Rabu, 24 Maret 2010

BANGKITNYA ISLAM & ASAL MUASAL AGAMA KRISTEN

SURAT-SURAT PAULUS
Surat-surat Paulus ditulis sebelum Injil Markus dan mengherankan bahwa didalamnya tidak ditemukan rincian mengenai kehidupan Yesus seperti yang kita temukan dalam injil; tidak ada rujukan tentang orang tua Yesus, atau kelahiran dari seorang Perawan, atau tempat kelahiran Yesus; tidak juga disebutkan tentang Yohanes Pembaptis, Yudas, atau tentang penyangkalan Petrus. Seperti G.A. Wells[93] tunjukkan, “tidak ada indikasi tentang waktu atau tempat keberadaan Yesus di bumi. Tidak pernah ada acuan tentang pengadilan di hadapan petinggi Romawi, tidak juga tentang Yerusalem sebagai tempat eksekusinya. Tidak disebutkan tentang mukjijat-mukjijat yang katanya dia lakukan.” Bahkan doktrin-doktrin Yesus dalam injil yang jelas bisa dipakai oleh Paulus dalam doktrinnya, tetap tidak ada.

Surat-surat Paulus awal yang ditulis sebelum 90M, juga tidak memberikan perincian sejarah yang meyakinkan. Hanya dalam surat-surat yang terakhir, yang ditulis sekitar 90M–110 M, kita mendapatkan rincian yang kita telah kenal lewat injil. Akibatnya, Wells[94] menyimpulkan:
Sejak itu, surat-surat terakhir ini memberikan biografi Yesus, jadi tidak bisa dikatakan bahwa secara keseluruhan surat-surat Paulus ini tidak tertarik akan biografi Yesus, dan perlu ditanya kenapa surat-surat awal lainnya (bukan hanya surat Paulus) menulis sejarahnya Yesus dengan cuma sekilas saja. Perubahan penulisan mengenai Yesus setelah tahun 90M dapat dimengerti jika kita menerima bahwa kehidupannya dibumi pada abad pertama di Palestina ini hanya dikarang belakangan saja. Tapi untuk menganggap eksistensi Yesus saat itu sebagai fakta sejarah tetap akan mengundang teka teki.

Penanggalan Injil Markus
Kapan dan kenapa biografi Yesus pertama kali dikembangkan? Perincian kehidupan Yesus pertama muncul dalam tulisan-tulisan Markus, yang dianggap sebagai injil awal dan banyak scholar Perjanjian Baru menetapkan tanggal pembuatannya ditahun 70M. Tapi G.A. Wells berkeras bahwa Markus ditulis sekitar 90M, ketika “Agama Kristen di Palestina disibukkan oleh Perang Yahudi vs Romawi, dan orang-orang Kristen Gentile (bukan Yahudi) yang pertama menghubungkan Yesus dengan Pilatus dan memberi kehidupan Yesus sebuah setting sejarah, hanya mendapatkan pengetahuan tidak lengkap akan apa yang benar- benar terjadi di Palestina pada sekitar tahun 30M.”[95] Para pembela Kristen mengarang setting sejarah dan perincian akan kehidupan Yesus agar bisa menjawab tentangan Docetisme (Doktrin yang percaya bahwa tubuh kristus bukan tubuh manusia, tapi fantasi atau memang berupa tulang dan daging tapi berasal dari luar angkasa) yang menyangkal kemanusiaannya Yesus, menangkal mitos-mitos yang beredar di kalangan Kristen, untuk menetapkan realitas akan kebangkitannya, dan umumnya untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh dunia yang sangar dan skeptis terhdp Kristen saat itu.

BANGKITNYA ISLAM & ASAL MUASAL AGAMA KRISTEN
Dalam bab 3 kita melihat teori kebangkitan Islam dari generasi baru akademisi Islam. Kita sekarang berada dalam posisi untuk menilai kemiripan dari teori ini dengan teori-teori yang disajikan diatas mengenai asal muasal dari Agama Kristen. Kita mencatat sebelumnya bagaimana Goldziher mengabaikan banyak hadis tentang kehidupan Nabi, karena dianggap palsu. Goldziher menganggap sejauh ini bagian terbesar dari hadis adalah merupakan pengembangan sosial, religius dan sejarah dari Islam selama dua abad awalnya. Hadis tidak berguna sebagai dasar sejarah apapun dan hanya berfungsi sebagai penggambaran kecenderungan komunitas muslim awal. Dalam bagian berikutnya, kita mencatat bagaimana orang Kristen awal menempelkan perkataan-perkataan pada Yesus padahal kenyataannya perkataan-perkataan itu hanya menggambarkan pengalaman, harapan dan pendirian dari komunitas Kristen belaka.

Sama seperti telah kita temukan bahwa orang-orang Kristen awal mengarang perincian kehidupan Yesus untuk menjawab masalah-masalah doktrin mereka, kita juga menemukan orang-orang Arab pembawa kisah mengarang materi-materi biografi tentang Muhammad dg tujuan utk menjelaskan ayat-ayat sulit dan membingungkan dalam Quran.

Mari kita bandingkan komentar Schacht[96] mengenai hadis dalam konteks legalnya dan apa yang kita dapatkan dari penilaian Wrede tentang Injil Markus.
Tradisi dibentuk secara polemik demi menyanggah doktrin-doktrin atau praktek-praktek yg bertentangan; doktrin-doktrin yang ada dalam atmosfir polemik ini dengan seringnya disebutkan berasal dari otoritas yang lebih tinggi: “Hadis-hadis dari nabi menjadi hadis dari sahabat
(nabi) dan hadis dari sahabat menjadi hadis dari nabi.” Perincian dari kehidupan sang nabi dikarang demi mendukung dan melegalkan doktrin-doktrin tersebut.
Wrede menunjukkan bahwa Injil Markus penuh dengan kepercayaan dan harapan-harapan dari komunitas Kristen awal, bukannya kisah sebenarnya dari Yesus.[97]

Kedua agama itu pada awal munculnya, ketika kontak dan konflik dengan komunitas lain yang memiliki tradisi religius sendiri, berkembang dan mengeluarkan pembelaan akan posisi doktrin mereka dengan mengarang rincian biografi dari pendiri agama tersebut yang lalu mereka proyeksikan kembali kedalam asal muasal sumbernya yaitu Arab (utk Islam) dan Palestina (untuk KRISTEN). Agama Kristen bangkit dari gabungan gagasan Yudaisme dan Yunani-Romawi, Islam bangkit dari Talmud, Yudaisme, Kristen Siria dan secara tidak langsung juga dari Yunani-Romawi.

Seperti Morton Smith[98] nyatakan, “gereja-gereja abad awal tidak punya tubuh injil yang tetap, jangankan Perjanjian Baru.” Sementara itu, kini jelas bahwa teks-teks definitif dalam Quran masih juga belum dicapai pada abad ke-9.

Hari Kiamat
Pusat dari dalil islam adalah doktrin Hari Kiamat. Beberapa istilah dipakai dalam Quran utk menandakan hari ‘menakjubkan’ ini; Day of Standing Up, Day of Separation, Day of Reckoning, Day of Awakening, Day of Judgment, The Encompassing Day, atau lebih sederhana dan mengerikan lagi, The Hour. Sumber mutakhir dari ide-ide Muhammad akan Hari Kiamat ini berasal dari Aliran Kristen SYRIA.

Kisah-kisah dari Siria tentang hari Kiamat tersebut jelas-jelas mencengkeram imajinasi Muhammad, karena Quran penuh dengan perincian mendetil akan hari Kiamat ini; kejadian ini akan ditandai dengan tiupan terompet, terbelahnya surga/langit, hancurnya gunung-gunung jadi debu, menggelapnya langit, mendidihnya laut, terbukanya kuburan-kuburan dengan dipanggilnya manusia dan jin. Makhluk-makhluk ini lalu akan ditimbang perbuatan baiknya oleh sebuah Timbangan, dinilai oleh Tuhan, lalu ditetapkan apakah masuk Surga atau disiksa dalam neraka. Teror dari hari Kiamat ditekankan berulang-ulang lagi dan lagi, khususnya dalam ayat-ayat Mekah paling akhir, tepat sebelum Muhammad hijrah ke Medinah. Lelaki dan perempuan akan dibangkitkan, yaitu dibangkitkan dalam arti sebenarnya bersama dengan tubuh fisik mereka.

Kita tahu bahwa gagasan kebangkitan tubuh ini asing bagi pemikiran Arab, karena orang-orang pagan/berhala Mekah mengejek ide absurd ini. Para filsuf Pagan dalam polemiknya dengan orang Kristen juga mengajukan pertanyaan yang mirip: “Bagaimana caranya orang mati bangkit? Dan memakai tubuh siapa mereka bangkitnya? Apa yang sudah membusuk akan segar kembali, apa anggota tubuh yang berlepasan akan disatukan kembali, apa bagian tubuh yang termakan bisa dikembalikan… Orang-orang yang tenggelam di laut, orang yang dicabik-cabik dan yang dimakan binatang liar, yang tidak bisa dikembalikan ketanah.”[99]
Semua doktrin mengenai kelangsungan hidup, keabadian, kebangkitan menghadapi tantangan yang jelas bahwa semua manusia, lelaki atau perempuan, akan mati dan dikubur atau dikremasi, bahkan jika dikuburpun tubuh mereka akan hancur, busuk – yang sudah busuk tidak akan jadi segar lagi.

Doktrin Muslim berdasarkan pada kelangsungan hidup tubuh secara fisik: “Itulah balasan bagi mereka, karena sesungguhnya mereka kafir kepada ayat-ayat Kami dan (karena mereka) berkata: "Apakah bila kami telah menjadi tulang belulang dan benda-benda yang hancur, apakah kami benar-benar akan dibangkitkan kembali sebagai makhluk baru?" Dan apakah mereka tidak memperhatikan bahwasanya Auwloh yang menciptakan langit dan bumi adalah kuasa (pula) menciptakan yang serupa dengan mereka, dan telah menetapkan waktu yang tertentu bagi mereka yang tidak ada keraguan padanya? Maka orang- orang lalim itu tidak menghendaki kecuali kekafiran.” (Surah 17.9)

Tapi ada satu keberatan akan cerita demikian, yang Antony Flew[100] kemukakan:
Jelas Auwloh yang Maha Kuasa mestinya punya “kekuatan untuk menciptakan tubuh yang serupa dengan mereka.” Tapi jika Auwloh melakukan itu, berarti sang Nabi telah keseleo bicara. Karena dengan membuat objek tubuh yang persis, mirip, tak bisa dibedakan dari objek pertama yang sudah rusak total dan yang sudah menghilang, sama saja dengan membuat ‘bukan objek yang sama’, tapi sebuah ‘replika’. Menghukum atau memberi pahala pada sebuah replika yang dibuat pada hari Kiamat karena dosa dan kebaikan dari si Antony Flew lama yang sudah mati dan dikremasi ditahun 1984 sangatlah tidak pantas dan tidak adil, sama saja dengan memberi pahala atau menghukum seorang kembar identik akan sesuatu yang dilakukan oleh saudara kembarnya yang mati duluan tadi.

Muslim semakin tertimpa oleh kontradiksi. Mereka bilang semua manusia akan menghadap penciptanya (atau pencipta replika kita) di hari Kiamat, TAPI pada surah 2.159 dan surah 3.169 dikatakan bahwa pejihad yang meninggal dalam peperangan di Jalan Auwloh akan hidup dan berada dihadapannya saat itu juga. Tuhan dengan demikian membangkitkan mereka sebelum Hari Kiamat. Demikian pula dengan musuh-musuh Islam, Tuhan akan mengirim mereka langsung ke neraka, tanpa menunggu hari Kiamat terlebih dahulu. Pertanyaan menarik muncul di jaman transplantasi organ sekarang ini. Jika seorang pejuang suci Islam mati ketika berperang dijalan Auwloh, dan disaat itu organnya, misal jantung, ditransplantasikan ke orang lain, bagaimana si pejuang suci itu dibangkitkan tubuhnya. Dalam hal ini, tubuh yang sama tidak akan ‘sama’, karena hanya sebuah replika dengan jantung yang ‘lain’.
Jawaban “semuanya mungkin bagi Auwloh” hanyalah pengakuan akan irasionalitas mendasar dari doktrin kebangkitan ini. Secara umum, meski selama berabad-abad ada budaya pemanggilan arwah, medium, sihir dan segala macam mistik, tak satupun pernah ada bukti yang meyakinkan akan keberadaan hidup sesudah mati. Selain dari kesombongan pribadi, jelas rasa takut mati adalah penyebab adanya kepercayaan akan hidup dimasa datang, meski semua indikasi mengatakan sebaliknya.

Keberatan Moral mengenai Doktrin Kiamat
Apa hal yang belakangan dipinjam Muhammad dari Kristen? PenemuanPaulus, tujuannya melanggengkan tirani ulama, pengelompokan orang: kepercayaan akan imortalitas – itulah doktrin hari kiamat (yg dipinjam muhammad). - Nietzsche, The Anti Christ.[101]
Diluar keberatan logis dan empiris mengenai doktrin kebangkitan tubuh, ada keberatan moral yang kuat terhadap pendapat islam mengenai hidup sesudah mati. Nietzsche berpendapat dalam Twilight of the Idols dan The Anti Christ bahwa membicarakan Hidup Sesudah Mati sama saja dengan merendahkan, menghinakan dan menodai kehidupan yang sekarang. Bukannya membuat kehidupan yang sekarang menjadi berarti, doktrin Hidup Sesudah Mati malah membuat kehidupan sekarang jadi tak berarti.

Menciptakan dongeng tentang sebuah dunia ‘lain’ selain dunia ini tidak ada artinya sama sekali, kecuali cuma menjadi fitnah, umpatan, pengurangan dan curiga akan hidup yang telah diberikan pada kita sekarang; sepertinya kita membalas dendam akan hidup yang sekarang dengan sebuah khayalan akan kehidupan lain yang ‘lebih baik’.[102]
Hari Kiamat adalah balas dendam yang nikmat… Alam Baka (Beyond) --- alam disebut 'baka' hanya untuk menghina dunia yang ada ini ?[103]

Terlebih lagi, alam baka adalah sebuah cara bagi orang yang mengaku nabi untuk mempertahankan kekuasaannya, untuk menteror orang dengan siksaan neraka dan juga membujuk mereka dengan kenikmatan surgawi. Konsep alam baka, Hari Kiamat, keabadian jiwa dan jiwa itu sendiri adalah sebuah alat penyiksaan, sistem kejam yang mempertahankan nabi agar tetap menjadi tuan.[104]

Muhammad mampu mengembangkan salah satu warisan terjelek dalam ajaran Quran, yaitu Perang Jihad (dibahas di bab 10), dengan pertolongan pahala disurga bagi para martir/syuhada/sahid yang mati dijalan Islam. Seperti kata Russel, “pada tahap tertentu pengembangannya, spt dibuktikan oleh para Mohammadan, kepercayaan akan Surga punya nilai militer yang sangat besar untuk memperkuat sifat-sifat suka beperang mereka.”[105]

Sepanjang sejarah Islam, mereka yang siap mati demi agama telah diperalat secara mengerikan, para martir dipakai sebagai pembunuh (assassin) politik, jauh sebelum para pembunuh modern bermunculan diabad 11 dan 12. Teroris Timur Tengah diabad modern atau Mujahidin dianggap sebagai martir dan dimanipulasi untuk alasan-alasan politis dengan hasil yang hebat. Kebanyakan dari mereka telah kebal dari rasa takut. Seperti kata Dawkins, “Karena kebanyakan dari mereka sungguh-sungguh percaya bahwa seorang martir yang mati akan dikirim langsung ke surga. Benar-benar senjata yang hebat! Kepercayaan pada agama ini layak mendapat bab tersendiri dalam buku sejarah teknologi Perang, sejajar dengan Panah Besar, Kuda Perang, Tank dan Bom Netron.”[106]

Hidup harusnya membuat manusia sadar akan keindahan dan keberhargaannya. Fakta nyata bahwa hanya inilah satu-satunya kehidupan yang kita punya harusnya membuat kita mencoba dan memperbaikinya sebaik mungkin.

Jika pusat kehidupan seseorang tidak berada pada kehidupan yang sekarang, tapi pada alam baka, orang itu sama saja mencerabut seluruh kehidupannya (kehidupan yang sekarang dan kehidupan alam baka yang dia percayai ada padahal tidak ada). Kebohongan besar akan keabadian manusia menghancurkan segala alasan, segala naluri alaminya, naluri kebaikan dan setiap naluri untuk memajukan kehidupan berubah menjadi kecurigaan. Hidup macam itu, bahwa seakan tidak ada gunanya lagi, ITULAH yang kini menjadi "tujuan" hidup, yaitu untuk secepatnya mati di jalan Auwloh. Untuk apa rasa kebersamaan, untuk apa keturunan, nenek moyang, dan generasi yang akan datang bekerja sama, percaya, memajukan dan membayangkan kesejahteraan bersama?[107]

Etika Rasa Takut
Agama utamanya dan pokoknya didasarkan pada rasa takut. Sebagian karena rasa takut atau teror akan hal-hal yang tidak kita ketahui, dan sebagian lagi pada keinginan utk merasakan bahwa kita punya seseorang/sesuatu yang akan membantu dalam segala kesulitan dan pergumulan. Rasa takut adalah dasar dari semuanya – rasa takut akan misteri, akan kalah, akan mati. Rasa takut adalah Induk kekejaman, tidak heran jika kekejaman dan agama selalu berjalan bersamaan. - Bertrand Russel.[108]

Kita sudah mengacu pada fakta bahwa sistem etika Quran seluruhnya didasarkan pada rasa takut. Muhammad memakai kemarahan Tuhan sebagai senjata untuk mengancam musuh-musuhnya, menteror pengikutnya sendiri agar bertindak sesuai keinginannya dan patuh sepenuhnya pada dia. Seperti dikatakan Sir Hamilton Gibb, “Bahwa Tuhan adalah Tuan yang Maha Kuasa dan manusia adalah makhlukNya yang selalu ada dalam bahaya akan kemarahanNya – inilah dasar dari semua teologi dan etika muslim.” [109]

Gagasan akan hukuman tiada akhir juga tidak sesuai dan tidak pantas dengan ide Tuhan Maha Pemurah dan Maha Penyayang; bahkan lebih tidak sesuai lagi jika kita gabungkan dengan doktrin Quran akan takdir. Tuhan khusus menciptakan makhluk untuk mengisi neraka.
Terakhir, rasa takut merusak semua moralitas sejati – dibawah beban rasa takut ini manusia bertindak diluar hal-hal bijaksana demi menghindari siksaan neraka, yang sama tidak nyatanya seperti kenikmatan tempat pelacuran surga yang ditawarkannya.

Hukuman Ilahi
Quran menjatuhkan hukuman yang hanya bisa disebut barbar. Para relativis membela kebiasaan-kebiasaan tidak manusiawi yang dituliskan dalam Quran ini dg mengklaim bahwa itu semua adalah praktek-praktek normal dijamannya tapi mereka mendapatkan diri mereka terdiam ketika dihadapkan pada kekejian yang ditimbulkan ketika hukuman-hukuman itu dilakukan diabad 20, abad yang katanya telah dicerahkan. Padahal Quran adalah perkataan Tuhan – harus selalu benar utk segala jaman.

Amputasi (Pemotongan anggota tubuh)
Surah 5.38 mengatakan : “Laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri, potonglah tangan keduanya (sebagai) pembalasan bagi apa yang mereka kerjakan dan sebagai siksaan dari Auwloh. Dan Auwloh Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” Menurut hukum Islam, “tangan kanan pencuri harus dipotong pada pergelangan tangan dan ujung lengannya bekas potongan tersebut lalu dibakar, dan untuk pencurian kedua, kaki kiri dipotong, untuk pencurian berikutnya dia harus ditambah dengan menderita dipenjara.” [110]

Penyaliban
Surah yang sama 5.33 berkata: “Sesungguhnya pembalasan terhadap orang-orang yang memerangi Auwloh dan Rasul-Nya dan membuat kerusakan di muka bumi, hanyalah mereka dibunuh atau disalib, atau dipotong tangan dan kaki mereka dengan bertimbal balik, atau dibuang dari negeri (tempat kediamannya). Yang demikian itu (sebagai) suatu penghinaan untuk mereka di dunia, dan di akhirat mereka beroleh siksaan yang besar,”

Perempuan dipenjara
Karena tindakan zinah, Quran tidak mengatakan apapun akan perajaman sebagai hukuman zinah. Tapi Quran mengatakan dalam surah 4.15 : “Dan (terhadap) para perempuan yang mengerjakan perbuatan zinah, hendaklah ada empat orang saksi di antara kamu (yang menyaksikannya). Kemudian apabila mereka telah memberi persaksian, maka kurunglah mereka (perempuan-perempuan itu) dalam rumah sampai mereka menemui ajalnya, atau sampai Auwloh memberi jalan yang lain kepadanya.”

Pencambukan
Tapi dalam sura 24.2-4 dikatakan seratus cambukan untuk zinah: “Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus kali dera, dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Auwloh”
Rajam diterapkan pada tahap berikutnya. Seperti kita catat sebelumnya, ayat rajam bisa jadi pernah menjadi bagian dari Quran, tapi ini disangkal oleh beberapa scholar Islam.

Para pembela Islam sering berpendapat bahwa hukum Islam sesuai dengan Hak Asasi Manusia. Artikel 5 dari Deklarasi HAM 1948 menyatakan, “tidak boleh ada penyiksaan atau perlakuan atau hukuman yang merendahkan, tidak manusiawi atau kejam.” Jadi ... memotong tangan, mencambuk dan merajam itu manusiawi atau tidak yah ?

Kesalahan Sejarah dalam Quran
Dalam Surah 40.36 Quran keliru mengidentifikasi Haman, yang aslinya adalah mentri Raja Persia Ahasuerus (ada dalam kitab Ester), di Quran Haman disebut sebagai mentrinya Firaun di jaman Musa.
Kita juga sudah tahu kekeliruan Maria, ibunya Yesus, dengan Maria saudara perempuannya Musa dan Harun dalam surat 19.28. Dalam surah 2.249 dan 250 jelas ada kebingungan antara kisah Saul disana dengan kisah Gideon di Hakim-hakim 7.5

Kisah Aleksander Agung dalam Quran (18.83) adalah ngawur, kacau dan parah secara sejarah; kita yakin bahwa kisah dalam Quran itu didasarkan pada roman sejarah dari Aleksander Agung. Dilihat dari hal apapun, orang Macedonia itu bukanlah seorang muslim dan tidak hidup dijaman kuno ataupun sejaman dengan Abraham seperti yang dipercaya muslim.

Peraturan bagi komunitas Muslim
Quran berisi juga aturan-aturan dan kaidah-kaidah lain untuk bertingkah laku sebagaimananya seorang muslim dalam komunitasnya. Kita bisa melihat posisi perempuan, tentang perkawinan dan cerai didalam surah 14, institusi perbudakan dan doktrin perang suci di surah 8 dan 9, dan larangan-larangan makan minum tertentu di surah 15. Resep sosial lain mengenai zakat, bunga, warisan, sholat, ibadah haji dan puasa. Sebagian dilakukan sebagai kewajiban dan yang lainnya bukan. Quran juga menggabungkan banyak aturan moral yang, meski bukan orisinil ataupun dalam, tapi tak ada yang protes: tentang kebaikan dan rasa hormat pada orang yang lebih tua dan pada orang tua, murah hati pada yang miskin, memaafkan bukannya membalas. Juga berisi ayat- ayat tentang keindahan dan kebesaran. Tapi untuk keseimbangan, efek ajaran Quran membuat bencana bagi kemajuan akal dan sosial, intelektual dan moral. Jauh sekali jika disebut perkataan-perkataan dari Tuhan, karena isinya banyak prinsip-prinsip barbar yang tidak pantas berasal dari makhluk Maha Kuasa yang Maha Pemurah. Bukti-bukti banyak dan cukup disediakan yang menunjukkan bahwa Quran berisi jejak-jejak Muhammad, yang nilai moralnya serupa dengan pandangan dunia diabad ke-7 sat itu, sebuah pandangan yang tidak lagi kita anggap sebagai valid/sah.

Tentang Agama Umumnya, dan Islam Khususnya
Orang sering diberitahu bahwa menyerang sebuah agama adalah salah karena agama membuat orang jadi baik. Sayapun diberitahu; tapi saya tidak melihat itu benar. -Bertrand Russell.[111]
Tidak ada alasan yang cukup untuk percaya agama manapun itu benar. Malah kebanyakan hanya membuat klaim yang menunjukkannya sebagai palsu atau tidak mungkin. Meski begitu, beberapa filsuf terkenal berpendapat bahwa, meski palsu, agama-agama ini perlu utk bimbingan moral, pengendalian moral dan kestabilan sosial. Filsuf Quine berkata, “Tetap ada pertanyaan akan nilai sosial dari pengendalian dan tujuan yang ditanamkan dalam agama-agama tertentu, walau fakta-fakta yg ada tentang agama itu palsu. Jika nilai agama ini memang sebesar yang saya kira, maka akan timbul dilemma melankolis antara pencerahan sains dan pengembangan delusi.” [112]

Pandangan demikian salah secara empiris dan menjijikan secara moral. Mari kita lihat bukti, pertama, seperti Russel [113] kemukakan: "Berdasarkan fakta, semakin hebat sebuah agama dan semakin besar kepercayaan dogmatisnya, semakin besar juga kekejaman dan keburukannya. Dijaman ketika orang sungguh-sungguh percaya akan agama, ada inkuisisi dengan siksaannya, dimana jutaan perempuan malang dibakar dengan tuduhan tukang sihir; dan banyak lagi segala macam kekejaman yg dipraktekkan dalam nama agama."

Kita semua fasih benar akan peperangan yang dilakukan atas nama agama Kristen, tapi kita sama sekali blo’on akan peperangan yang dilakukan Muslim untuk Islam. Saya mendiskusikan intoleransi dan kekejaman Islam di bab 9. Saya hanya akan tunjukkan beberapa kekejian yang dilakukan atas nama Auwloh di abad 20. Selama beberapa tahun belakangan ini, para pemimpin sok suci dan sok berbudi dari kelompok-kelompok Islam di Afghanistan telah melakukan peperangan sipil yang mengerikan untuk mendapatkan kekuasaan. Diantara lima sholat wajib pada Auloh SWT, mereka mampu membunuh ratusan sipil tak bersalah. Ribuan orang terusir ke negara Pakistan dimana mereka membayangkan nostalgia hari-hari damai dibawah pemerintahan komunis. Menurut sebuah laporan dari International Herald Tribune (26 April 1994), perang sipil disana (MUSLIM vs MUSLIM), yang ketika itu memasuki tahun ketiga mengambil nyawa lebih dari 10.000 orang. Di Kabul saja 1500 orang terbunuh antara bulan Januari dan April 1994.

Sudan
Saat tulisan ini dibuat (Juni 1994), pembantaian berlangsung di Sudan dinama hukum Islam didirikan oleh Diktator Jendral Numeiri tahun 1983, meski hampir sepertiga populasinya bukan muslim, tapi orang Kristen dan animisme. The Islamic North of Sudan telah memerangi orang Kristen dan animis di selatan. Sejak 1983, lebih dari setengah juta orang terbunuh. Jumlah yang sama dipaksa keluar dari Khartoum, ibukota Sudan, untuk mendirikan kemah-kemah di gurun pasir dimana suhunya mencapai 120 derajat F, dan tidak ada fasilitas kesehatan, air, makanan atau sanitasi. Dalam artikel di the Economist (9 April 1994) yang berjudul “The Blessings of Religion” (Berkat-berkat Agama) dikatakan, “Didanai oleh Iran, pemerintah telah mempersenjatai tentaranya dengan senjata-senjata modern buatan Cina. Dibulan belakangan ini perang masih berbau jihad, ketika sekelompok tentara termakan oleh sejumlah besar mujahiden muda Sudan, yang siap mati demi Islam.”

Indonesia
Pembantaian sekitar 250 ribu hingga 600 ribu orang indonesia ditahun 1965 hanya awal belaka. Setelah kegagalan pengambil alihan kekuasaan di tahun 1965, tentara Indonesia dibantu oleh para muslim membalas dendam kepada orang-orang komunis. Tentara mendorong para nasionalis dan muslim untuk membalas dendam lama; gang-gang muslim muda membantai para keturunan cina dengan cara yang sangat mengerikan. “Tak ada yang berani keluar setelah jam 6 sore,” kata seorang keturunan cina yang keluarganya lari dari Jawa Timur. “Mereka memotong buah dada para perempuan; membuang banyak mayat kelaut hingga orang tidak mau memakan ikan laut utk waktu yang lama. Saudara saya masih bekerja ditoko ketika pagi itu para anak muda muslim datang menyerbu dengan memakai kalung telinga-telinga manusia.” (Guardian Weekly 23 September 1990). Dalam penyerangan Indonesia ke East Timor thn 1975, sedikitnya 200 ribu sipil terbunuh.

Saya menegaskan kengerian ini sebagai balasan akan omong kosong sentimental tentang “dunia timur yang spiritual,” dimana kita terus menerus diberitahukan sebagai dunia yang lebih superior dari pada dunia Barat yang ateis dan amoral; dan sebagai contoh balasan pada kepercayaan bahwa agama membuat orang jadi baik. Orang Eropa dan Asia, Kristen dan Muslim sama-sama bersalah akan kekejaman yang mengerikan; dimana ribuan orang ateis yang bukan saja menjalani kehidupan tak bersalah tapi juga bekerja keras bagi kebaikan sesama manusia.
[Note: Sayang sekali Ibn Warraq --sengaja?-- “LUPA” mengungkapkan juga bahwa di abad 20 Atheisme dibawah tameng 'sosialisme- komunisme' membantai 30 juta orang sipil di Cina dan 20 juta orang di Rusia, belum lagi di negara-negara Eropa Timur lainnya. Belum lagi gerakan-gerakan sosialisme lain di Spanyol misalnya, telah menyebabkan perang saudara sampai puluhan tahun! Serta jangan lupa juga korban-korban 'fasisme' -yg merupakan bentuk lain atheisme- membunuh 6 juta Yahudi & 6 juta orang Eropa lainnya!! - admin].

Keberatan Moral akan Kegunaan
Saran pragmatis bahwa kita lebih baik mengajarkan agama, baik itu benar atau tidak, karena dg demikian orang akan jadi berkurang kekriminalannya, adalah sesuatu hal yang memuakkan dan merendahkan.. dan hal itu adalah sebuah konsekwensi alam dari sikap agama fundamental bahwa kenyamanan dan keamanan harus selalu menang diatas pertanyaan-pertanyaan rasional. – Robinson.[114]

Pendapat bahwa meski agama itu palsu tapi kita harus tetap memegangnya demi mendapatkan bimbingan moral, juga sama-sama patut dicela secara moral, karena itu adalah alasan dan kemunafikan yang tak wajar, yang berujung pada diabaikannya gagasan kebenaran. Russel menyatakannya demikian;
Begitu kita percaya bahwa agama apapun penting artinya untuk alasan-alasan selain kebenaran, maka kejahatan sudah siap-siap muncul. Diredamnya keingintahuan.. adalah yang pertama muncul, yang lainnya pastilah menyusul. Posisi kekuasaan akan terbuka bagi kaum ortodoks. Catatan sejarah harus dipalsukan jika mereka meragukan pendapat-pendapat yang telah diterima. Cepat atau lambat orang-orang unortodoks akan dianggap sebagai kriminal yang harus disingkirkan, dimusnahkan atau dipenjarakan. Saya bisa menghormati orang yang berpendapat bahwa agama itu benar dengan demikian bisa dipercaya, tapi saya hanya merasa sebal pada mereka yang bilang agama itu harus dipercaya karena berguna dan untuk mempertanyakan kebenarannya adalah buang-buang waktu saja.[115]

Bahkan ada orang yang sungguh-sungguh percaya pendapat demikian. Prof. Watt berkali-kali mengatkan bahwa kebenaran sejarah kurang penting daripada kebenaran “simbolis” atau “ikonis”. Tapi ini adalah ketidakjujuran intelektual. Dengan kata lain dari Paulus: “Jika Kristus itu dikatakan bangkit dari kematian, bagaimana bisa ada diantara kalian yg bilang bahwa tidak ada kebangkitan orang mati? Jika tidak ada kebangkitan itu, maka Kristus tidaklah dibangkitkan: Dan jika Kristus tidak bangkit, maka khotbah kita percuma saja, juga iman anda..” (1 Korintus 15.12-14).

Muslim sungguh-sungguh percaya bahwa Abraham membangun Kabah; tapi, seluruh peziarah haji jadi tak berarti – ‘iman anda juga percuma’ – jika kebenaran sejarah diungkapkan, bahwa Abraham tidak pernah menginjakkan kakinya di Arab, dan mungkin juga Abraham itu tidak pernah ada. Ini juga sebuah argumen mengagumkan dari manusia yang percaya pada Tuhan. Pastinya Tuhan akan menyetujui pencarian manusia akan kebenaran. Mungkinkah Tuhan mau berbohong dan berdalih agar manusia menyembahNya?

Saya memikirkan sebuah kasus orang yang sedang menderita hebat; atau orang yang tidak punya jalan lain untuk memperbaiki hidupnya dibumi – orang yang mendapatkan kekejaman hidup. Apakah kita punya hak utk mengatakan pada dia bahwa kepercayaan dia akan Tuhannya dan Hari-hari sesudah kematian adalah mimpi belaka, ditengah-tengah ketidakadilan yg menimpanya? Kepercayaan dia adalah satu-satunya hal yang membuat dia bisa bertahan menghadapi hidup ini. Saya tidak punya jawaban untuk ini. Tapi, tentu saja, pertanyaan ini jangan menjadi alasan bagi kita untuk tidak melakukan apapun yang memperbaiki kehidupan kita – lewat pendidikan dan tindakan sosial maupun politik.

---------------------------
[93] Wells, G.A. Art. “Jesus, Historicity of.” In KU, vol.1. Hal.364 [94] Ibid., hal.365
[95] Wells, G.A. Art. In Free Inquiry, vol 3., no.4, Fall 1983.
[96] Shacht, Joseph, and C.E. Bosworth. The Legacy of Islam. Oxford, 1974. Hal.156 [97] Hoffmann, R. Joseph and G.A. Larue, eds. Jesus in History and Myth. Amherst, N.Y., 1986. Hal.15
[98] Ibid., hal.48
[99] Momigliano, A., ed. The Conflict between Paganism and Christianity in the 4th Century. Oxford, 1970. Hal.161
[100] Flew, Antony. God, Freedom and Immortality. Amherst, N.Y., 1984. Hal.107 [101] Nietzsche. The Portable Nietzsche. Ed. W. Kaufmann. New York, 1974. Hal.618 [102] Ibid., hal.484
[103] Ibid., hal.535
[104] Ibid., hal.612
[105] Russell, Bertrand. Why I Am Not a Christian. London, 1921. Hal.72
[106] Dawkins, Richard. “A Deplorable Affair.” Dalam New Humanist, vol.104, London, May 1989.
[107] Nietzsche. The Portable Nietzsche. Ed. W. Kaufmann. New York, 1974. Hal.618 [108] Russell, Bertrand. Why I Am Not a Christian. London, 1921. Hal.25
[109] Gibb, H.A.R. Islam, Oxford, 1953. Hal.27 [110] Dictionary of Islam, hal.285
[111] Russell, Bertrand. Why I Am Not a Christian. London, 1921. Hal.24
[112] Quine, W.V.O Quiddities. An Intermittently Philosophical Dictionary. Cambridge, 1987. Hal.209
[113] Russell, Bertrand. Why I Am Not a Christian. London, 1921. Hal.24 [114] Robinson, Richard. An Atheist’s Values. Oxford, 1964. Hal.117 [115] Russell, Bertrand. Why I Am Not a Christian. London, 1921. Hal.25

11 komentar:

  1. INILAH SURGA YANG DIIDAMKAN KRISTEN

    KRISTEN DIBANGKITKAN DARI KUBUR DLM WUJUD DAGING BUKAN ROH

    Yesaya 26
    8. Ya TUHAN, kami juga menanti-nantikan saatnya Engkau menjalankan penghakiman; kesukaan kami ialah menyebut nama-Mu dan mengingat Engkau.
    9. Dengan segenap jiwa aku merindukan Engkau pada waktu malam, juga dengan sepenuh hati aku mencari Engkau pada waktu pagi; sebab apabila Engkau datang menghakimi bumi, maka penduduk dunia akan belajar apa yang benar.
    10. Seandainya orang fasik dikasihani, ia tidak akan belajar apa yang benar; ia akan berbuat curang di negeri di mana hukum berlaku, dan tidak akan melihat kemuliaan TUHAN.
    11. Ya TUHAN, tangan-Mu dinaikkan, tetapi mereka tidak melihatnya. Biarlah mereka melihat kecemburuan-Mu karena umat-Mu dan biarlah mereka mendapat malu! Biarlah api yang memusnahkan lawan-Mu memakan mereka habis!
    12. Ya TUHAN, Engkau akan menyediakan damai sejahtera bagi kami, sebab segala sesuatu yang kami kerjakan, Engkaulah yang melakukannya bagi kami.
    13. Ya TUHAN, Allah kami, tuan-tuan lain pernah berkuasa atas kami, tetapi hanya nama-Mu saja kami masyhurkan.
    14. Mereka sudah mati, tidak akan hidup pula, sudah menjadi arwah, tidak akan bangkit pula; sesungguhnya, Engkau telah menghukum dan memunahkan mereka, dan meniadakan segala ingatan kepada mereka.
    15. Ya TUHAN, Engkau telah membuat bangsa ini bertambah-tambah, ya, membuat bertambah-tambah umat kemuliaan-Mu; Engkau telah sangat memperluas negerinya.
    16. Ya TUHAN, dalam kesesakan mereka mencari Engkau; ketika hajaran-Mu menimpa mereka, mereka mengeluh dalam doa.
    17. Seperti perempuan yang mengandung yang sudah dekat waktunya untuk melahirkan, menggeliat sakit, mengerang karena sakit beranak, demikianlah tadinya keadaan kami di hadapan-Mu, ya TUHAN:
    18. Kami mengandung, kami menggeliat sakit, tetapi seakan-akan kami melahirkan angin: kami tidak dapat mengadakan keselamatan di bumi, dan tiada lahir penduduk dunia.
    19. Ya, TUHAN, orang-orang-Mu yang mati akan hidup pula, mayat-mayat mereka akan bangkit pula. Hai orang-orang yang sudah dikubur di dalam tanah bangkitlah dan bersorak-sorai! Sebab embun TUHAN ialah embun terang, dan bumi akan melahirkan arwah kembali.
    20. Mari bangsaku, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintumu sesudah engkau masuk, bersembunyilah barang sesaat lamanya, sampai amarah itu berlalu.
    21. Sebab sesungguhnya, TUHAN mau keluar dari tempat-Nya untuk menghukum penduduk bumi karena kesalahannya, dan bumi tidak lagi menyembunyikan darah yang tertumpah di atasnya, tidak lagi menutupi orang-orang yang mati terbunuh di sana.

    DI SORGA YESUS JADI MONSTER

    Wahyu 1
    13. Dan di tengah-tengah kaki dian itu ada seorang serupa Anak Manusia, berpakaian jubah yang panjangnya sampai di kaki, dan dadanya berlilitkan ikat pinggang dari emas.
    14. Kepala dan rambut-Nya putih bagaikan bulu yang putih metah, dan mata-Nya bagaikan nyala api.
    15. Dan kaki-Nya mengkilap bagaikan tembaga membara di dalam perapian; suara-Nya bagaikan desau air bah.
    16. Dan di tangan kanan-Nya Ia memegang tujuh bintang dan dari mulut-Nya keluar sebilah pedang tajam bermata dua, dan wajah-Nya bersinar-sinar bagaikan matahari yang terik.
    17. Ketika aku melihat Dia, tersungkurlah aku di depan kaki-Nya sama seperti orang yang mati; tetapi Ia meletakkan tangan kanan-Nya di atasku, lalu berkata: "Jangan takut! Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir,
    18. dan Yang Hidup. Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup, sampai selama-lamanya dan Aku memegang segala kunci maut dan kerajaan maut.

    BERPERANG MELAWAN NAGA

    Wahyu 12:3.Maka tampaklah suatu tanda yang lain di langit; dan lihatlah, seekor naga merah padam yang besar, berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh, dan di atas kepalanya ada tujuh mahkota.

    Catatan :
    Naga berkepala tujuh aslinya adalah cerita Kanaan kuno dimana Baal membunuh Lotan, lalu Yohanes menjiplaknya sebagai musuh Yesus dalam kitab Wahyu menjadi Leviathan

    http://alkitab.sabda.org/dictionary.php?word=Ular

    BalasHapus
  2. Hanya saja ada perbedaan versi antara naga kepala tujuh versi kitab Wahyu dimana si naga hanya dipenjara 1.000 tahun lalu dilepas lagi, tapi versi Yesaya dan Baal naganya dibunuh.

    SORGA BERSAMA YESUS CUMA SEMENTARA, KARENA IBLIS DILEPASKAN LAGI

    Wahyu 20
    1. Lalu aku melihat seorang malaikat turun dari sorga memegang anak kunci jurang maut dan suatu rantai besar di tangannya;
    2. ia menangkap naga, si ular tua itu, yaitu Iblis dan Satan. Dan ia mengikatnya seribu tahun lamanya,
    3. lalu melemparkannya ke dalam jurang maut, dan menutup jurang maut itu dan memeteraikannya di atasnya, supaya ia jangan lagi menyesatkan bangsa-bangsa, sebelum berakhir masa seribu tahun itu; kemudian dari pada itu ia akan dilepaskan untuk sedikit waktu lamanya.
    4. Lalu aku melihat takhta-takhta dan orang-orang yang duduk di atasnya; kepada mereka diserahkan kuasa untuk menghakimi. Aku juga melihat jiwa-jiwa mereka, yang telah dipenggal kepalanya karena kesaksian tentang Yesus dan karena firman Allah; yang tidak menyembah binatang itu dan patungnya dan yang tidak juga menerima tandanya pada dahi dan tangan mereka; dan mereka hidup kembali dan memerintah sebagai raja bersama-sama dengan Kristus untuk masa seribu tahun.
    5. Tetapi orang-orang mati yang lain tidak bangkit sebelum berakhir masa yang seribu tahun itu. Inilah kebangkitan pertama.
    6. Berbahagia dan kuduslah ia, yang mendapat bagian dalam kebangkitan pertama itu. Kematian yang kedua tidak berkuasa lagi atas mereka, tetapi mereka akan menjadi imam-imam Allah dan Kristus, dan mereka akan memerintah sebagai raja bersama-sama dengan Dia, seribu tahun lamanya.
    7. Dan setelah masa seribu tahun itu berakhir, Iblis akan dilepaskan dari penjaranya,
    8. dan ia akan pergi menyesatkan bangsa-bangsa pada keempat penjuru bumi, yaitu Gog dan Magog, dan mengumpulkan mereka untuk berperang dan jumlah mereka sama dengan banyaknya pasir di laut.
    9. Maka naiklah mereka ke seluruh dataran bumi, lalu mengepung perkemahan tentara orang-orang kudus dan kota yang dikasihi itu. Tetapi dari langit turunlah api menghanguskan mereka,
    10. dan Iblis, yang menyesatkan mereka, dilemparkan ke dalam lautan api dan belerang, yaitu tempat binatang dan nabi palsu itu, dan mereka disiksa siang malam sampai selama-lamanya.
    11. Lalu aku melihat suatu takhta putih yang besar dan Dia, yang duduk di atasnya. Dari hadapan-Nya lenyaplah bumi dan langit dan tidak ditemukan lagi tempatnya.
    12. Dan aku melihat orang-orang mati, besar dan kecil, berdiri di depan takhta itu. Lalu dibuka semua kitab. Dan dibuka juga sebuah kitab lain, yaitu kitab kehidupan. Dan orang-orang mati dihakimi menurut perbuatan mereka, berdasarkan apa yang ada tertulis di dalam kitab-kitab itu.
    13. Maka laut menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya, dan maut dan kerajaan maut menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya, dan mereka dihakimi masing-masing menurut perbuatannya.
    14. Lalu maut dan kerajaan maut itu dilemparkanlah ke dalam lautan api. Itulah kematian yang kedua: lautan api.
    15. Dan setiap orang yang tidak ditemukan namanya tertulis di dalam kitab kehidupan itu, ia dilemparkan ke dalam lautan api itu.

    BalasHapus
  3. DI SORGA PERANG DAN PERANG LAGI, LALU APA NIKMATNYA SORGA KRISTEN ???

    Wahyu 9
    7. Dan rupa belalang-belalang itu sama seperti kuda yang disiapkan untuk peperangan, dan di atas kepala mereka ada sesuatu yang menyerupai mahkota emas, dan muka mereka sama seperti muka manusia,
    9. dan dada mereka sama seperti baju zirah, dan bunyi sayap mereka bagaikan bunyi kereta-kereta yang ditarik banyak kuda, yang sedang lari ke medan peperangan.

    Wahyu 12
    7. Maka timbullah peperangan di sorga. Mikhael dan malaikat-malaikatnya berperang melawan naga itu, dan naga itu dibantu oleh malaikat-malaikatnya,

    Wahyu 13
    4. Dan mereka menyembah naga itu, karena ia memberikan kekuasaan kepada binatang itu. Dan mereka menyembah binatang itu, sambil berkata: "Siapakah yang sama seperti binatang ini? Dan siapakah yang dapat berperang melawan dia?"
    7. Dan ia diperkenankan untuk berperangmelawan orang-orang kudus dan untuk mengalahkan mereka; dan kepadanya diberikan kuasa atas setiap suku dan umat dan bahasa dan bangsa.

    Wahyu 16
    14. Itulah roh-roh setan yang mengadakan perbuatan-perbuatan ajaib, dan mereka pergi mendapatkan raja-raja di seluruh dunia, untuk mengumpulkan mereka guna peperangan pada hari besar, yaitu hari Allah Yang Mahakuasa.

    Wahyu 17
    14. Mereka akan berperang melawan Anak Domba. Tetapi Anak Domba akan mengalahkan mereka, karena Ia adalah Tuan di atas segala tuan dan Raja di atas segala raja. Mereka bersama-sama dengan Dia juga akan menang, yaitu mereka yang terpanggil, yang telah dipilih dan yang setia."

    Wahyu 19
    11. Lalu aku melihat sorga terbuka: sesungguhnya, ada seekor kuda putih; dan Ia yang menungganginya bernama: "Yang Setia dan Yang Benar", Ia menghakimi dan berperangdengan adil.
    19. Dan aku melihat binatang itu dan raja-raja di bumi serta tentara-tentara mereka telah berkumpul untuk melakukan peperangan melawan Penunggang kuda itu dan tentara-Nya.

    Wahyu 20
    8. dan ia akan pergi menyesatkan bangsa-bangsa pada keempat penjuru bumi, yaitu Gog dan Magog, dan mengumpulkan mereka untuk berperang dan jumlah mereka sama dengan banyaknya pasir di laut.

    SORGA ISLAM ADALAH ABADI. DAMAI, NIKMAT DAN MENYEJUKKAN

    Ath Thalaaq 65:11
    (Dan mengutus) seorang Rasul yang membacakan kepadamu ayat-ayat Allah yang menerangkan (bermacam-macam hukum) supaya Dia mengeluarkan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang saleh dari kegelapan kepada cahaya. Dan barang siapa beriman kepada Allah dan mengerjakan amal yang saleh niscaya Allah akan memasukkannya ke dalam surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Sesungguhnya Allah memberikan rezeki yang baik kepadanya.

    ORANG KAFIR UPAHNYA NERAKA

    Al A'raaf 7:40
    Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, sekali-kali tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit dan tidak (pula) mereka masuk surga, hingga unta masuk ke lubang jarum. Demikianlah Kami memberi pembalasan kepada orang-orang yang berbuat kejahatan

    BalasHapus
  4. Manipulasi Neged dlm perjalanan Abraham

    Perjalanan Nabi Ibrahim Ke Arabia Menurut Alkitab

    Pengantar

    Sebuah fakta yang kini sengaja ditutup-tutupi oleh Kristen (penerbit Bible kontemporer) dalam kitab Kejadian pasal 13 adalah keberangkatan Nabi Ibrahim(Abraham) dari Mesir keSelatan.

    Setting peristiwa dalam Kejadian pasal 13, adalah :
    -Nabi Abrahim (Ibrahim) masih beristri Sarah.
    -Belum menikahi Hagar.
    -Belum mempunyai anak satu pun.

    Apa yang menarik dalam artikel ini adalah suatu kenyataan jika kita memahaminya dengan bahasa denotasi bahwa sesungguhnya Nabi Ibahim memang pernah pergi keSelatan Mesir. Dan tak ada lagi wilayah selatan Sinai (Mesir) selain SemenanjungArabia.

    Tentu saja artikel ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan Paran, Ka'bah, maupun kisah pengorbanan anak tunggal Ibrahim, karena seperti yang telah saya katakan diatas, setting peristiwa Kejadian 13 adalah ketika Nabi Abrahim belum memperistri Hajar, dan belum memiliki seorang anak satu pun.

    Memang benar bahwa-sepanjang yang saya ketahui dari al-Qur'an dan Hadits- kepergian nabi Ibrahim keArabia itu terjadi ketika beliau mengantar Hajar dan Ismail dan seterusnya. Jadi Hadits tidak menceritakan bahwa sang nabi pernah ke Arabiasebelum memperistri Hajar. Namun bukan berarti kita tidak boleh meneliti riwayat beliau (jauh sebelum menikahi Hajar) bukan? Sebagaimana peneliti Muslim berusaha mengungkap tempat kelahiran NabiIbrahim.

    Artikel ini jika saya tulis semua akan terlalu banyak sekali, dan saya hanya meringkasnya saja untuk berbagi informasi kepada pembaca budiman.

    Pergi ke Selatan Mesir

    Menurut Kristen, kronologi kehidupan Abraham, adalah seperti dibawah ini :
    Kristen :1. Berangkat dari Ur-Kasdim (Kej 11:31)
    2. Sampai di Haran (Kej 11:31).
    3. Sampai di Sikhem (Kej 12:6)
    4. Sampai pegunungan sebelah Timur Betel. (Kej 12:
    5. Sampai ke tanah Negeb (Kej 12:9) Ketika ada kelaparan di negeri itu, Abraham pergi keMesir.
    6. Sampai di Mesir (Kej 12:10)
    7. ke tanah Negeb (Kej 13:1)
    8. Menuju ke Betel (Kej 13:3)
    9. Pindah ke Mamre, dekat Hebron (Kej 13:1)
    10. Abraham punya anak Ismael ketika di Kanaan (Kej 16:3)
    11. Abraham ke tanah Negeb (Kej 20:1)
    12. Abraham punya anak Ishak sewaktu berada di tanah Negeb (Kej 21:2)
    13. Hagar dan Ismael mengembara di gurun Bersyeba (Kej 21:14)
    14. Hagar dan Ismael akhirnya tinggal di gurun Paran (Kej 21:21)
    15. Abraham menanam pohon di Bersyeba (Kej 21:33)
    16. Abraham ke tanah Moria (Kej 22:2)
    17. Abraham pergi dan tinggal di Bersyeba (Kej 22:19) Sara nampaknya tetap tinggal di Hebron.
    18. Sara wafat di Hebron (Kej 23:2)
    19. Abraham dimakamkan di gua Makhpela (Hebron) (Kej 25:9)

    Dari penuturan Kristen diatas,nabi Ibrahim (Abraham) tidak pernah ke SemenanjungArabia (tempat kota Mekkah berada). Yang menjadi pertanyaan : Apa benar seperti itu? Benar nih... tidak ada yang ditutup-tutupi ?

    BalasHapus
  5. Sebelumnya saya telah membuktikan bahwa Kejadian pasal 17, 21, dan 22 adalah palsu. Dan kini, saya akan mengajak pembaca untuk meneliti Kejadian pasal 13.

    Sekarang pembaca lihat dibawah ini.

    Kejadian 13:1 KJV
    And Abram went up out of Egypt, he, and his wife, and all that he had, and Lot with him, into the south.
    (Dan Abram pergi keluar dari Mesir, ia, dan istrinya, dan semua kepunyaannya, dan Lot dengannya, menuju selatan.)

    Note :
    Negeb (bahasa Ibrani) artinya adalah "SELATAN" yaitu arah geografi selatan.

    Berbeda dengan LAI (Lembaga Alkitab Indonesia) yang menerjemahkan Negeb menjadi Tanah Negeb (Kanaan Selatan-wilayah Palestina Selatan); 3 Bible kuno yaitu King James Version (KJV) 1611; Bible Bishops tahun (Bishops) 1568; dan Douay-Rheims Bible (DRB) 1899 justru menerjemahkan Negeb dengan baik dan benar yaitu SELATAN.

    #Kejadian 13:1
    (Bishops) "And so Abram gat hym vp out of Egypt, he and his wife, and al that he had, and Lot with hym, toward the South".
    (DRB) "And Abram went up out of Egypt, he and his wife, and all that he had, and Lot with him into the south".
    (KJV) "And Abram went up out of Egypt, he, and his wife, and all that he had, and Lot with him, into the south".

    Ketika Taurat (Kejadian 13:1) menceritakan bahwa Abraham keluar dari Mesir menuju ke Selatan, maka dengan secepat kilat (hanya dengan pemisah satu ayat saja) Taurat terus melanjutkan ceritanya:

    “Ia berjalan dari tempat persinggahan ke tempat persinggahan, dari Selatan sampai dekat Betel, di mana kemahnya mula-mula berdiri, antara Betel dan Ai.” (Kejadian 13:3),

    Disini (Kejadian 13:1-3) tampak jurang yang sangat besar ditengah-tengah narasi riwayat! Taurat secepat kilat menyatakan nabi Ibrahim(Abraham) telah kembali dari Selatan tanpa memberikan informasi kepada kita: mengapa ia keluar dari Mesir dan langsung menuju Selatan, untuk tujuan apa ia pergi keSelatan, apa saja peristiwa yang dialaminya selama berada di Selatan, bahkan sekedar menyebutkan berapa lama masa yang dijalaninya di Selatan pun tidak disebutkan, sebagaimana kebiasaan Taurat yang suka memaparkan secara detail kronologis secara berulang-ulang hingga terasa membosankan. Sehingga yang tampak adalah seolah-olah riwayat perjalanan nabiIbrahim ke Selatan diputus secara sengaja, lalu sang nabitiba-tiba diceritakan telah kembali dari Selatan menujuke utara, tepatnya di Bethel-Ai, dimana mula-mula kemahnya berdiri. Tampak klaim Islam memperoleh justifikasi bahwanabi Ibrahim pernah pergi jauh ke Selatan yaitu Semenanjung Arabia.

    Bahwa yang dimaksud "Selatan" adalah Semenanjung Arabia adalah karena beberapa faktor berikut ini :

    1). Palestina Selatan (Gurun Negeb) terletak di Timur Mesir (Timur Sinai), sedangkan Semenanjung Arabia terletak di selatan Mesir (Timur Sinai).

    2). Selatan Mesir dalam Kejadian 13 bukanlah Sudan, karena jika Sudan, maka NabiAbraham lagi-lagi harus melewati Mesir. Dan kitab Kejadian pasal 13 tidak mencatat bahwa ia bolak-balik Mesir, tidak mencatat bolak-balik disambut Firaun, dan tidak pula mencatat NabiAbraham bolak-balik diantar untuk kedua kalinya oleh para punggawa Firaun.

    Setelah jelas bahwa nabiIbrahim memang pernah berkunjung ke SemenanjungArabia, orang Kristen akan menolak mentah-mentah dan mengemukakan argumentasi bahwa Negeb = Tanah Selatan/Tanah Negeb (yaitu Palestina Selatan).

    BalasHapus
  6. Kristen : Kejadian 20 : 1 :
    Lalu Abraham berangkat dari situ keTanah Negeb dan ia menetap antara Kadesh dan Syur. Ia tinggal di Gerar sebagai orang asing.

    Jawab :
    Ayat Kejadian 20 : 1 sudah menjelaskan sendiri bahwa yang dimaksud south country itu adalah daerah yang antara lain meliputi wilayah antara Kadesh dan Syur.

    Sekarang kita rekonstruksiperjalanan Abraham. Sebelum kisah dalam Kejadian 20, YHWH memusnahkan Sodom dan Gomora yang ada di lembah Yordan.

    Kejadian 19 : 29 :
    "Demikianlah pada waktu Allah memusnahkan kota-kota di Lembah Yordan dan menunggangbalikkan kota-kota kediaman Lot, maka Allah ingat kepada Abraham, lalu dikeluarkan-Nyalah Lot dari tengah-tengah tempat yang ditunggangbalikkan itu."

    Dari situ kemudian Abraham berjalan ke gurun Negeb, mengambil rute ke utara untuk kemudian menetap di Gerar

    Jika mengikuti penuturanAlkitab semuanya masuk akal. Kalau mengikuti logika muslim, Abraham berangkat dari sekitar lembah Yordan, menuju keselatan ke Mekah kota yang belum ada dijaman Abraham yang jauhnya ribuan kilometer, kembali lagi ke utara, melewati lagi wilayah Yordan dan menetap di Gerar sekitar Gaza yang jaraknya ribuan kilometer dari Mekah.

    Jika Kristen berkata bahwa Negeb = Tanah Negeb (Palestina Selatan), itu adalah bohong!

    Orang yang tidak melek bahasa Ibrani mungkin bisa ditipu oleh Kristen, namun jika kita melek bahasa Ibrani, maka kita dapat berkata bahwa Kristen telah berdusta!

    Note :
    -'Erets (ארצ): tanah, negeri.
    -Negeb (נגב) : selatan. Negeb(selatan) adalah lawan kata dari tsāpōn (utara).

    Konsekuensinya adalah jika Taurat menyebut "Tanah Negeb" (Palestina Selatan) maka Taurat berbahasa Ibrani harus mencatat "Erets Negeb", karena jika hanya menulis "Negeb" (tanpa embel-embel "erets"), maka artinya menjadi "selatan" (arah geografi selatan).

    Sekarang kita lihat Kejadian 13:1 dan Kejadian 13:3 dalam tabel dibawah ini.

    BalasHapus
  7. Sekarang kita lihat Kejadian 13:1 dan Kejadian 13:3 dalam tabel dibawah ini.

    Kejadian 13:1Kejadian 13:3Bahasa Ibrani

    וַיַּעַל אַבְרָם מִמִּצְרַיִם הוּא וְאִשְׁתֹּו וְכָל־אֲשֶׁר־לֹו וְלֹוט עִמֹּו הַנֶּֽגְבָּה׃

    וַיֵּלֶךְ לְמַסָּעָיו מִנֶּגֶב וְעַד־בֵּֽית־אֵל עַד־הַמָּקֹום אֲשֶׁר־הָיָה שָׁם [אָהֳלֹה כ] (אָֽהֳלֹו ק) בַּתְּחִלָּה בֵּין בֵּֽית־אֵל וּבֵין הָעָֽי׃

    Transliterasiwayya‘al ’abərām mimmisərayim hû’ wə’išətwō wəkāl-’ăšer-lwō wəlwōt ‘immwō hannegəbâ.wayyēlekələmassā‘āyw minnegebwə‘ad-bêt-’ēl ‘ad-hammāqwōm ’ăšer-hāyâ šām ’âŏlōh ’âŏlwō batəhillâ bên bêt-’ēl ûbên hā‘āy.KJV BibleAnd Abram went up out of Egypt, he, and his wife, and all that he had, and Lot with him,into the south.And he went on his journeys from the south even to Bethel, unto the place where his tent had been at the beginning, between Bethel and Hai.Terjemahan BebasDan Abram pergi keluar dari Mesir, ia, dan istrinya, dan semua kepunyaannya, dan Lot dengannya,menuju selatan.Dan ia berangkat dalam perjalanannya dari selatan hingga dekat Bethel, tempat dimana kemahnya bermula, antara Bethel dan Hai.

    Pada tabel diatas, pembaca dapat menyimak bahwa Kejadian 13:1 dan Kejadian 13:3 sama sekali tidak mencatat "Erets Negeb", melainkan hanya "Negeb". Jadi arti yang benar adalah "selatan". Jelaslah bahwaperjalanan nabi Ibrahimkeluar dari Mesir adalah menuju Selatan. Dan Selatan tak lain adalah SemenanjungArabia. Jadi sesungguhnyanabi Ibrahim memang pernah berangkat ke selatan Mesir, suatu kenyataan yang sangat dibenci oleh orang-orang kufur yang senantiasa menutup-nutupi kebenaran dengan cara mengedit Bible untuk menyisipkan kata "tanah" sehingga arti pun berubah menjadi "erets negeb" atau "Tanah Negeb" (Palestina Selatan), seperti dapat pembaca simak pada tabel dibawah ini :

    Edisi BibleKejadian 13:1Komentar sayaGNBAbram wentnorth out of Egypt to the southern part of Canaan with his wife and everything he owned, and Lot went with him.Perhatikan bahwa Bible editan yang bernama GNB (Good News Bible), LAI BIS (Bahasa Indonesia Sehari-hari) mengatakan bahwa Abraham pergi keluar Mesirke arah utara. Padahal naskah Ibrani nya tidak ada kalimat "kearah utara". Kemudian kita juga dapat melihat Pendeta Kristen mengedit "selatan" menjadi tanah Negeb/Tanah Selatan/Kanaan Selatan (wilayah Palestina Selatan)

    LAI TB (Terjemahan Baru) adalah Bible produksi LAI (Lembaga AlkitabIndoensia) yang lama. LAI TB menyisipkan kata "erets" (tanah) sehingga kalimat pun berubah menjadi "Tanah Negeb/Tanah Selatan" (merujuk wilayah Kanaan Selatan/Palestina Selatan)LAI BISAbram meninggalkan Mesir dan pergike arah utara, menuju kebagian selatanKanaan dengan istrinya serta segala miliknya, dan Lot ikut juga.LAI TBMaka pergilah Abram dari Mesir ke Tanah Negeb dengan isterinya dan segala kepunyaannya, dan Lotpun bersama-sama dengan dia.

    Kisah "Negeb" dalam Kejadian 13:1-3 berbeda dengan kisah "Negeb" dalam Kejadian 20:1, karena Taurat berbahasa Ibrani untuk Kejadian 20:1 dengan jelas mencatat Erets Negeb.

    BalasHapus
  8. Kejadian 20:1

    וַיִּסַּע מִשָּׁם אַבְרָהָם אַרְצָה הַנֶּגֶב וַיֵּשֶׁב בֵּין־קָדֵשׁ וּבֵין שׁוּר וַיָּגָר בִּגְרָֽר׃

    Transliterasi :
    wayyissa‘ miššām ’abərâām’arətsâ hannegeb wayyēšeb bên-qādēš ûbên šûr wayyāgār bigərār

    (KJV Bible)
    And Abraham journeyed from thence toward the south country, and dwelled between Kadesh and Shur, and sojourned in Gerar.

    (Terjemahan Bebas)
    Dan Abraham berangkat dari situ ke Tanah Negeb dan ia menetap antara Kadesh dan Syur. Ia tinggal di Gerar.

    Jadi Kejadian 20:1 itu tidak perlu diperselisihkan karena Taurat mencatat "Negeb" dengan disertai kata "Erets", yang artinya merujuk Gurun Negeb Israel.

    Jika argumentasi Kristen bahwa Negeb dalam Kejadian 13 adalah Tanah Negeb, karena merujuk "Negeb" dalam Kejadian 20:1 jelas itu hanya bersifat penafsiran, karena arti yang benar itu adalah selatan.

    Sangat lucu jika Kristen memaksakan bahwa Negeb (Selatan) dalam Taurat adalah Tanah Negeb (Tanah Selatan/Israel Selatan), karena konsekuensinya sangat...sangat.. berat. Dalam Perjanjian Lama akan banyak ditemui kata "Negeb tanpa embel-embel eres" dan "Negeb dengan embel-embel eres".

    Berikut ini penulis mengutip kembali beberapa contoh penggunaan kata Ibrani Negeb dalam Bible:

    Negeb dengan embel-embel "erets"Negeb saja (tanpa embel-embel "erets")Kejadian 24:62

    וְיִצְחָק בָּא מִבֹּוא בְּאֵר לַחַי רֹאִי וְהוּא יֹושֵׁב בְּאֶרֶץ הַנֶּֽגֶב׃

    (Transliterasi) wəyitsəhāq bā’ mibwō’ bə’ēr lahay rō’î wəhû’ ywōšēb bə’erets hannegeb

    (KJV) And Isaac came from the way of the well Lahairoi; for he dwelt in the south country.

    (Terjemahan bebas) Dan Ishak datang dari arah sumur Lahairoi; ia tinggal di Negeri Selatan/Tanah Negeb.Kejadian 13:14

    וַֽיהוָה אָמַר אֶל־אַבְרָם אַחֲרֵי הִפָּֽרֶד־לֹוט מֵֽעִמֹּו שָׂא נָא עֵינֶיךָ וּרְאֵה מִן־הַמָּקֹום אֲשֶׁר־אַתָּה שָׁם צָפֹנָה וָנֶגְבָּה וָקֵדְמָה וָיָֽמָּה׃

    (Transliterasi) wayhwâ ’āmar ’el-’abərām ’ahărê hipāred-lwōt mē‘immwō śā’ nā’ ‘êneykā ûrə’ēh min-hammāqwōm ’ăšer-’atâ šām tsāpōnâ wānegəbâ wāqēdəmâ wāyāmmâ:

    (KJV) : And the LORD said unto Abram, after that Lot was separated from him, Lift up now thine eyes, and look from the place where thou art northward, andsouthward, and eastward, and westward:

    (CEV) After Abram and Lot had gone their separate ways, the LORD said to Abram: Look around to the north, south, east, and west.

    (ESV) The LORD said to Abram, after Lot had separated from him, "Lift up your eyes and look from the place where you are, northward andsouthward and eastward and westward,

    (LAI TB) Setelah Lot berpisah dari pada Abram, berfirmanlah TUHAN kepada Abram: "Pandanglah sekelilingmu dan lihatlah dari tempat engkau berdiri itu ketimur dan barat, utara dan selatan,

    (LAI BIS) Setelah Lot pergi, TUHAN berkata kepada Abram, "Dari tempat engkau berdiri itu, pandanglah baik-baik ke segala arah;Kejadian 20:1

    וַיִּסַּע מִשָּׁם אַבְרָהָם אַרְצָה הַנֶּגֶב וַיֵּשֶׁב בֵּין־קָדֵשׁ וּבֵין שׁוּר וַיָּגָר בִּגְרָֽר׃

    (Transliterasi) wayyissa‘ miššām ’abərâām ’arətsâ hannegeb wayyēšeb bên-qādēš ûbên šûr wayyāgār bigərār:

    (KJV Bible) And Abraham journeyed from thence toward the south country, and dwelled between Kadesh and Shur, and sojourned in Gerar.

    (CEV) Abraham moved to the Southern Desert, where he settled between Kadesh and Shur. Later he went to Gerar, and while there

    (ESV) From there Abraham journeyed toward the territory of the Negeb and lived between Kadesh and Shur; and he sojourned in Gerar.

    BalasHapus
  9. (LAI TB) Lalu Abraham berangkat dari situ ke Tanah Negeb dan ia menetap antara Kadesh dan Syur. Ia tinggal di Gerar sebagai orang asing.

    (LAI BIS) Abraham pindah dari Mamreke bagian selatan tanah Kanaan, dan menetap di antara Kades dan Syur. Beberapa waktu kemudian, ketika ia tinggal di Gerar,Yosua 11:2

    וְֽאֶל־הַמְּלָכִים אֲשֶׁר מִצְּפֹון בָּהָר וּבָעֲרָבָה נֶגֶב כִּֽנֲרֹות וּבַשְּׁפֵלָה וּבְנָפֹות דֹּור מִיָּֽם׃

    (Transliterasi) wə’el-hamməlākîm ’ăšer missəfwōn bâār ûbā‘ărābâ negebkinărwōt ûbaššəfēlâ ûbənāfwōt dwōr mîyām.

    (KJV) : And to the kings that were on the north of the mountains, and of the plains south of Chinneroth, and in the valley, and in the borders of Dor on the west.

    (CEV) the kings in the northern hill country and in the Jordan River valley south of Lake Galilee, and the kings in the foothills and in Naphath-Dor to the west.

    (ESV) and to the kings who were in the northern hill country, and in the Arabah south of Chinneroth, and in the lowland, and in Naphoth-dor on the west,

    (LAI TB) : serta kepada raja-raja yang di sebelah utara, di Pegunungan, di Araba-Yordan di sebelah selatanKinerot, di Daerah Bukit dan di tanah bukit Dor di sebelah barat. dll

    (LAI BIS) : kepada raja-raja di pegunungan sebelah utara, di Lembah Yordan sebelah selatan Galilea, di daerah kaki pegunungan, dan di daerah pesisir dekat Dor.Kejadian 28:14

    וְהָיָה זַרְעֲךָ כַּעֲפַר הָאָרֶץ וּפָרַצְתָּ יָמָּה וָקֵדְמָה וְצָפֹנָה וָנֶגְבָּה וְנִבְרֲכוּ בְךָ כָּל־מִשְׁפְּחֹת הָאֲדָמָה וּבְזַרְעֶֽךָ׃

    (Transliteration) wəhāyâ zarə ‘kē ka‘əpar hā’āres úpārasātā yāmâ wāqēdəmâ wəsāponâ wānegəbâ wənibərəkú bəkē kal-mišəpəhot hā’dămâ úbəzarə‘ek.

    (KJV) And thy seed shall be as the dust of the earth, and thou shalt spread abroad to the west, and to the east, and to the north, and to the south: and in thee and in thy seed shall all the families of the earth be blessed.

    (CEV) Your descendants will spread over the earth in all directions and will become as numerous as the specks of dust. Your family will be a blessing to all people.

    (ESV) Your offspring shall be like the dust of the earth, and you shall spread abroad to the west and to the east and to the north and to the south, and in you and your offspring shall all the families of the earth be blessed.

    (LAI TB) Keturunanmu akan menjadi seperti debu tanah banyaknya, dan engkau akan mengembang kesebelah timur, barat, utara dan selatan, dan olehmu serta keturunanmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat.

    (LAI BIS) Keturunanmu akan sebanyak debu di bumi. Mereka akan memperluas wilayah mereka ke segala arah, dan melalui engkau dan keturunanmu, Aku akan memberkati semua bangsa di bumi.Yosua 17:9

    וְיָרַד הַגְּבוּל נַחַל קָנָה נֶגְבָּה לַנַּחַל עָרִים הָאֵלֶּה לְאֶפְרַיִם בְּתֹוךְ עָרֵי מְנַשֶּׁה וּגְבוּל מְנַשֶּׁה מִצְּפֹון לַנַּחַל וַיְהִי תֹצְאֹתָיו הַיָּֽמָּה׃

    (Transliterasi) wəyārād hagəbúl nahal qānâ negəbâ lanahal ‘rîm hā’ēlēh lə’epərayim bətowkə ‘rê mənašeh úgəbúl mənašeh misəpown lanahal wayahî tos’otāyw hayyâmâ.

    BalasHapus
  10. (KJV) And the coast descended unto the river Kanah,southward of the river: these cities of Ephraim are among the cities of Manasseh: the coast of Manasseh also was on the north side of the river, and the outgoings of it were at the sea.

    (CEV) Then the border went west to the Kanah Gorge and ran along the northern edge of the gorge to the Mediterranean Sea. The land south of the gorge belonged to Ephraim. And even though there were a few towns that belonged to Ephraim north of the gorge, the land north of the gorge belonged to Manasseh. The western border of Manasseh was the Mediterranean Sea, and the tribe shared a border with the Asher tribe on the northwest and with the Issachar tribe on the northeast.

    (ESV) Then the boundary went down to the brook Kanah. These cities, to the south of the brook, among the cities of Manasseh, belong to Ephraim. Then the boundary of Manasseh goes on the north side of the brook and ends at the sea,

    (LAI TB) Kemudian batas itu turun kesungai Kana, kesebelah selatansungai itu. Kota-kota di sana adalah kepunyaan suku Efraim, sekalipun di tengah-tengah kota-kota suku Manasye. Selanjutnya batas daerah Manasye itu lewat dari sebelah utara sungai itu dan berakhir ke laut.


    (LAI BIS) Selanjutnya garis batas wilayah Manasye itu turun sampai ke anak Sungai Kana. Kota-kota di sebelahselatan anak sungai itu adalah kepunyaan Efraim, meskipun berada di dalam wilayah Manasye. Garis batas wilayah Manasye itu selanjutnya mengikuti jalan kesebelah utara anak sungai itu, lalu berakhir di Laut Tengah.

    Kesimpulan yang kita dapati disini adalah bahwa Taurat jelas sekali menceritakanperjalanan nabi Ibrahim keselatan Mesir atau Semenanjung Arabia.

    Namun, sangat disayangkan bahwa kehadiran nabi Ibrahimdi selatan Mesir yaitu Semenanjung Arabia(kejadian 13:1-3) tidak dapat kita temui lagi dalam kisah-kisah Taurat selanjutnya. Justru yang dapat kita temui adalah kepalsuan-kepalsuan yang ada dalam Taurat khususnya Kejadian pasal 21 dan pasal 22.

    BalasHapus
  11. (KJV) And the coast descended unto the river Kanah,southward of the river: these cities of Ephraim are among the cities of Manasseh: the coast of Manasseh also was on the north side of the river, and the outgoings of it were at the sea.

    (CEV) Then the border went west to the Kanah Gorge and ran along the northern edge of the gorge to the Mediterranean Sea. The land south of the gorge belonged to Ephraim. And even though there were a few towns that belonged to Ephraim north of the gorge, the land north of the gorge belonged to Manasseh. The western border of Manasseh was the Mediterranean Sea, and the tribe shared a border with the Asher tribe on the northwest and with the Issachar tribe on the northeast.

    (ESV) Then the boundary went down to the brook Kanah. These cities, to the south of the brook, among the cities of Manasseh, belong to Ephraim. Then the boundary of Manasseh goes on the north side of the brook and ends at the sea,

    (LAI TB) Kemudian batas itu turun kesungai Kana, kesebelah selatansungai itu. Kota-kota di sana adalah kepunyaan suku Efraim, sekalipun di tengah-tengah kota-kota suku Manasye. Selanjutnya batas daerah Manasye itu lewat dari sebelah utara sungai itu dan berakhir ke laut.


    (LAI BIS) Selanjutnya garis batas wilayah Manasye itu turun sampai ke anak Sungai Kana. Kota-kota di sebelahselatan anak sungai itu adalah kepunyaan Efraim, meskipun berada di dalam wilayah Manasye. Garis batas wilayah Manasye itu selanjutnya mengikuti jalan kesebelah utara anak sungai itu, lalu berakhir di Laut Tengah.

    Kesimpulan yang kita dapati disini adalah bahwa Taurat jelas sekali menceritakanperjalanan nabi Ibrahim keselatan Mesir atau Semenanjung Arabia.

    Namun, sangat disayangkan bahwa kehadiran nabi Ibrahimdi selatan Mesir yaitu Semenanjung Arabia(kejadian 13:1-3) tidak dapat kita temui lagi dalam kisah-kisah Taurat selanjutnya. Justru yang dapat kita temui adalah kepalsuan-kepalsuan yang ada dalam Taurat khususnya Kejadian pasal 21 dan pasal 22.

    BalasHapus