Rabu, 14 November 2012

Sebab Saya Murtad dari Islam Kaffah


By Erianto Anas in Ateis Minangkabau
“Jika menjadi umat Islam jadilah Islam yang Kaffah”
Itulah slogan yang sudah saya dengar sejak kecil.
Dan saya pun menyukai kata-kata itu. Karena memang saya begitu ingin menjadi seorang muslim yang kaffah. Total tanpa cacat barang seincipun. Setidaknya itulah cita-cita saya dalam berislam.
Lalu bagaimana cara melakukannya?
Saya dinasehati melalui banyak kotbah dan buku-buku agama yang saya baca.
Bahwa untuk menjadi Islam kaffah, kuncinya adalah mengamalkan apa yang diperintahkan dalam Aqluran, dengan meniru sepersis mungkin apa yang dilakukan Nabi Muhammad, para sahabat, para tabiin dan tabi-tabiin. Karena semakin persis sikap, prilaku dan kebiasaan dengan ketiga generasi awal Islam itulah maka keislaman saya akan dianggap sebagai Islam kaffah. Karena sebaik-baik umat, adalah semakin dekat ke zaman Rasulullah. Dan sebaliknya, semakin jauh dari zaman itu maka semakin kurang baik, apalagi umat manusia yang mendapati hari kiamat.
Secara garis besar, itulah kunci ajaran salafi yang saya pahami. Ajaran ahlul sunnah wal jamaah. Kelompok yang mengklaim dirinya sebagai kaum yang satu, kaum yang megklaim kelompoknya yang benar dari 72 golongan (aliran) yang berpecah belah dalam tubuh Islam.
Lalu benarkah hal itu saya lakukan?
Tentu saja. Karena saya begitu mencintai Islam. Begitu ingin mencapai Islam yang kaffah. Saking cintanya, sempat saya berangan-angan ingin hidup di lingkungan yang Islami. Hanya berdampingan dengan umat Islam yang taat. Rajin ke mesjid. Rajin ibadah. Puasa sunat. Hidup sederhana. Zuhud. Bila perlu uzlah. Singkatnya, dalam imajinasi saya, saya menduplikasi diri bak Abu Bakar, Umar bin Khatab, Usman bin Affan, Ali Bin Abi Talib, Umar bin Abdul Aziz dan seterusnya. Singkatnya, dalam benak saya, seakan saya tidak menapak di bumi Indonesia. Tapi terbang ke zaman Rasulullah 14 Abad yang lampau di Mekkah dan Madinah. Hadir bersama para sahabat kemana pun baginda Nabi berada. Mendengarkan sabdanya, menatap wajahnya.
Bahkan sempat saya ingin berhenti kuliah, menutup diri dari selain kehidupan yang Islami. Hidup dalam cahaya Islam di kota santri. Bahkan begitu ingin saya pergi ke Mekkah. Ke jantung kota Islam dunia. Tapi saya tidak punya uang. Saya hanya seorang mahasiswa. Akibatnya, semua itu hanya tinggal impian. Tinggal rintihan sunyi, dalam rindu disetiap hening sujud di sajadah. Ditangis malam dihadapan Alquran basah air mata.
Tapi matahari terus bergulir.
Hingga sampailah saya pada hari ini.
Slogan Islam kaffah masih saya dengar dimana-mana.
Tapi bagaimana dengan saya. Masihkah saya ingin menjadi Islam kaffah?
Jawaban saya: TIDAK! Saya sudah tobat dari Islam kaffah.
Kenapa?
Karena Islam kaffah akhirnya saya sadari adalah Islam yang paling primitif.
Karena Islam kaffah artinya adalah menjadi Arabisme.
Salin dan telan mentah semua budaya Arab.
Dan jilat semua apa yang diperintahkan Alquran, dengan segala ayat-ayat dongeng dan seruan primitifnya untuk membenci umat lain selain Islam, menggorok leher kaum kafir, paling tidak membenci mereka dalam hati, dan entah apalagi, maka itulah Islam kaffah. Dan saya benar-benar sudah tobat dari semua itu.
Saya sudah resmi menjadi kafir dari Islam kaffah.
Saya murtad dari Islam Kaffah menuju Erianto Anas Kaffah.
Dengan kata lain, saya sudah berhenti menduplikasi diri pada Muhammad, pada para sahabat, pada para Imam mazhab, pada cerita-cerita dalam Alquran. Saya sudah pulang ke kampung halaman. Kampung halaman yang sudah begitu lama saya cari-cari sebelumnya. Dalam kegelisahan pencarian yang tak pernah bisa saya mengerti. Tapi akhirnya saya temukan akhir pencarian itu di titik awal. Di dalam diri sendiri.

25 komentar:

  1. people please be quiet two little birds are kissing on the roof

    BalasHapus
  2. Http://www.w-islam.com
    Kisah2 kristen masuk Islam

    BalasHapus
    Balasan
    1. mudah sekali 1/2jampun bisa masuk , mau masuk Kristen butuh waktu lama harus dibaptis dulu , kursus Alkitab dulu 1tahun, nah at least 10tahun kemudian baru dewasa imannya, sudah punya hubungan pribadi dengan Tuhan.

      Hapus
  3. kalau tergantung pada pengalaman hidup orang lain imanmu akan dangkal, iman harus bertumbuh karena hubungan pribadimu sendiri dengan Tuhan. Tuhan suci dan Maha Adil, jadi kamupun harus suci dan adil supaya bisa menghampiri Tuhan. jadi Tuhan hanya mau mengampuni orang yang sudah mengampuni orang lain barulah kamu bisa beramal denagn tulus.

    BalasHapus
  4. Terlalu dangkal dalam memahami kaffah, makanya anda mengambil kesimpulan yang dangkal pula.
    Dipahami baik-baik dulu konsep kaffah dalam islam, baru memberikan pendapat bung.

    BalasHapus
  5. Ada 3 cara utk mencapai tujuan, dan masing2 cara mempunyai kekurangan dan kelebihan jadi harap berhati2 jika tdk jeli bukan sampai ditempat tujuan tapi nyasar tidak tahu tujuan...
    Tuhan sdh memberi kita otak utk membedakan mana yg benar dan yg salah yakni dgn cara kaji diri( contohnya kalau kita tdk mau disakiti apakah org lain mau kita sakiti ?)

    BalasHapus
  6. Ngaku org fanatik jgn jangan baca ayat kursi gak bisa nih.,?

    BalasHapus
  7. ini sih cuma kesaksian tolol palsu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menurut saya justru kasihan, mungkin islam yg dikenal memang salah. Karena saya mengakui terkadang para pemuka agama yg salah dan dzalim (tak hanya islam) , sehingga ajaran yg diajarkan salah "menurut tafsiran masing2". Org yg kritis menyadari, sayangnya tidak mencari lagi dan menilai sama kesemuanya. Karena saya pernah mendengar ajaran yg menjurus kebencian dari pengajar yg awam. Wallahu a'lam. Dari pada saling mengkafiri, baiknya saling mendoakan agar " hidayah" tersampaikan kembali :)

      Hapus
  8. jurus kristol ya pakek kesaksian palsu memakai amplop

    BalasHapus
    Balasan
    1. Apa jaminanmu masuk surga setelah kematian??
      Tdk pake insyaallah.

      Hapus
  9. Sangat disayangkan sekaliber Anda menjadi murtad. Saya yg cuma sekedar menjalankan yg fardhu saja (itu pun kadang terlewati dgn berbagai alasan) rasanya tak ingin lari dari Islam. Pengalaman saya diskusi dgn seorang calon pendeta sekitar 23 thn lalu yg membuat saya bertahan dalam iman Islam saya. Sebagai orang awam waktu itu saya digiring oleh dia utk memahami dan pada akhirnya mengikuti ajaran yg dia bawa (Kristen). Hampir dua jam saya mendengarkan khotbahnya. Dan pada akhirnya satu pertanyaan dari saya justeru membuat dia KO. Saya cuma minta penjelasan dia, apakah sang pencipta akan selalu sama dgn yg diciptakannya. Dia jawab "tidak mungkin sama". Masa ada tukang kayu bikin meja atau lemari dia juga berbentuk seperti lemari?. Saya hanya tersenyum waktu itu. Dan saya mengatakan akan lebih baik bagi umat kristen utk mengakui Malaikat saja sebagai Tuhan. Karena sangat jelas tidak sama dgn manusia. Kalo Yesus diakui sbg Tuhan apa tidak keliru? Karena dia sendiri tidak lebih sempurna dari hasil ciptaannya. Lihat saja, para pendeta dan umat kristen saat ini berpenampilan yg selalu rapi dan anggun. SementaaTuhannya sendiri cuma pake kolor dan terpaku pula di kayu salib... Sebuah akhir diskusi yg sangat tidak menyenangkan utk sang calon pendeta.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Manusia diciptakan secitra dgn Allah, tp karna manusia melakukan dosa maka manusia hilang kemuliaannya.Tuhan yesus adalah putra Allah yg diutus untuk menebus dosa manusia dengan mati dikayu salib dan bangkit dari antara org mati (di al-quran jg ada). Krna Tuhan Yesus lah yg manusia pertama sekali yg Bangkit dari antara org mati baik daging atau Roh Nya naik ke surga. Karna kekudusan nya..dan Roh nya adalah Roh Allah yg menyerai tubuh Yesus. Itulah yg disebut Allah Tri Tunggal. Karna Yesus adalah Alpha dan Omega (yang ada, dan yg sudah ada dan yg akan datang pd hari penghakiman). Dan di al-quran jg disebutkan dlm Maryam..bahwa Nabi Isa adalah utusan Allah dan didalam Isa ada terang dan kebangkitan. Tq

      Hapus
    2. Jika tuhan maka kasih,apa yang bisa di ajarkan dari penyaliban yesus,?menebus dosa dengan tetesan darah tuhannya???bukan pengajaran yg baek..#mikir!!

      Hapus
    3. "Al Masih putera Maryam itu hanyalah seorang Rasul yang sesungguhnya telah berlalu sebelumnya beberapa rasul, dan ibunya seorang yang sangat benar, kedua-duanya biasa memakan makanan. Perhatikan bagaimana Kami menjelaskan kepada mereka (ahli kitab) tanda-tanda kekuasaan (Kami), kemudian perhatikanlah bagaimana mereka berpaling (dari memperhatikan ayat-ayat Kami itu)." (QS. Al-Ma'idah [5] : 75) Di Al-Quran disebutkan sebagai utusan (nabi muhammad juga untusan, jadi kedudukan nabi muhammad dan isa sama dalam islam, sebagai rasul bukan Tuhan.)

      Tuhan yesus adalah putra Allah yg diutus untuk menebus dosa manusia dengan mati dikayu salib dan bangkit dari antara org mati (di al-quran jg ada).

      Ayat berapa itu?? Tidak ada di Al-Quran tulisan Tuhan Yesus putra Allah?

      "Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, Isa putera Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan: "(Tuhan itu) tiga", berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah menjadi Pemelihara" (QS. An-Nisa' [4] : 171)

      Hapus
  10. Klo murtad jaminanya neraka kekal tidak ada ampunan abadi di neraka.. kasihan tindakan yang tolol

    BalasHapus
  11. Menurut saya justru kasihan, mungkin islam yg dikenal memang salah. Karena saya mengakui terkadang para pemuka agama yg salah dan dzalim (tak hanya islam) , sehingga ajaran yg diajarkan salah "menurut tafsiran masing2". Org yg kritis menyadari, sayangnya tidak mencari lagi dan menilai sama kesemuanya. Karena saya pernah mendengar ajaran yg menjurus kebencian dari pengajar yg awam. Wallahu a'lam. Dari pada saling mengkafiri, baiknya saling mendoakan agar " hidayah" tersampaikan kembali :)

    BalasHapus
  12. Menurut saya justru kasihan, mungkin islam yg dikenal memang salah. Karena saya mengakui terkadang para pemuka agama yg salah dan dzalim (tak hanya islam) , sehingga ajaran yg diajarkan salah "menurut tafsiran masing2". Org yg kritis menyadari, sayangnya tidak mencari lagi dan menilai sama kesemuanya. Karena saya pernah mendengar ajaran yg menjurus kebencian dari pengajar yg awam. Wallahu a'lam. Dari pada saling mengkafiri, baiknya saling mendoakan agar " hidayah" tersampaikan kembali :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tuhan Yesus menantang anda jika anda berani mempelajari lebih mendalam dari link ini :
      https://www.youtube.com/watch?v=bEN6WQbC-Ec

      Hapus
    2. Saya sudah lihat videonya, saya juga sudah meninggalkan komentar disana. Video yang bagus. Tapi pertanyaan saya, kenapa dia (yang di youtube) harus membawa Al-Quran untuk meyakinkan dirinya masuk nasrani, bukankah injil jauh lebih banyak ayatnya ditambah lagi selalu direvisi, jadi kenapa harus pakai Al-Quran? Sedangkan orang islam sendiri sangat jarang membawa2 kitab injil dalam ceramah keagamaannya, apakah tidak cukup alkitab saja untuk meyakinkanmu masuk nasrani? Seperti halnya islam yang mencukupkan diri mereka hanya dengan Al-Quran yang hanya 30juz?
      Kenapa anda harus mencari pembenaran Tuhan anda dikitab orang lain? Apa dikitab nasrani tidak diterangkan siapa Tuhan anda hingga harus mempelajarinya dikitab orang lain? Saya suka membaca injil dan al-quran tapi saya tidak pernah mencampur baurkan keduanya, karena mereka memang kitab yang berbeda. Dan saya jadi islam bukan karena membaca injil, tapi karena saya membaca Al-Quran. Jadi kenapa dia harus mencari-cari alasan untuk masuk nasrani di Al-Quran, bukan mencarinya di Alkitab?

      Hapus
  13. Oh jadi begitu ceritanya. Anda keluar islam karena capek mencontoh kehidupan nabi muhammad dan sahabat2nya? Saya mengerti.
    Nah, jadi, sekarang, setelah masuk nasrani anda ingin mengikuti contoh siapa? Isa? Bukannya isa anak Tuhan? Mengikuti nabi saja sulitnya gak ketolongan apalagi mengikuti contoh figur anak Tuhan?
    Tidak mengikuti siapapun? Kalau begitu di nasrani tidak ada figur panutannya dong? Bagaimana anda bisa jadi orang nasrani yg baik kalau tidak ada figur yang bisa dijadikan contoh?
    Nah, saya bingungnya disini.

    BalasHapus
  14. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus