Minggu, 18 Juli 2010

Mantan Muslim AS Kampanyekan Tolak Hukuman Mati Bagi Muslim yang Murtad


Perisai.net - FORMER Muslim United (FMU) meluncurkan kampanye billboard digital sebagai tanggapan terhadap adanya ekspansi sebuah Islamic Center di Murfreesboro, Tennessee. Iklan tersebut dapat dilihat pada papan reklame digital yang terletak di dekat Sungai Stone Mall dan hanya beberapa meter dari jalan Murfreesboro, Tennessee.

Nonie Darwish, pengarang terkenal, seorang aktivis hak asasi manusia dan direktur eksekutif dari FMU, mengatakan, "Ini hanyalah awal dari kampanye nasional untuk mendidik publik tentang ancaman terhadap hak-hak sipil dan asasi manusia bagi mantan Muslim yang meninggalkan Islam dan bahaya dari adopsi hukum Syariah Islam untuk semua warga Amerika".

Dengan latar belakang iklan berwarna hiju menyerupai bendera nasional Saudi dengan bertuliskan kalimat Syahadat. Menurut Darwish kalimat syahadat tersebut adalah pesan dari supremasisme Islam dan keharusan untuk mengubah atau menundukkan orang-orang kafir. Dan di atas tulisan kalimat syahadat tersebut terdapat gambar lingkaran anak-anak dan pengasuh mereka yang merupakan sasaran ancaman hukum Syariah di Amerika Serikat, Darwish menjelaskan.

FMU sebelumnya telah mengeluarkan siaran berita mengutip respon dari Imam ICM dan dewan ICM meminta agar mereka menandatangani Ikrar Kebebasan. "Pemimpin masjid Islamic Center Murfreesboro (ICM) tidak menghormati kebebasan untuk memilih keyakinan seseorang sebagaimana dijamin dalam Amandemen Pertama kami. Itulah kesimpulan yang bisa kami tarik dari sikap 'diam' mereka dan tanpa tanggapan terhadap surat yang berisi Ikrar Kebebasan yang dikirim ke pemimpin masjid ICM oleh organisasi kami," kata Darwish.

Surat FMU dan Ikrar Kebebasan dikirim pada tanggal 29 Juni dengan konfirmasi penerimaan tanggal 1 Juli , meminta para pemimpin ICM untuk mengharamkan fatwa mati bagi orang yang murtad yang telah meninggalkan Islam. Surat-surat itu dikirim ke semua anggota dewan ICM termasuk ke Imam ICM, Syaikh Dr. Ussama, ulama terkemuka AS lulusan Al Azhar University Kairo, Mesir.

Sebelumnya beredar sebuah video dari seorang ulama terkemuka Mesir, Syaikh Yussuf al-Badri, yang diterjemahkan oleh kantor berita Jerman yang dalam video itu Syaikh Yussuf mengatakan, "Allah telah memerintahkan kita untuk membunuh semua orang yang meninggalkan Islam."

FMU telah mengajukan kasus yang mereka anggap sebagai ancaman dan diskriminasi ke Divisi Hak Sipil Departemen Kehakiman AS (USDOJ) dan mereka telah membantu beberapa kasus individual mantan Muslim yang meminta bantuan kepada mereka.

FMU mengeluarkan proposal awal tahun ini ke Masyarakat Islam Amerika Utara (ISNA) untuk melakukan sesi diskusi paralel tentang "Hak-Hak Sipil, Keadilan Sosial, dan Hak-hak Mantan Muslim untuk Kebebasan Beragama dan Kebebasan Berbicara di Amerika" dalam konvensi tahunan ISNA yang diselenggarakan di Rosemount, Illinois, 02-05 Juli, 2010 lalu. Permintaan itu ditolak oleh ISNA, sebuah kelompok Muslim Amerika terkemuka.

Pada musim gugur 2009, FMU juga mengirimkan salinan "Ikrar Kebebasan," kepada lebih dari 111 pemimpin Muslim Amerika dari 50 organisasi, untuk meminta mereka agar menolak konsensus hukum Syariah yang memungkinkan pelaksanaan hukuman mati bagi orang yang murtad dari Islam. [ ]

Eramuslim

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar