Senin, 12 September 2011

Bagaimana Saya Menjadi Orang Kristen Sejati

Jember

Sejak kecil saya sudah Kristen keturunan yang taat kepada ajaran dogma gereja. Walaupun di lingkungan saya adalah mayoritas non-Kristen dimana mereka sering merokok, minum-minuman keras, dan saya juga kerap kali berkumpul dengan mereka tetapi saya tidak mengikuti perbuatan yang mereka lakukan. Saya merasa seperti ada sekat yang membatasi saya.

Pengalaman ini membuat saya semakin fanatik kepada dogma gereja saya sehingga menganggap ajaran itu yang paling benar dan suci. Saya banyak menggunakan waktu untuk ke gereja, karena takut bersalah dan dihukum gereja. Akibatnya saya tidak tenang dan tertekan. Saya juga takut menghadapi kematian karena tidak mempunyai kepastian jaminan keselamatan kekal.

Yesus adalah Juruselamat

Saya menerima Yesus sebagai Juruselamat ketika saya bekerja di sebuah koperasi. Satu hari pada jam istirahat saya pulang ke rumah, saya mendengarkan teman kakak saya bertanya kepada ibu saya: "Apakah ibu sudah percaya Tuhan Yesus, dan yakin masuk sorga kalau meninggal dunia?"

Mendengar hal itu saya bingung, saya menjadi resah dan bertanya-tanya dalam hati, apakah orang yang sudah beragama Kristen apalagi bergereja belum pasti masuk sorga? Perkataan ini terus saya renungkan dan kami bahas bersama kakak dan seorang teman kakak saya. Setelah diberi penjelasan dari Injil Yohanes 3:16, " … yang percaya kepada-Nya (Isa Al-Masih) … beroleh hidup yang kekal" saya mengerti tetapi belum mengambil keputusan untuk menerima Isa Al-Masih sebagai Juruselamat.

Menerima Yesus sebagai Juruselamat

Di koperasi itu saya bertugas sebagai kolektor (bagian penagihan) dan sering berselisih dengan nasabah yang tidak membayar hutangnya. Kejadian ini membuat saya takut kalau-kalau pihak nasabah mengamuk dan membunuh saya. Padahal saya belum tahu pasti akan keselamatan kekal saya. Suatu hari ketika saya pulang, saya merenungkan itu semua. Sambil mengendarai motor saya menangis dan minta ampun kepada Tuhan atas kekerasan hati saya. Jiwa saya hancur rasanya, dan saat itu juga saya mengundang Sang Juruselamat masuk ke dalam hati saya untuk menjadi Juruselamat saya pribadi.

Tidak ada tanda-tanda ajaib yang terjadi. Tetapi saya mengalami damai yang luar biasa dalam jiwa saya. Dulu hidup saya penuh kekhawatiran, tetapi sekarang mempunyai keyakinan akan keselamatan kekal saya di dalam Tuhan Yesus. (dikisahkan oleh Rini, Jember, Jawa Timur)

Sumber: ISA dan ALQURAN

Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silahkan menghubungi kami dengan cara klik link ini.

3 komentar:

  1. Salah satu yang harus direnungkan dalam pewartaan Kabar Baik dewasa ini adalah kecenderungan beberapa umat untuk mempersempit 'arti' dari seluruh penginjilan menjadi hanya satu pokok persoalan, yaitu "apakah seseorang akan masuk surga sesudah dia mati ? (ya atau tidak). Juga pertanyaan yang sering diajukan ialah "Apakah anda sudah diselamatkan?". Pertanyaan ini biasanya juga berarti "Apakah anda akan masuk surga bilan anda meninggal?".

    Memang pewartaan 'hidup kekal' adalah bagian dari 'Kabar Baik'. Hal ini merupakan bagian yang penting. Namun masih ada isi pokok yang lebih penting dalam pewartaan Kabar Baik dibandingkan hanya dengan pewartaan tentang hidup di alam baka, yaitu "Yesus datang untuk mewartakan suatu Kerajaan dan memberitakan Keselamatan bagi seluruh umat manusia". Semoga kedua konsep ini dapat digali & dimengerti dalam segala kekayaannya.

    BalasHapus
  2. Salam damai teman. Jadi orang kristen itu ada iman maka perbuatannya juga harus jelas. Iman tanpa perbuatan adalah mati. Terimakasih
    Indonesia Strong From Village
    Hidup Adalah Perjuangan

    BalasHapus

  3. Pertanyaan buat umat kristen:

    a. mengapa sifat ketuhanan yesus tidak dapat menghalau rasa laparnya??? mengapa sifat ketuhanan yesus tidak dapat mengetahui kalau pohon ara itu tidak ada buahnya????

    b. benarkah yesus sekejam itu??? Mengutuk pohon yang tidak berdosa. Bukankah yesus dapat menjadikan pohon itu berbuah dengan sifat ketuhanannya????

    Bukankah dengan peristiwa itu berarti yesus adalah BUKAN PECINTA LINGKUNGAN????? Bukankah Yesus anti konservasi alam???

    c. kalau cerita di ayat tersebut salah alias tidak bener, bukankah berarti MARKUS TELAH MEMFITNAH YESUS???? Bukankah MARKUS TELAH MELAKUKAN KEBOHONGAN PUBLIK selama ribuan tahun???? Bukankah orang yang mempercayai injil Markus juga ikut MEMFITNAH YESUS???

    7. Yesus memerintahkan untuk membunuh musuhnya, entah orang itu menyerang Yesus maupun yang tidak menyerangnya.

    “Akan tetapi semua seteruku ini, yang tidak suka Aku menjadi rajanya, bawalah mereka kemari dan BUNUHLAH mereka di depan mata-Ku” (Lukas 19:27).

    8. Yesus membunuh anak-anak yang tanpa dosa.

    “So I will cast her on a bed of suffering, and I will make those who commit adultery with her suffer intensely, unless they repent of her ways. I will strike her children dead. Then all the churches will know that I am he who searches hearts and minds, and I will repay each of you according to your deeds. (From the NIV Bible, Revelation 2:22-23)”

    “Dan anak-anaknya akan Kumatikan dan semua jemaat akan mengetahui..” (wahyu 2: 23).

    9. Yesus memerintahkan para pengikutnya bertindak seperti teroris.

    “Jangan kamu menyangka bahwa AKU datang untuk membawa damai di atas bumi; AKU datang bukan untuk membawa DAMAI melainkan PEDANG (Matius 10:34).

    “AKU datang untuk melemparkan api ke bumi dan betapakah AKU harapkan, api itu telah menyala ! ” (Lukas 12:49).

    “Kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas Bumi? Bukan, kata-Ku kepadamu, bukan damai, melainkan PERTENTANGAN” (Lukas 12:51).

    10. yesus memerintahkan para pengikutnya untuk membenci orang tua dan saudara-saudaranya.

    “If anyone comes to me and does not hate his father and mother, his wife and children, his brothers and sisters- yes, even his own life- he cannot be my disciple. (Luke 14:26)”

    “Jikalau seseorang datang kepadaku dan IA TIDAK MEMBENCI ayahnya, ibunya, anak-anaknya, saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi muridku”. (LUKAS 14 : 26).

    Setelah berbuat dosa yang banyak tersebut akhirnya Yesus mengaku dan bertobat kepada Tuhan atas dosa-dosanya:

    Yesus Mengakui dan Bertobat “Maka datanglah Yesus dari Galilea ke Yordan kepada Yoha-nes untuk dibabtis olehnya.” (Matius 3:13) Ini menunjukkan pengakuan atas dosa (Matius 3:6), bertobat daripadanya (Matius 3:11 )

    BalasHapus