Orang-orang Muslim terbungkus rapat dalam kebohongan. Karena berbicara menentang Islam adalah sebuah kejahatan yang harus dihukum mati, maka tidak ada seorangpun yang berani mengatakan kebenaran. Mereka yang mengatakan kebenaran, tidak akan hidup lama. Mereka langsung dibungkam. Jadi bagaimana anda bisa tahu kebenaran kalau semua yang anda dengar hanyalah kebohongan?
Diposkan oleh Ali Sina pada tanggal 12 Juni 2012
Setelah membaca Qur’an, perspektif saya terguncang. Saya mendapati diri saya berhadapan muka dengan kebenaran dan saya takut untuk melihatnya. Itu bukanlah sesuatu yang ingin saya lihat. Saya tidak dapat menyalahkan siapapun, mengutuk dan mengatainya sebagai pendusta. Dengan membaca Qur’an saya menemukan absurditas Islam dan tidak manusiawinya pengarangnya. Dan saya syok. Namun syok ini menyadarkan saya dan menghadapkan saya pada kebenaran. Sayangnya, ini adalah sebuah proses yang sangat sulit dan menyakitkan. Kita tidak dapat terus membungkus kebenaran dengan gula. Kebenaran itu pahit, dan itu harus diterima. Kenyataan itu ‘keras kepala’ dan tidak mau pergi. Hanya dengan begitu proses pencerahan bisa dimulai.
Lembah 1: SYOK
Tetapi oleh karena kadar kepekaan tiap orang berbeda, apa yang mengejutkan orang lain belum tentu juga akan mengejutkannya. Bahkan sebagai seorang pria saya terkejut ketika saya membaca bahwa Muhammad memerintahkan para pengikutnya untuk memukuli istri-istri mereka dan ia menyebut kaum wanita sebagai makhluk yang “kurang kecerdasannya”.