Jumat, 30 Juli 2010

KESAKSIAN Pertobatan K.K Alavi,

Nama saya K.K Alavi, dan saya tinggal di negara bagian Kerala, India Selatan. Karena itu bahasa sehari-hari saya adalah bahasa Malayalam. Ayah saya adalah seorang pemimpin di mesjid dan ia bertekad untuk menjadikan saya, anaknya, sebagai penerusnya. Sejak masih di Sekolah Dasar saya sudah diajar mengenai bahasa Arab dan Islam. Saat saya berusia 14 tahun saya menemukan sebuah buklet Kristen, yang gambarnya sangat menarik bagi saya. Karena itu saya membawanya pulang, dan bukannya membuangnya sebagaimana seharusnya dilakukan oleh seorang Muslim yang saleh. Ayah saya sangat marah mengenai hal itu sehingga ia menghukum saya dengan keras dan merobek buklet itu. Namun saat itu benih sudah tertanam. Berita dari Injil mulai tumbuh di dalam hati saya, dan muncul keinginan yang sangat besar untuk tahu lebih banyak lagi. Saya mencari orang-orang Kristen, membaca Injil Kristus menurut Yohanes, dan ikut dalam kelas-kelas Sekolah Minggu—semuanya saya lakukan secara sembunyi-sembunyi. Ketika ayah saya mengetahui apa yang saya lakukan ia menghukum saya tanpa mengenal ampun, mengikat saya selama berminggu-minggu, dan akhirnya, mau membunuh saya karena dianggap meninggalkan Islam. Namun, saya bisa melarikan diri, dan tidak pernah lagi bertemu dengan keluarga saya. Lalu saya memasuki masa yang sangat berat di dalam kehidupan saya, karena saat itu saya baru berusia 16 tahun. Setelah menjalani berbagai hal, saya akhirnya masuk ke sebuah Sekolah Alkitab dan kemudian menjadi gembala di salah satu Gereja di India Selatan. Sejak tahun 1980 saya melayani secara penuh waktu sebagai penginjil di antara orang-orang Muslim. Melalui pelayanan saya banyak anak-anak Ismael yang kemudian menemukan iman kepada Yesus Kristus.

DOA: Ya Allah yang Kudus, saya bersyukur bahwa Kristus melakukan banyak mujizat Ilahi, dan bahwa Ia sekarang ada di surga. Tolonglah saya untuk menerima bahwa Kristus bukanlah sedar makhluk ciptaan, seperti Adam, tetapi bahwa Ia adalah Firman-Mu, penuh dengan kekudusan Ilagi dan kuasa penciptaan. Bukalah telinga dan mata saya, sehingga saya bisa melihat dan mendengar siapa Kristus yang sebenarnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar