya mulai kenapa saya boleh mengenal Yesus. Saya dilahirkan dari keluarga Islam, suku Melayu dari Kalimantan. Keluarga saya sangat taat, sejak kanak-kanak saya sudah disekolahkan di Madrasah sampai Aliyah. Malah saya juga diajarkan ilmu kebatinan, kekebalan, dan hal-hal gaib. Saya jadi sombong, karena saya bisa ke dunia lain berjumpa dengan jin-jin.

Jumat, 14 Oktober 2011

Kesaksian dari India

Saya seorang tamatan universitas yang berumur 23 tahun yang dilahirkan dan dibesarkan dalam keluarga saleh dan sudah lama mempraktikkan agama. Dua tahun yang lalu saya baru mengerti siapakah sebenarnya Isa, Al-Nabi. Walau saya mengerti Bahasa Arab saya tidak sempat menggali arti yang mendalam dari setiap ayat Al-Quran yang dikaji. Sesudah penyelidikan yang saksama saya menemu semua kebenaran berikut ini tentang pribadi Isa Al-Masih:

Taj MahalMenurut penyelidikan saya, Isa adalah Rasulallah (Al-Quran 4:171, 157), Kalimatullah (Quran 4:171), Ruhu-Min-Allah, (Roh dari Allah, Al-Quran 4:171), dan Rahmatu-Min-Allah, (Rahmat dari Allah, Al-Quran 19:21). Isa dilahirkan secara ajaib oleh perawan Maryam yang suci yaitu perawan yang dipilih oleh Allah di atas semua perempuan dalam dunia (Al-Quran 3:42) dan hal ini diramalkan kepadanya sebelumnya terjadi (Al-Quran 3:45). Isalah zakiyyu dalam permulaanNya (Al-Quran 19:19) yaitu murni, tanpa noda. Menurut Baidhawi, seorang penafsir Al-Quran yang terkenal, Isa tidak pernah berbuat dosa. Mulai ketika masih bayi, Ia sudah dapat berbicara, malah telah menguasai ayat-ayat Kitab Suci (Al-Quran 3:46; 5:110; 19:29,30).

Allah menguatkanNya dengan Roh Suci dan menganugerahi bukti-bukti yang terang kepadaNya" (Al-Quran 2:87, 253). Ia mengerjakan beraneka mukjizat (Al-Quran 3:49; 5:110) yang tidak dapat dikerjakan oleh orang lain. Ia melayani rakyat dan berkat Allah dicurahkan padaNya di mana Ia berada (Al-Quran 19:31). Allah menjadikanNya ayat (satu tanda) untuk umat manusia (Al-Quran 19:21; 23:50). Memang, seperti Ia mengaku, damai berada padaNya pada saat kelahiranNya yang ajaib, pada waktu kematianNya yang ajaib dan pada waktu kebangkitanNya yang ajaib (Al-Quran 19:33). Demikian Ia dihormati dalam dunia ini atau dunia akhirat dan sekarang ini Ia menikmati dekatNya Allah Taala (Al-Quran 3:45). Pada akhir zaman Ia akan kembali lagi, karena, sebagai Ibnu Maryam, Al-Nabi Isa adalah tanda Hari Akhirat (Al-Quran 43:61).

Saya heran dan kagum apabila merenungkan siapakah Isa Al-Masih menurut keterangan di atas. Bagaimanakah saya dapat menahan diri dari bersukaria karena penjelasan semacam ini tentang Dia terdapat dalam Al-Quran? Kawan-kawan saya yang dengan khusyuk mengikuti agamanya juga heran melihat semua kenyataan ini tentang Nabi Isa dalam Al-Quran. Saya sungguh berterima kasih atas semua pertolongan yang saya menerima sehingga saya dapat menemukan kebenaran-kebenaran di atas dan dengan demikian bertumbuh secara rohani.

(Kesaksian M.F. dari India, termuat dalam majalah Noor Ul Haq, Jilid 5, No. 1, hal. 10)

Sumber: ISA dan ISLAM

Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silahkan menghubungi kami dengan cara klik link ini.

Sabtu, 08 Oktober 2011

Kesaksian dari Balikpapan

BalikpapanSaya dibesarkan oleh Kakek dan Nenek yang berpindah-pindah dari Jawa ke Sumatera dan akhirnya tinggal di Balikpapan, Kalimantan Timur. Saya masuk SD di sana dan diberi pelajaran agama Islam sampai semester akhir kelas VI.

Setiap hari sesudah pulang dan habis makan saya selalu pergi ke Mesjid untuk mempelajari agama Islam. Juga pada sore hari sebab saya ingin sekali keselamatan itu baik dalam hidup ini terlebih setelah meninggal dunia. Karena saya begitu rajin maka seringkali di sekolah saya menjadi contoh membaca doa dan cara sembahyang untuk teman-teman sekelas. Saya juga selalu pergi ke Mesjid belajar agama dan melakukan sembahyang lima waktu jum'atan tetapi dalam diri saya tidak pernah tumbuh belas kasihan terhadap sesama bahkan saya dibenci oleh tetangga karena menjadi biang-keladi anak-anak nakal.

Kerinduan mempelajari Injil

Saya mulai sangat benci terhadap orang-orang Kristen, bahkan di Mesjid saya berjanji (sumpah) demi Nama Allah, Nabi Muhammad, dan isi alam semesta, saya tidak akan meninggalkan ajaran Islam. Saya mulai membenci gambar Isa [Yesus]. Dalam puncak kebencian inilah setiap saya menemukan gambar Isa saya cungkil matanya sehingga gambar Isa itu menjadi buta.

Pada suatu sore saya tidak pergi ke Mesjid, dan saat-saat termenung saya mendengar nyanyian-nyanyian orang Kristen dari tetangga yang satu-satunya orang Kristen di tempat itu. Karena puji-pujian itu, timbul dalam hati saya suatu kerinduan untuk mempelajari Injil. Ternyata dalam Injil itu juga menawarkan keselamatan baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang. Tanpa malu-malu saya datang pada tetangga untuk meminjam buku-buku Kristen dan juga Alkitab. Saya makin dipengaruhi oleh isi Alkitab sehingga selama dua tahun saya berusaha mengikuti baik agama Islam maupun agama Kristen. Akhirnya, sesudah lama mempertimbangkan kedua-duanya, saya mengambil keputusan untuk menjadi pengikut Isa Al-Masih.

"Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu; jangan ada orang yang memegahkan diri." (Injil, Surat Efesus 2:8-9)

Sumber: ISA dan ISLAM

Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silahkan menghubungi kami dengan cara klik link ini.

Minggu, 02 Oktober 2011

Kedamaian Setelah Menerima Isa Al-Masih

Tangan

Saya dibesarkan oleh keluarga yang begitu taat dalam menjalankan ibadah. Orang tua saya selalu menekankan untuk menunaikan sholat lima waktu dan membaca Al-Quran. Namun rasa damai yang sesungguhnya hanya saya rasakan sesaat saja. Sehingga saya terus mencarinya. Membandingkan Al-Quran dan Alkitab serta berdakwah kepada orang Kristen adalah hal yang sering saya lakukan. Semakin banyak saya memojokkan orang Kristen, semakin saya sombong. Hingga satu hari saya merasa jenuh dan semakin tidak ada damai di hati.

Kematian Yang Menakutkan

Kejenuhan saya timbul disebabkan oleh beberapa ayat dalam Al-Quran yang menjelaskan tentang kiamat dan kematian. Berawal saat saya mengikuti pemakaman seorang teman dekat. Ada rasa takut yang menghinggapi saya saat jasadnya dimasukkan ke liang lahat. Dalam hati saya bertanya “kemanakah dia pergi?” “Bagaimana bila nanti saya meninggal?” Pertanyaan ini terus menghinggapi saya. Tiap selesai sholat saya selalu memohon kepada Allah untuk menjauhkan saya dari api neraka. Soalnya, saya sadar mempunyai banyak dosa. Saya berusaha menciptakan rasa tenang dan damai dalam hati, walaupun hasilnya hanya sementara dan tetap ada rasa takut akan neraka.

Pembawa Syafaat Yang Membingungkan

Kebingungan saya rasakan ketika saya membandingkan pembawa syafaat (Nabi Muhammad SWT dan Isa Al-Masih). Mengapa Isa Al-Masih yang memiliki syafaat dalam Al-Quran, bukan Muhammad. Mengetahui akan hal ini mengakibatkan kebimbangan dan rasa takut menghantui saya. Hingga akhirnya saya bertemu dengan seorang Kristen yang dulunya adalah Muslim. Dia menjelaskan tentang ayat-ayat yang membingungkan saya selama ini. Namun saya tetap saja tidak bisa menerima penjelasannya. Setelah beberapa bulan dari kejadian itu, saya benar-benar mengalami kehampaan. Timbul dalam pikiran saya bahwa Al-Quran dan Alkitab telah membodohi saya. Kurang lebih satu bulan saya tidak mau beragama dan beribadah. Lambat laun saya semakin hampa dan kacau dalam hidup. Saya tidak mengerti ke arah mana tujuan Al-Quran dan saya juga tidak mengerti apa yang Alkitab arahkan. Tapi saya yakin bahwa Tuhan itu ada.

Bertemu Dengan Isa Al-Masih

Setelah sekian lama mencari, akhirnya saya dapat memahami tentang Tri-Tunggal, dosa warisan, penyaliban dan keselamatan. Walaupun saya telah memahami hal tersebut, namun pikiran saya menolaknya. Hati mengakui namun pikiran tidak. Malam harinya saya bermimpi bertemu dengan utusan Isa Al-Masih. Dia berkata sambil menyalami saya, “Selamat, Tuhan Yesus telah memilihmu dan menyertaimu selamanya.” Saat terbangun saya berkata, “Mengapa bukan Yesus sendiri yang datang kepada saya”? Dua hari kemudian secara berturut-turut saya bermimpi lagi melihat Tuhan Yesus. Yang pertama samar-samar. Yang kedua saya melihat kedua tanganNya mengarah kepada saya seperti orang tua yang ingin menggendong / memanggil anaknya.

Menerima Sang Juruselamat Dan Mendapat Damai

Sejak saat itu saya putuskan untuk mengikutiNya sepenuhnya. Saya menerima Isa Al-Masih sebagai Tuhan dan Juruselamat saya pribadi. Saya merasa sangat damai sekali dan tidak ada rasa takut lagi dengan kehidupan nanti.

(Pengikut Isa Al-Masih)

Sumber: ISA dan ISLAM

Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silahkan menghubungi kami dengan cara klik link ini.

Senin, 26 September 2011

Islam, Perdukunan, dan Keselamatan Melalui Isa Al-Masih

KemenyanSaya dilahirkan dari keluarga yang beragama Islam. Dari tujuh bersaudara, saya anak keenam. Karena kondisi ekonomi keluarga yang serba kurang, maka semasa kecil kami semua tidak mendapat perhatian dari orang tua. Kami seperti dibiarkan begitu saja. Dan sifat keras kedua orang tua kami sangat mempengaruhi kehidupan anak-anaknya.

Keluarga Muslim Yang Suka Ke Dukun

Meskipun memeluk agama Islam, kedua orang tua saya juga menekuni aliran kepercayaan “Pangestu”. Mereka biasa pergi ke dukun-dukun. Hal itu membuat saya juga mengikuti ajaran Pangestu. Namun ketika masih di sekolah dasar, saya belajar agama Islam.

Jadi masa kanak-kanak saya diisi dengan dua macam “iman”. Iman agama Islam dan perdukunan. Sekarang saya heran bagaimana kedua macam “iman” itu bisa berdampingan dengan “rukun.”

Praktek Perdukunan

Saya ingat betul suatu hari orang tua saya pergi ke dukun. Tujuannya untuk meminta rejeki tambahan.

Sang dukun memberi sebuah kotak kayu kecil. Dan setiap minggu orang tua saya diminta mengadakan semacam ritual. Mereka harus memberi bunga pada kotak itu sambil membakar kemenyan.

Saya ikut-ikutan membakar kemenyan. Minggu demi minggu kami melakukan itu. Tetapi apa hasilnya?

Neraka Dalam Keluarga

Pertengkaran KeluargaWalaupun kemenyan dibakar terus, tetapi kondisi ekonomi orang tua saya tidak mengalami kemajuan. Bahkan dalam keluarga sering timbul pertengkaran. Ayah bertengkar dengan ibu. Orang tua bertengkar dengan anak-anak.

Di rumah tidak ada damai. Setiap hari rumah kami terasa begitu panas karena penuh dengan ketegangan. Saya jadi tidak betah tinggal di rumah. Akibatnya saya lebih senang tinggal di rumah teman-teman saya.

Al-Quran Menyebut-Nya Isa Al-Masih

Sekitar waktu itu, kakak laki-laki saya mempunyai beberapa teman Kristen. Mereka mengajak kakak saya ke gereja. Dan di sana kakak saya mengenal Isa Al-Masih. Lalu dia memperkenalkan Isa Al-Masih kepada kami sekeluarga. Kedua orang tua saya bertobat dan menerima Isa sebagai Juruselamat.

Mulai saat itu saya pun diajak ke gereja. Tetapi tidak ada yang membimbing saya pada Isa. Persoalan saya ialah, saya orang berdosa tetapi saya membiarkan Isa Al-Masih berada di luar hati saya. Ini membuat saya tidak mengerti, mengapa saya sering merasa kecewa. Saya berpikir Tuhan tidak mengasihi dan mengabaikan saya.

Keputusan Yang Mengubah Hidup Saya

Ketika kuliah saya di universitas hampir selesai, saya berteman dengan seorang Kristen. Dia menolong menyadarkan saya, bahwa Isa Al-Masih benar-benar mengasihi saya. Segera saya mengambil keputusan terpenting dalam hidup saya. Dengan iman saya menempatkan Isa dalam hati saya.

Rasanya seperti saya hidup kembali dan mulai berjalan dengan tujuan baru. Hidup jadi dipenuhi sukacita karena beban dosa telah terlepas selamanya!

Melayani Isa Al-Masih

Beberapa tahun kemudian, setelah menikah saya masuk sebuah sekolah khusus untuk melayani Tuhan. Di sana saya belajar Alkitab, firman Tuhan yang tertulis. Saya jadi semakin mengenal Isa Al-Masih. Ternyata Dia tidak pernah mengabaikan saya.

Saya orang berdosa, tapi Isa telah menghapus dosa saya. Dia juga mengijinkan saya untuk melayani orang lain. Ini sebuah kehormatan besar yang Isa Al-Masih berikan. Hidup saya sekarang sangat berbeda dengan dulu. Bagi saya hidup tidak berarti sama sekali tanpa Isa Al-Masih!

[Staff, Isa dan Islam – Apakah saudara bergumul dengan perdukunan? Dan belum mengalami hidup baru yang dinikmati oleh Penulis? Kami menyediakan kesaksian tambahan dari orang-orang yang menerima hidup baru dari Isa Al-Masih.]

(Sri Lestari, Ponorogo)

Sumber: ISA dan ISLAM

Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silahkan menghubungi kami dengan cara klik link ini.

Rabu, 21 September 2011

Muslim Wahabi dari Arab Saudi Menemukan Kasih Ilahi

UntaSaya seorang Muslim Wahabi dari keluarga Muslim di Saudi Arabia. Saya bertumbuh sebagai Muslim yang saleh. Menerima dan melakukan setiap ajaran Islam dalam kehidupan saya.

Mempelajari Al-Quran Secara Mendalam

Sebagai orang Arab, saya mempelajari Al-Quran di rumah, di mesjid dan di sekolah. Di usia 12 tahun saya sudah hafal setengah dari Al-Quran. Yang saya pelajari, manfaat menghafal Al-Quran dapat menutupi dosa. Juga ini merupakan amal pada hari kiamat serta meningkatkan kedudukan di sorga.

Selama mempelajari Al-Quran, pelajaran yang paling menarik bagi saya adalah membenci semua orang yang tidak mengikuti ajaran Muhammad. Termasuk orang Kristen dan Yahudi. Saya adalah musuh Kristen!


Jumat, 16 September 2011

Inilah Kebenaran Yang Sejati Alkitab dan Alquran

TUHAN MEMBERITAHU SAYA SECARA PERIBADI
Dulu saya merupakan seorang yang sangat aktif dalam Islam, juga merupakan salah seorang dari Penggerak Muhammadiah dan seorang pengajar Islam.Pada tahun 1947, saya dipilih untuk menjadi pengerus pada Kongress Muslim Kalimantan di Amutai, bersama-sama dengan K.H Idham Chalid. Pada tahun 1950-51 saya menjadi Imam Muslim untuk pasukan tentara di Banjarmasin, dengan kedudukan yang tinggi. Rencana saya telah diterbitkan dalam beberapa majalah Islam seperti Mingguan Adil di Solo, Mingguan Risalah Jihad di Jakarta dan Mingguan Anti-komunis di Bandung. Saya bekerjasama dengan Gerakkan Anti-Kristen dari tahun 1936 di Muara Teweh (Barito) hingga tahun 1962, turut berpartisipasi dengan kelompok yang merancang untuk membentuk undang-undang Islam di seluruh Indonesia, yang mana secara tidak lansung sangat bertentangan dengan dasar keKristenan.

Sebenarnya saya telah memiliki Kitab Suci Injil sendiri semenjak tahun 1936. Walau bagaimanapun, saya tidak membaca dan mencari kebenarannya, tetapi mencari ayat-ayat yang dapat membantu saya untuk berdiri teguh sebagai seorang Muslim yang mempunyai sikap anti-Kristen, dan bersedia untuk menyerang keimanan orang Kristen secara lebih mendalam. Saya juga mengutuk ‘Isa Al-Masih hingga saya berumur 40 tahun, menolak semua yang mengatakan Dia adalah Tuhan. Saya sengaja mentertawakan dan menolak kebenaran. Tetapi kasih Tuhan sungguh hebat, Dia berusaha mencari dan menyelamatkan saya.

Pada tahun 1961, sewaktu saya mencatat khotbah saya di masjid, saya melihat ayat pada surah Al-Maidah 68, yang berbunyi: Katakanlah: ‘Hai Ahli Kitab, kamu tidak dipandang beragama sedikitpun hingga kamu menegakkan ajaran-ajaran Taurat, Injil, dan Al Qur’an yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu’. Saya sudah membaca ayat ini ratusan kali, tetapi akhirnya Tuhan berbisik kepada jiwa saya tentang ‘Taurat dan Injil’ yang mana tertulis di dalam Al-Quran adalah sama dengan Taurat dan Injil yang terdapat di dalam Kitab Suci Injil sekarang. Saya selalu berpendapat bahwa Taurat dan Injil yang terdapat dalam Al-Quran telah hilang, dan isinya yang benar adalah yang terdapat di dalam Al-Quran. Saya merasa yakin bahwa Taurat dan Injil yang terdapat dalam Kitab Suci Injil sekarang ini adalah palsu, dan isi yang sebenarnya telah dirubah, dilupakan serta ditambah-tambahkan oleh beberapa pihak. Bagaimanapun, jiwa saya memberitahu saya bahwa Taurat/Injil yang ada di dalam Al-Kitab sekarang adalah benar, namun pikiran saya tidak percaya apa yang dikatakan oleh hati saya: ‘Tidak! Taurat dan Injil yang ada di dalam Al-Kitab sekarang adalah palsu’. Pikiran saya bertentangan dengan jiwa saya dan perasaan saya, dan saya menjadi tidak pasti serta ragu-ragu terhadap apa yang betul sebenarnya.

Senin, 12 September 2011

Bagaimana Saya Menjadi Orang Kristen Sejati

Jember

Sejak kecil saya sudah Kristen keturunan yang taat kepada ajaran dogma gereja. Walaupun di lingkungan saya adalah mayoritas non-Kristen dimana mereka sering merokok, minum-minuman keras, dan saya juga kerap kali berkumpul dengan mereka tetapi saya tidak mengikuti perbuatan yang mereka lakukan. Saya merasa seperti ada sekat yang membatasi saya.

Pengalaman ini membuat saya semakin fanatik kepada dogma gereja saya sehingga menganggap ajaran itu yang paling benar dan suci. Saya banyak menggunakan waktu untuk ke gereja, karena takut bersalah dan dihukum gereja. Akibatnya saya tidak tenang dan tertekan. Saya juga takut menghadapi kematian karena tidak mempunyai kepastian jaminan keselamatan kekal.

Yesus adalah Juruselamat

Saya menerima Yesus sebagai Juruselamat ketika saya bekerja di sebuah koperasi. Satu hari pada jam istirahat saya pulang ke rumah, saya mendengarkan teman kakak saya bertanya kepada ibu saya: "Apakah ibu sudah percaya Tuhan Yesus, dan yakin masuk sorga kalau meninggal dunia?"

Mendengar hal itu saya bingung, saya menjadi resah dan bertanya-tanya dalam hati, apakah orang yang sudah beragama Kristen apalagi bergereja belum pasti masuk sorga? Perkataan ini terus saya renungkan dan kami bahas bersama kakak dan seorang teman kakak saya. Setelah diberi penjelasan dari Injil Yohanes 3:16, " … yang percaya kepada-Nya (Isa Al-Masih) … beroleh hidup yang kekal" saya mengerti tetapi belum mengambil keputusan untuk menerima Isa Al-Masih sebagai Juruselamat.

Menerima Yesus sebagai Juruselamat

Di koperasi itu saya bertugas sebagai kolektor (bagian penagihan) dan sering berselisih dengan nasabah yang tidak membayar hutangnya. Kejadian ini membuat saya takut kalau-kalau pihak nasabah mengamuk dan membunuh saya. Padahal saya belum tahu pasti akan keselamatan kekal saya. Suatu hari ketika saya pulang, saya merenungkan itu semua. Sambil mengendarai motor saya menangis dan minta ampun kepada Tuhan atas kekerasan hati saya. Jiwa saya hancur rasanya, dan saat itu juga saya mengundang Sang Juruselamat masuk ke dalam hati saya untuk menjadi Juruselamat saya pribadi.

Tidak ada tanda-tanda ajaib yang terjadi. Tetapi saya mengalami damai yang luar biasa dalam jiwa saya. Dulu hidup saya penuh kekhawatiran, tetapi sekarang mempunyai keyakinan akan keselamatan kekal saya di dalam Tuhan Yesus. (dikisahkan oleh Rini, Jember, Jawa Timur)

Sumber: ISA dan ALQURAN

Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silahkan menghubungi kami dengan cara klik link ini.

Kamis, 08 September 2011

Putri Islam Arab di Libanon Menjadi Ciptaan Baru

KEHIDUPAN YANG BERARTI

Selama beberapa tahun satu pertanyaan bergema dalam pikiran saya, "Apakah artinya kehidupan ini untuk saya?" Saya seorang Arab yang dibesarkan dalam masyarakat yang sangat kuat dalam agamanya di Libanon, Timur Tengah. Ibu saya meninggal sebelum saya berumur dua tahun. Ayah saya orang baik tetapi ia mengambil isteri baru yang memperlakukan saya dengan keras sekali. Isterinya yang baru itu tidak memperbolehkan saya meneruskan pendidikan. Sebaliknya saya terpaksa bekerja supaya anak-anaknya dapat bersekolah. Pakaian saya selalu compang-camping walaupun anak-anaknya memiliki pakaian yang baik. Karena cara ia memperlakukan saya, saya mulai ingin mati. Setiap hari saya menangis, memandang ke sorga dan bertanya, "Allah, mengapa saya harus hidup sebagai pembantu yang hina dalam rumah ayah saya?" Saya sering menyalahkan Allah karena ibu saya meninggal dan saya menderita seperti ini.

Lebanon

Karena kesedihan, pada satu hari saya minum satu liter bensin dengan maksud membunuh diri, tetapi tidak mati. Pada waktu yang lain di kota Beirut saya mencoba melemparkan diri dari tempat tinggi ke dalam laut tetapi satu tangan yang mahakuasa menyelamatkan saya. Banyak kali saya tidak makan, menjadi lapar dan tidur di depan pintu rumah saya. Saya sungguh menderita tetapi tidak meninggal dunia.

Selama enam tahun seorang pengikut Isa Al-Masih menerangkan kepada saya mengenai kasih Allah. Dengan sabar, berulang kali ia mengajak saya mengikuti pertemuan untuk mempelajari Injil yang Kudus (Injil Muqaddas). Saya selalu menolaknya dengan bermacam-macam alasan. Akhirnya saya mengalah dan menerima undangannya. Untuk kali pertama dalam kehidupan ini saya mendengarkan Firman Allah. Dengan sikap yang sungguh-sungguh saya mulai memperhatikan pribadi Isa Al-Masih. Saya heran belajar bahwa Ia menderita lebih dari saya dan malahan bahwa Ia menderita untuk saya ini, yang belum percaya kepadaNya. Pada waktu itu saya juga mendengar bahwa Ia sedia mengampuni dosa-dosa saya, dosa-dosa yang tidak dapat dihapuskan walau dengan melakukan amal-amal sekalipun.

Sebelumnya saya kira saya harus melakukan bermacam-macam amal dan menjalankan semua adat agama untuk diperkenankan oleh Allah. Tetapi dari Injil yang Kudus saya menemukan bahwa keselamatan tidak diperoleh dengan perbuatan amal. Juga saya tidak dapat dilepaskan dari ikatan dosa dan hukuman Hari Kiamat dengan melakukan amal-amal. Akhirnya saya percaya pada Isa Al-Masih, mengaku dosa-dosa saya dan bertobat. Akibatnya, pada saat itu juga saya mengalami damai-sejahtera yang mengherankan dalam hati saya dan pada saat itu saya memulai satu hidup yang baru. Sungguh benar ayat suci dari Injil yang berbunyi, "Jadi siapa yang ada di dalam Kristus [Isa Al-Masih], ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang." (Injil, II Korintus 5:17)

Sumber: ISA dan ALQURAN

Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silahkan menghubungi kami dengan cara klik link ini.

Sabtu, 03 September 2011

Pencinta Al-Quran Mendapat Keselamatan dalam Injil Isa Al-Masih

Kurdistan

Saya berasal dari keluarga kelas menengah Kurdi. Lahir dan dibesarkan di Irak Utara. Ibu saya meninggal ketika saya berusia empat tahun. Ayah saya menolak untuk menikah lagi. Dia merawat saya dengan baik dan mencintai saya.

Mulai Berpuasa Pada Umur Sembilan Tahun

Ayah saya sangat prihatin akan pendidikan Islam saya. Dia mulai mengajarkan huruf Arab, Al-Quran dan hukum Islam saat usia saya masih sangat muda. Dia memiliki suara yang bagus dan ia menggunakannya untuk membaca Al-Quran dengan keras pada malam hari sebelum tidur. Saya tidak mengerti, tetapi itu terdengar sangat bagus. Kemudian, saya selalu membayangkan suaranya selama bertahun-tahun setelah kematiannya setiap kali saya membutuhkan penguatan rohani di masa tertentu. Pada usia enam tahun saya sudah bisa membaca Al-Quran. Di usia sembilan tahun saya mulai berdoa dan berpuasa penuh selama bulan Ramadhan.

Keinginan Yang Kuat Untuk Belajar Agama

Liburan musim panas saya gunakan untuk melanjutkan pelajaran Al-Quran di Mesjid terdekat. Saya belajar bagaimana menafsirkan Al-Quran juga kehidupan Muhammad dan Kalifah. Di sekolah tingkat tinggi saya bergabung dengan kelompok pelajar dibawah partai politik Islam moderat. Kami memiliki jadwal pertemuan mingguan untuk mendiskusikan Jalan Hidup Islam dan bagaimana menjadi murid Islam yang aktif.

Minggu, 28 Agustus 2011

Orang Islam Bengkulu Mengalami Keselamatan

BengkuluDengan mengingat hidupku sendiri yang dahulu tanpa arah dan dengan kesadaran beban dosa karena sering berbuat hal yang melanggar kehendak atau kesucian Allah, saya menjadi gelisah. Saya takut ditimpa maut dan seterusnya masuk neraka, tetapi dengan kemurahan Tuhan saya alami ‘rahmat’ dari Tuhan, yaitu ‘kelahiran baru’ (Injil, Yohanes pasal 3).

Saya masih ingat dengan jelas hari bahagia itu bagaimana ketika aku berseru kepada Allah agar dosa saya diampuni. Ia menunjukkan kepada saya sebuah salib besar, dan seketika itu juga terang bersinar dari salib itu (dan hati saya tahu bahwa Isa Al-Masih yang memandang saya dengan rahmat karena Ia telah menanggung beban dosaku) dan saya mau lompat-lompat dengan girang.

Sungguh Saudara, beban dosa seluruhnya lenyap. Sungguh Saudara, seakan-akan saya berjalan di atas awan begitu ringan hidup saya. Langit di atas terang-benderang dan segalanya kelihatan baru karena saya tahu Tuhan mengangkat saya masuk keluargaNya (Injil, Yohanes 1:12). Sungguh mulai hari itu juga lenyap ketakutan terhadap maut atau siksaan neraka. Sungguh mulai saat itu saya sadar bahwa saya mempunyai persekutuan dengan Allah dan jaminan dalam hatiku bahwa saya punya hidup kekal.

Nah, umpamanya Saudara mengalami perubahan begitu indah bukankah Saudara juga akan memberitahukan kabar baik demikian kepada orang lain? Itu saja yang saya lakukan - Ada orang yang anggap hal ini ‘propaganda murah’. Tetapi karena perubahan hidup saya, dan karena keyakinan Isa Al-Masih memang Juruselamat Dunia, maka seperti Rasul Allah, Petrus dulu bila ditanya, ‘Apakah kamu tidak mau pergi juga [meninggalkan Isa Al-Masih]?’ aku juga harus menjawab, "Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi? PerkataanMu adalah perkataan hidup yang kekal dan kami telah percaya dan tahu bahwa Engkau adalah Yang Kudus dari Allah" (Injil, Rasul Yohanes 6:67-69).