Rabu, 30 September 2009

Pasal 4 - Sang Mahdi: Mesias Yang Dinantikan Dalam Islam

Di antara Kiamat Besar, hal yang paling dinantikan dan merupakan tanda utama adalah penantian Muslim akan kedatangan seorang manusia yang dikenal sebagai, “Sang Mahdi.” Dalam bahasa Arab, al-Mahdi berarti “Yang dibimbing.”1 Dalam Muslim Shi’a, ia juga dikenal sebagai Sahib Al-Zaman atau Al-Mahdi al-Muntadhar, artinya: “Penguasa Jaman” dan “Yang Dinanti-nantikan.” Sang Mahdi adalah manusia utama dalam Kiamat Besar. Hal ini dikonfirmasi oleh Ibn Kathir, akademisi Muslim termasyur pada abad VIII:
Setelah tanda-tanda yang lebih kecil (lesser signs), dan Saatnya telah kelihatan dan semakin meningkat, yaitu ketika umat manusia mencapai titik penderitaan terbesar. Kemudian Mahdi yang dinanti-nantikan akan datang; Dia adalah tanda pertama yang begitu jelas waktu kedatangannya.2

Kedatangan Mahdi merupakan elemen pusat yang diagung-agungkan dalam semua cerita akhir jaman Islam. Begitu pentingnya kedatangan Mahdi bagi eskatologi Islam, sehingga beberapa cendekiawan Muslim bahkan tidak menyebutkan “Kiamat Kecil”, akan tetapi menyebut mereka sebagai “tanda-tanda yang datang bersamaan dengan Sang Mahdi.”3 Meskipun ada beberapa perbedaan keyakinan antara sekte Suni dan Shi’a, dan kendati beberapa kelompok dalam Suni menolak perbedaan itu sama sekali; keyakinan umum mengenai Sang Mahdi bukanlah isu satu aliran saja, tetapi diterima oleh kebanyakan Muslim di seluruh dunia. Menurut Shaykh Muhammad Hisham Kabbani, ketua Islamic Supreme Council of America:

Kedatangan Mahdi adalah doktrin tetap bagi Muslim Suni dan Shia, dan sesungguhnya juga bagi seluruh umat manusia.4

Pasal 3 - Eskatologi Islam

Kebanyakan buku eskatologi Islamiah terutama terdiri dari usaha para penulis untuk mengumpulkan, menghimpun, dan menyampaikan Hadis yang paling dapat dipercaya, dan berbagai tradisi berkaitan dengan akhir jaman. Di atas semua itu, kebanyakan buku eskatologi Islam juga berisi tentang penjelasan dari pengarang. Karena saya bukan ahli Hadis (dan tidak bercita-cita menjadi ahli Hadis), dan karena saya tidak ingin untuk hanya memaparkan interpretasi saya pribadi mengenai apa yang diajarkan Islam tentang akhir jaman, maka saya dengan seksama akan menggunakan tradisi Islam atau penjelasan yang telah banyak ditulis oleh para pengarang dan akademisi Islam mengenai subjek ini. Dengan demikian, kebanyakan isi buku ini akan dipenuhi oleh kutipan-kutipan dan referensi.

Pada umumnya, penelitian eskatologi Islam terbagi menjadi dua kategori, yaitu Kiamat Kecil dan Kiamat Besar. Kiamat kecil terkadang disamakan dengan apa yang disebut Yesus dengan “munculnya penyakit,” yang dipercaya merupakan tanda-tanda awal Kiamat Besar. Pada tingkat tertentu hal ini benar. Perbedaannya adalah bahwa banyak tanda-tanda Kiamat Kecil terjadi bersamaan dengan Kiamat Besar. Oleh karena itu, Kiamat Kecil tidak bisa selalu dianggap sebagai tanda-tanda awal, namun lebih sebagai tanda-tanda secara keseluruhan (tanda-tanda yang lebih kecil). Beberapa tanda Kiamat Kecil cukup menarik, tetapi untuk tujuan penelitian ini, kita tidak akan mempelajarinya lebih jauh. Kita akan langsung membahas tentang Kiamat Besar.

Pasal 2 - Teks-Teks Suci Dalam Islam

Penyelidikan kita pertama-tama harus dimulai dengan perkenalan singkat mengenai teks-teks suci dalam Islam. Tujuannya di sini adalah untuk memperkenalkan pembaca dengan teks-teks suci Islam, sehingga mereka bisa memahami posisi teks-teks suci ini dalam struktur otoritas Islam. Banyak referensi yang dipakai dalam buku ini berasal dari berbagai teks suci itu.

Qur’an
Buku suci pertama dan paling terkenal dalam Islam adalah Qur’an. Qur’an merupakan kitab suci Islam yang seluruhnya disampaikan oleh Muhammad, pendiri dan “Nabi” Islam. Secara literal Qur’an dalam bahasa Arab berarti “pembacaan” atau “bacaan”. Qur’an terdiri dari 114 pasal yang disebut Surah. Di sepanjang buku ini, ketika sebuah pasal dalam Qur’an dibacakan, akan dimulai dengan kata “Surah,” diikuti dengan bab, ayat, dan terjemahannya.
Qur’an dapat dipandang sebagai Alkitabnya Islam, mengingat kitab ini merupakan kitab suci Islam yang terutama. Meski demikian, Qur’an bukanlah satu-satunya sumber sakral atau bahkan bukan satu-satunya tradisi suci yang diinspirasikan dalam Islam. Meskipun Qur’an merupakan satu-satunya teks dalam Islam yang dipercaya sebagai kata-kata literal Allah, tetapi masih ada teks yang sama pentingnya bagi semua Muslim, yang disebut Sunah.

Pasal 1 - Mengapa Menulis Buku Seperti Ini?

KESADARAN AKAN KEBANGKITAN ISLAM


Tiuplah sangkakala di Sion dan kumandangkanlah tanda peringatan di atas gunung kudus-Ku! Biarlah gemetar seluruh penduduk negeri, karena sedang datang hari YAHWEH, sebab, ia sudah dekat.
Suatu hari kegelapan, suatu hari kesuraman, awan-awan dan kegelapan bagaikan suasana fajar pagi yang menyebar di gunung-gunung. Suatu bangsa yang besar dan kuat, tidak pernah ada yang menyerupai dia dari dahulu dan sesudahnya, dan tidak akan ada lagi sepanjang masa turun-temurun.
Yoel 2:1,2

Pada masa kini saya percaya ada berbagai isu yang ditekankan oleh Tuhan kepada pihak Barat, khususnya kepada Gereja Kristen di negara-negara Barat. Namun yang menyedihkan, di antara sedikit orang yang tampaknya mendengar bunyi sangkakala dari surga, lebih sedikit lagi yang memahami arti suara itu. Setiap hari banyak tanda-tanda yang secara literal menghiasi halaman muka surat kabar. Tetapi tampaknya hanya sedikit orang yang memahami pesan dari tanda-tanda itu. Saya berharap buku ini memberi kontribusi yang akan membuka mata banyak orang mengenai waktu-waktu yang mendekat secara cepat. Harapan dan doa saya adalah supaya buku ini menambahkan pengertian bagi mereka yang memiliki roh yang sudah waspada dan memiliki ketajaman.

Satu Lagi Omong kosong Mengenai Akhir Jaman?
Sebelum mulai, saya ingin mengetahui sikap anda mengenai studi tentang isu-isu akhir jaman. Jika anda adalah seorang yang memandang sinis terhadap studi seperti ini, maka sebelum memulainya, saya meminta anda untuk melakukan sesuatu. Saya ingin anda membaca Bagian Tambahan terlebih dahulu.

Ucapan Terimakasih

TERIMAKASIH UNTUK ISTRIKU

Saya sangat berterimakasih untuk istriku yang cantik dan kukasihi. Saya tidak dapat melakukan semua ini tanpa dirimu – kau sudah tahu itu – namun saya juga ingin semua orang mengetahuinya. Kau layak mendapatkan banyak hal. Aku mencintaimu.


DAN UNTUK BANYAK ORANG LAINNYA

Saya ingin berterimakasih pada teman baik saya Adam karena dengan berani ia menolak untuk menerima status quo. Engkau meneguhkan dan menginspirasi saya untuk menggali di tempat-tempat yang hanya dijalani sedikit orang. Saya ingin berterimakasih pada Wes dan Jane atas pertolongan dan dukungan kalian. Kalian adalah pasangan yang menakjubkan. Terimakasih Robert Livingston dan Ralph Stice, untuk persahaban kalian dan juga dukungan kalian pada saya dalam menjalani seluruh proses ini. Kalian benar-benar nabi sejati. Untuk sang Profesor konservatif dari Chicago, (kau tahu kaulah orangnya) karena kaulah yang pertama-tama memberikan waktu bagiku untuk mengerjakan seluruh proses ini – engkau adalah pelopor sejati dan juga sangat bermurah hati. Juga terimakasih dan sekaligus permohonan maaf untuk J. Hall yang menjadi pembaca pertama dan mengomentari versi awal yang masih kacau balau.

ANTIKRISTUS: MESIAS YANG DINANTIKAN ISLAM

Komentar

“Dengan pikiran seorang sarjana dan hati seorang pendoa syafaat, Joel Richardson telah mengemukakan sebuah gambaran yang menggugah rasa ingin tahu kita akan “peperangan akhir jaman” yang akan datang. Saat Islam militan bangkit dengan angkara murka, dan dengan dukungan suatu roh yang anti-semitis, pada saat itu akan bangkit pula sekelompok orang yang rela memberikan hidup mereka bagi Injil Yesus Kristus. Menggemparkan...Mencerahkan...dan merupakan sebuah penyadaran untuk semua orang percaya yang tulus hati”.
– James W. Goll, Pendiri Encounters Network
Penulis The Seer, The Lost Art of Intercession and Praying for Israel’s Destiny


“Joel Richardson telah menyampaikan sebuah konsep yang cerdas, patut dipikirkan, penuh belas kasih dan berdasarkan Firman Tuhan; berkenaan dengan anti paralel teologis yang menakjubkan, antara eskatologi Islam radikal dan iman Alkitabiah. Ia sangat menekankan bahwa hal ini bukan suatu kebetulan humanistis semata. Namun, Joel juga bukan seorang yang bereaksi secara berlebihan, juga bukan seorang radikal paranoid.

Rabu, 05 Agustus 2009

SEBUAH BUKU PEMBAWA DAMAI

Sejak tanggal 11 September 2001, Alquran menjadi kitab yang paling laris bukan hanya di dunia Arab tetapi juga di dunia Barat. Mengapa orang-orang Barat tiba-tiba tertarik pada buku yang menjadi kitab suci dari agama Islam tersebut ? Beberapa orang Muslim yang sangat taat berharap bahwa peningkatan penjualan Alquran di dunia Barat akan menyebabkan banyak orang Barat berpindah ke agama Islam. Namun dalam kenyataannya, orang-orang Barat membeli Alquran semata-mata disebabkan karena mereka terganggu oleh pertanyaan- pertanyaan berikut : Macam apakah Alquran tersebut yang menurut al-Qaeda dan revolusi-revolusi Muslim bersenjata lainnya merupakan kitab yang melegitimasi terorisme ? Apakah Alquran mendukung keradikalan umat Muslim atau apakah Alquran benar-benar sebuah buku pembawa damai sebagaimana yang diklaim oleh sebagian umat Muslim ?

Komentator media Barat biasanya menjuluki para teroris Islam sebagai orang-orang fanatik yang mengutip ayat-ayat Alquran semata-mata untuk melegitimasi tujuan-tujuan politik anti-Amerika dan anti-Israel yang mereka canangkan. Tidak lama setelah penyerangan di New York dan Washington, D.C., Presiden George W. Bush menyatakan bahwa Osama bin Laden dan para pengikutnya telah "membajak" suatu agama besar untuk mencapai tujuan-tujuan politik irasional mereka sendiri.1

­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­ _______________________________________

Presiden Bush menyatakan bahwa

Osama bin Laden dan para pengikutnya

telah "membajak" suatu agama besar.

_______________________________________

Pada saat yang bersamaan, para reporter media lainnya menginformasikan bahwa para anggota al-Qaeda pimpinan Osama bin Laden bukan hanya membaca Alquran, tetapi mereka sesungguhnya menghafal banyak sekali ayat-ayat Alquran.

REKOMENDASI BAGI BUKU S E C R E T S O F T H E K O R A N

Jika seseorang mengabaikan pesan utama dari buku ini, hal tersebut berarti dia harus menanggung risiko sendiri. Sementara orang mengatakan: "pengabaian adalah kebahagiaan". Mereka keliru. Pengabaian dapat membuat seseorang mengalami kerugian besar. Dan itu akan terjadi kalau yang diabaikannya adalah topik tentang Islam. Manakala seseorang mendiskusikan sesuatu tentang Islam, dia dihadapkan pada dua pilihan : (1) menyatakan kebenaran dan itu berarti membuat orang-orang kecewa atau (2) menyenangkan orang dengan cara menutup-nutupi kebenaran fakta. Don Richardson memilih yang pertama. Dia adalah pembicara yang selalu menyampaikan kebenaran fakta. Hal tersebut membuat dia tidak populer, tetapi berita-berita yang disampaikannya adalah benar dan sesuai dengan kenyataan historis. Saya sangat menganjurkan anda membaca buku berjudul Secrets of the Koran karya Don Richardson ini.

DR. JIM GARLOW

Penulis, A Christian's Response to Islam

Secrets of the Koran, yang ditulis oleh seorang misionari yang sangat terkemuka pada masa kini, merupakan sebuah buku yang tepat bagi orang-orang yang cinta kebenaran. Pada suatu hari Yesus melintasi daerah Samaria (Yoh 4 : 4) dalam perjalanan untuk melayani seorang wanita Samaria (Yesus mengasihi). Ketika wanita Samaria tersebut bertemu dengan Yesus dia mengatakan bahwa nenek moyangnya melakukan pemujaan di atas gunung. Kemudian Yesus berkata kepadanya : "Kamu menyembah apa yang tidak kamu kenal" (Yoh 4: 22) (Yesus mengatakan kebenaran).

DAFTAR ISI RAHASIA RAHASIA ALQURAN

Sekapur Sirih .................................................................................
Oleh Reza F. Safa



Prakata ............................................................................................



Pendahuluan .................................................................................
Dari Anak Perdamaian Sampai Alquran



Bab Satu ........................................................................................
Sebuah Buku Pembawa Damai



Bab Dua ........................................................................................
Musuh Dalam Selimut



Bab Tiga ........................................................................................

Ayat-Ayat Yang Memerintahkan Kekerasan, Dan Tindakan-Tindakan Kekerasan



Bab Empat .................................................................................
Mengkritik Alquran



Bab Lima ........................................................................................
Poligami Dan Nabi Islam



Bab Enam ........................................................................................

Bagaimana Umat Muslim Berusaha Untuk Mempertahankan (Membela) Alquran



Bab Tujuh ........................................................................................

Non-Muslim Berusaha Untuk Membela Alquran



Bab Delapan ................................................................... …………

Allah Alkitab Perjanjian Lama Dan Alquran



Bab Sembilan ......................................................... ….. ……………

Akhlak Alkitab Perjanjian Baru Dan Alquran



Bab Sepuluh .....................................................................................

Pewaris Kesupremasian Nabi Militan Yang Berhaluan Keras



Bab Sebelas ...................................................................

Rencana Islam Mendominasi Dunia



Bab Duabelas ............................................................... …………..

Infiltrasi Islam Ke Dalam Budaya Barat



Bab Tigabelas ..................................................................................

Tulah Belalang Abad Ke-21



Bab Empatbelas ...........................................................................

Eropa : Suatu Benua Yang Oto-Genosida



Bab Limabelas .................................................................................

Louis Farrakhan, Islam Dan Perbudakan



Bab Enambelas ............................................................................

Tinjauan Atas Buku Berjudul Islam Militan Mencapai Amerika



Bab Tujuhbelas ...........................................................

Apa Yang Harus Kita Lakukan



Epilog ............................................................................................



Menyoroti Rahasia-Rahasia Alquran Dengan Sinar- X



Apendiks A .................................................................................

Kontroversi Kaum Eksklusif / Kaum Inklusif Kristen Selama Berabad-Abad



Apendiks B ..........................................................

Ayat-Ayat Alquran Yang Memerintahkan Perang



Daftar Pustaka ..........................................................................

Jumat, 31 Juli 2009

RAHASIA-RAHASIA ALQURAN (P E N D A H U L U A N)

DARI

ANAK PERDAMAIAN SAMPAI ALQURAN

Mereka yang telah membaca karya saya sebelumnya yang berjudul "Peace Child, Lords of the Earth, dan Eternity in Their Hearts" pasti ingat bahwa saya telah menjelaskan mengenai dokumen yang sesungguhnya merupakan keistimewaan kehidupan manusia yang sangat menarik. Saya menyebutnya "analogi penebusan". Bekerja sebagai peneliti linguistik, tabib dan pendidik di kalangan suku bangsa-suku bangsa Jaman Batu di Irian Jaya, Indonesia, saya dan isteri saya, Carol, mengenal banyak adat dan kebiasaan, legenda-legenda dan tradisi-tradisi setempat yang sesungguhnya serupa dengan laporan Alkitab mengenai kehidupan dan pengajaran Yesus. Seorang advokad yang sensitif mungkin akan memanfaatkan unsur-unsur kultural insidental ini sebagai jembatan untuk membujuk suku bangsa- suku bangsa minoritas yang merasa terancam untuk menjauhi hal-hal seperti perang antar suku, kanibalisme , dan pengayauan -- sebelum polisi negara dengan bersenjatakan AK-47 melakukan tindakan represif yang membuat jera mereka.

PENELITIAN SAYA ATAS ANALOGI- ANALOGI PENEBUSAN

Dalam buku "Peace Child" (Anak Perdamaian), saya mengungkapkan bagaimana Carol dan saya bersahabat dengan suatu suku bangsa yang disebut suku Sawi yang merupakan pengayau- pengayau kanibalistik yang berjumlah 3000 orang.

RAHASIA-RAHASIA ALQURAN

Sekapur Sirih

Pada tanggal 11 September 2001, dunia mengalami suatu perubahan besar. Dalam alam spiritual, kuasa kegelapan telah mempermaklumkan suatu deklarasi baru menyangkut keberadaannya, tujuannya, dan ketetapan-ketetapannya. Dalam alam nyata dunia kita ini menghadapi suatu tantangan baru yang mengancam keberadaannya. Musuh yang terlihat tersebut bukanlah semacam paham filosofis, seperti umpamanya komunisme, tetapi merupakan suatu ideologi teologis yang sangat menakutkan yang sedikit banyak telah merasuki hati dari 1,2 milyar manusia di seluruh dunia.

Dalam arena politik, kompromi-kompromi yang dihasilkan sesungguhnya merupakan suatu ekses dari eksistensi sistem yang berlaku.

Selasa, 28 Juli 2009

AKAR-AKAR TERORISME DALAM AL'QURAN (by Mohammed Ghazoli)

Peristiwa seperti ini adalah mirip dengan perkawinan Muhammad dengan Juwairiyyah bint Al-Haris, yang terjadi ketika nabi membunuh ayah dan suaminya yang ditawan, lalu mengawini sang istri. Aisyah menjawab perilaku Muhammad ini dengan mengkhianatinya sebagaimana dikutip di atas.[1] Di sini, saya hanya mempersoalkan sebuah pertanyaan klasik: Apakah itu adalah perilaku dari seorang nabi yang diutus Tuhan? Sangat jelas bahwa Islam berkembang dilandasi dengan banyak darah tertumpah. Dimulai dengan perampasan, pembunuhan, pencurian dan perampokan karavan-karavan kaum Quraishi yang datang dari Damaskus ke Mekah. Kemudian berlanjut dengan menyerang kaum Yahudi, baik itu di Khaybar maupun di Medina, dan kaum Nasrani di Medina dan Taif juga tidak luput dari pembantaian.

Kaum Muslim hingga kini mengikuti langkah-langkah Muhammad, sebagai pendiri Islam. Itu sebabnya, hari ini kita menyaksikan para Islamist di Mesir merampok gereja-gereja dan toko-toko orang Kristen, membunuh mereka tanpa perasaan. Di Aljazair, Muslim fanatik telah membunuh orang-orang tidak berdosa tanpa pertanyaan, Muslim maupun non-Muslim, hanya karena merasa ada pihak-pihak yang menentang agenda politik dan agama Islam.

KEKERASAN, BUMERANG BAGI ISLAM?

TV Al-Jazeera tanggal 21 Februari 2006 menayangkan sebuah debat-interview dari MEMRI TV Clip yang menggemparkan dunia Islam. Seorang psikiater wanita Arab-Amerika, Dr. Wafa Sultan berdebat dengan Sheik Dr. Ibrahim Al-Khouli. Hasilnya begitu menghebohkan sehingga 3 minggu sesudahnya, Clip tersebut telah dikunjungi lebih dari 3 juta pemirsa pada website MEMRI TV. Intisari dari debat-interview tersebut juga dipetikkan dan diberitakan dalam halaman depan New York Times, tanggal 11 Maret 2006. Anda dapat menyaksikan Clip ini serta transkrip New York Times yang lengkap dengan mengunjungi www.memritv.org/search.asp?ACT=S 9&P1=1050 dan http://memri.org/bin/opener latest.cgi?ID=SD111306

Dalam debat interview tersebut, Dr Sultan mengkritisi dengan sengit para ulama Muslim, pejuang perang suci dan pemimpin politik yang dianggap telah melencengkan ajaran Nabi Muhammad dan Al-Quran selama 14 abad. Ia berkata bahwa dunia Muslim – yang dibandingkannya terhadap Yahudi – telah jatuh dalam pusaran kasihan diri dan kekerasan.

Pertukaran Pikiran - Dialog Antar Budaya

Muslim berkata mereka ingin berdialog (bertukarpikiran) antar budaya. Budaya apa? Islam sendiri adalah anti budaya. Islam menentang kebudayaan. Islam adalah barbar dan biadab. Lebih jauh lagi, pertukaran pikiran bukanlah kebiasaan dalam dunia Islam.

Di bulan September 2006, para Muslim sekali lagi mengangkat senjata. Kali ini gara2 ucapan Paus Benedict XVI di Universitas Regensburg di Jerman, di mana dia menjabat sebagai profesor di bidang theologia. Di pidatonya yang berjudul “Iman dan Akal” dia menjabarkan perbedaan mendasar antara pandangan Kristen bahwa Tuhan adalah makhluk berakal, dan ini serupa dengan konsep Yunani tentang logos, dan pandangan Islam bahwa “Tuhan sama sekali di luar akal,” sehingga melakukan apapun yang menyenangkan hatinya, tidak dibatasi apapun, termasuk akal, dan, karenanya, perbuatannya tidak masuk akal bagi manusia.

Paus Benedict mengutip percakapan yang terjadi di tahun 1391 antara Kaisar Bizantium Manuel II Paleologus yang terpelajar dan ilmuwan Persia tentang hal Kristen dan Islam. “Dalam diskusi ini,” kata Paus, “sang Kaisar membahas tentang jihad (perang suci Islam) dan mengatakan pada rekan diskusinya, ‘Tunjukkan padaku apa yang baru yang diajarkan Muhammad, dan yang kau akan temukan hanyalah kejahatan dan kebiadaban, seperti misalnya perintahnya untuk menyebarkan agamanya dengan pedang.’ Setelah menyatakan pendapatnya secara tegas, sang Kaisar melanjutkan dengan menerangkan alasan2 yang rinci mengapa menyebarkan agama dengan pedang merupakan perbuatan yang tidak masuk akal.

KESAKSIAN: SANG PENIPU

Saya (OA) lahir tanggal 18 November 1956 dari keluarga poligami yang tidak mengenal Kristus. Ibu sangat menderita saat mengandung dan melahirkan saya, karena saya adalah anak ke-10 dalam keluarga dan ke-9 kakak saya semuanya meninggal saat masih bayi atau pun dalam kandungan, sehingga ketika keluarga tahu bahwa ibu mengandung, mereka menolak dan menyingkirkannya. Akhirnya, ibu saya bersembunyi di sebuah kampung terpencil. Saya tidak lahir tepat pada saatnya, tapi pada usia kandungan ibu saya 18 bulan, sehingga ia sangat kesakitan saat saya lahir. Ibu dibawa ke rumah sakit yang sangat jauh dari kampung karena komplikasi. Orang tua saya tidak mau memberikan nama, karena takut saya akan meninggal jika diberi nama.

Lagipula dalam adat saya, pemberian sebuah nama harus dilakukan dengan perayaan yang sangat mahal. Hal itu membuat saya dipanggil sekenanya pada masa kanak-kanak, sehingga pada saat remaja, saya memberi nama diri saya sendiri "Wahid".

Saya sebenarnya anak yang cerdas di sekolah (Ahmadiyah Grammar School), namun saya juga sekaligus anak yang nakal, suka merokok, dan melakukan begitu banyak kenakalan remaja. Hal itu membuat saya menjadi anak yang paling banyak dihukum di sekolah, dan saya bangga akan hal itu. Sekolah segan mengeluarkan saya karena saya anak yang sangat cerdas, bahkan berhasil lulus SMA dengan nilai yang tinggi.

Jika Orang Waras Mengikuti Orang Tidak Waras

Satu cara untuk mengerti Islam dan sifat fanatik para pengikutnya adalah dengan cara membandingkannya dengan aliran kepercayaan sesat lainnya. Islam dianut oleh kurang lebih 1.2 milyard Muslim. Jika kau sendiri adalah Muslim, kau tentunya telah bertemu dengan orang2 Muslim dan tidak melihat apapun yang salah dalam diri mereka. Para Muslim bisa tampak seperti kebanyakan orang lain yang bekerja dan membesarkan anak2 mereka. Mereka bisa jadi adalah para karyawan, kolega, pemimpin, tetangga, dan warga negara yang baik. Mereka ramah, tidak lebih baik atau buruk dibandingkan orang lain pada umumnya. Mungkin tiada yang tampak aneh pada diri mereka yang membuat orang lain menduga mereka anggota dari aliran sesat. Akan tetapi, jangan biarkan penampilan mereka mengelabuimu. Islam adalah aliran sesat dan Muhammad bermental sesat.

Berdasarkan kamus, penjabaran kata fanatisme adalah antusiasme (kesenangan) yang berlebihan, pengabdian yang tak masuk akal, pemikiran yang liar dan muluk terhadap sesuatu hal, terutama agama.

Muhammad dan aliran Sesatnya

Kita sering tersentak oleh tingkat fanatisme muslim. Jutaan muslim melakukan kerusuhan, membakar gereja2 dan membunuh orang2 tak bersalah hanya karena satu koran menerbitkan kartun Muhammad atau karena Paus mengutip perkataan Kaisar abad pertengahan yg bilang kekerasan tidak cocok dengan sifatnya Tuhan.

Orang2 pada umumnya berat sebelah dan cenderung memihak pada sebuah sistem kepercayaan yang punya banyak pengikut. Mereka percaya bahwa jumlah besar dari islam membuatnya pantas dianggap sebagai sebuah agama. Tapi apakah islam benar2 sebuah agama?

Ada yang bilang bahwa semua agama pada awalnya adalah sebuah cult (aliran kepercayaan) sampai, seiring berlalunya waktu, mereka pelahan mendapat penerimaan dan mendapat status agama. Betapapun, ada karakteristik tertentu yang membedakan cult dari agama. Dr. Janja Lalich dan Dr. Michael D. Langone telah membuat daftar yang menjelaskan cult dengan cukup adil.[1] Semakin banyak sebuah kelompok atau sebuah doktrin punya karakteristik ini, semakin dekat dan menjadi keharusan utk didefinisikan dan diberi label sebagai sebuah cult, bukannya agama. Berikut ini adalah daftar tsb, yang saya bandingkan dengan Islam, poin demi poin.

1. Kelompok ini menunjukkan kefanatikan yang berlebihan dan komitmen tanpa keraguan/pertanyaan2 terhadap : pemimpinnya (baik sudah mati ataupun masih hidup), sistem kepercayaannya, ideologinya dan praktek2nya, dan menganggap itu semua sebagai hal yang Benar, sebagai Hukum.

Para muslim sangat sangat fanatik akan kepercayaan mereka dan punya komitmen luar biasa, tanpa/tidak boleh banyak tanya tentang nabi mereka, kitabnya, Quran, bagi mereka adalah Kebenaran dan Hukum.


Selasa, 07 Juli 2009

Penyakit pada Tubuh Muhammad

Secara fisik, Muhammad adalah orang yang sakit. Ketika masih muda, tentunya penampilan Muhammad menarik hati Khadijah. Akan tetapi di tahun2 terakhir hidupnya dia memiliki keanehan fisik yang mengherankan pengikut2nya. Anad berkata, “Sang Nabi punya tangan2 dan kaki2 yang besar, dan aku tidak pernah melihat orang lain seperti dia, sebelumnya atau sesudahnya, dan telapak tangannya lembut.” [1]

Selain tangan2 dan kaki2nya, bagian2 wajahnya juga membesar di luar proporsi normal. Imam at-Tirmidhi [2] di bukunya yang berjudul Book of Merits (manaqib), teleh mengumpulkan beberapa ahadis yang menjabarkan penampilan fisik Muhammad. Pengamatan terhadap ahadis ini akan memberi keterangan bagaimana keadaan kesehatan dan penyakitnya. Aku mengutip penjabaran lengkap dari pengikutnya tentang dirinya – mereka memuji kebinarannya, mengatakan ketampanannya melebihi bulan, atau setiap orang berdiri kagum atas ketampanannya yang bagaikan bulan dan penampilannya yang mempesona, dll.