Minggu, 04 Oktober 2009

Pasal 12 - Roh Anti Kristus Dalam Islam

ROH ANTI KRISTUS
Sementara kita telah mendiskusikan pribadi anti Kristus yang sesungguhnya, Alkitab juga berbicara mengenai suatu roh anti Kristus. Selain dari satu referensi langsung di dalam Alkitab mengenai Sang Anti Kristus, kata itu juga dipergunakan sebanyak 4 kali dengan pengertian umum oleh Rasul Yohanes. Tiap kali kata itu digunakan selalu dihubungkan dengan suatu roh yang khusus. Roh ini dikenal dengan penyangkalannya terhadap beberapa aspek spesifik dari natur Yesus dan hubungan-Nya dengan Tuhan Sang Bapa. Berikut ini adalah beberapa ayat yang menggambarkan roh “anti Kristus” ini:

Demikianlah kita mengenal Roh Tuhan: setiap roh yang mengaku, bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai manusia, berasal dari Tuhan, dan setiap roh, yang tidak mengaku Yesus, tidak berasal dari Tuhan. Roh itu adalah roh antikristus dan tentang dia telah kamu dengar, bahwa ia akan datang dan sekarang ini ia sudah ada di dalam dunia.
1 Yohanes 4:2-3

Siapakah pendusta itu? Bukankah dia yang menyangkal bahwa Yesus adalah Kristus? Dia itu adalah antikristus, yaitu dia yang menyangkal baik Bapa maupun Anak. Sebab barangsiapa menyangkal Anak, ia juga tidak memiliki Bapa. Barangsiapa mengaku Anak, ia juga memiliki Bapa.
1 Yohanes 2:22-23

Sebab banyak penyesat telah muncul dan pergi ke seluruh dunia, yang tidak mengaku, bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai manusia. Itu adalah si penyesat dan antikristus.

2 Yohanes 1:7

Berdasarkan ayat-ayat ini, kita belajar bahwa Anti Kristus adalah suatu roh yang dikenal sebagai si “pembohong” dan si “penipu” yang secara spesifik menyangkali hal-hal ini:
1.Bahwa Yesus adalah Kristus/Mesias (Sang Juruselamat/Pelepas Israel dan dunia)
2.Sang Bapa dan Anak (Trinitas atau bahwa Yesus adalah Putra Tuhan)
3.Bahwa Yesus telah datang dalam daging. (inkarnasi – bahwa Tuhan telah menjadi manusia).

ROH ANTI KRISTUS DALAM ISLAM
Agama Islam, lebih dari sekedar sebuah agama, filsafat, atau sistem kepercayaan apapun, cocok dengan gambaran sebagai sebuah roh antikristus. Agama Islam menjadikan penyangkalan atas semua hal mengenai Yesus dan hubungan-Nya dengan Bapa sebagai salah satu prioritas utamanya. Pada kenyataannya, adalah adil jika mengatakan bahwa Islam secara literal merupakan sebuah tanggapan polemis langsung terhadap semua doktrin penting Kristen diatas. Namun, berkenaan dengan doktrin-doktrin Kristen diatas, Orang Muslim akan dengan segera berargumen bahwa Islam sungguh-sungguh mengajarkan bahwa Yesus adalah Mesias. Tapi sebenarnya ini hanyalah tipuan. Memang benar bahwa Islam mengenakan gelar Mesias pada Yesus. Tetapi kita bertanya pada seorang Muslim apa sesungguhnya arti “Mesias” di dalam Islam, maka definisi yang diberikan adalah definisi yang kosong dan sama sekali tidak mengandung substansi mesianis sejati. Dalam Islam, Yesus hanyalah salah seorang nabi diantara banyak nabi yang ada. Namun berdasarkan Alkitab, peran Mesias diantara peran-peran lainnya, adalah sebagai Juruselamat, Imamat yang Ilahi, seorang Pelepas dan Raja orang Yahudi. Sebagaimana yang telah kita lihat dalam pasal-pasal terdahulu mengenai Yesus Muslim, Ia bukanlah Mesias yang menyelamatkan atau melepaskan Israel dan semua pengikut-Nya yang setia, melainkan dalam tradisi Islam, Yesus akan kembali untuk memimpin musuh-musuh Israel untuk memerangi Israel dan membunuh atau mentobatkan semua orang Yahudi dan orang Kristen kepada Islam. Ini sama saja dengan menyebut Adolf Hitler sebagai pelepas Israel, dan bukannya Musa. Kini, kita lihat bagaimana Rasul Yohanes mengatakan kepada kita bahwa sebelum tiba saat terakhir (hari kiamat), ada suatu “roh” yang akan mendominasi dunia. Roh ini akan menyangkali banyak doktrin penting Alkitab berkenaan dengan siapa Yesus itu dan untuk apa ia datang ke dalam dunia. Islam adalah gambaran yang sempurna dari roh ini.

TAUHID DAN SYIRIK
Agar memiliki pemahaman yang tepat mengenai roh Anti Kristus Islam, pertama-tama ada 2 doktrin yang harus dimengerti. Yang pertama disebut Tauhid. Ini adalah kepercayaan yang paling mendasar dalam Islam. Tauhid berhubungan dengan kepercayaan yang absolut akan keesaan Tuhan. Islam menganut bentuk/paham keesaan monoteis yang sangat ketat. Dalam Islam, Tuhan itu benar-benar tersendiri (satu, esa). Namun untuk memahami Tauhid, kita harus mengerti bahwa Tauhid itu lebih dari sekadar doktrin. Dalam Islam, percaya pada Tauhid adalah sebuah perintah yang absolut. Dan jika mengikuti Tauhid adalah perintah tertinggi dan terpenting di dalam Islam, maka dosa yang terbesar adalah Syirik. Syirik adalah lawan dari Tauhid. Pada intinya, syirik adalah penyembahan berhala. Dari laporan berkala “Invitation to Islam” yang diterbitkan oleh sebuah kelompok Muslim dari Toronto, kita dapat membaca sebuah pernyataan penting, yang akan menolong kita dapat mengerti dengan tepat bagaimana syirik dipandang oleh orang Muslim:
“Pembunuhan, pemerkosaan, pelecehan anak-anak dan pembantaian massal. Ini merupakan beberapa kejahatan yang paling mengerikan yang terjadi di dunia saat ini. Banyak orang berpikir bahwa ini adalah kejahatan yang paling buruk ketika dilakukan. Tetapi ada sesuatu yang lain yang lebih buruk daripada penggabungan dari kejahatan-kejahatan tersebut diatas: itulah melakukan syirik”. 1

Oleh sebab itu banyak orang-orang Muslim beranggapan bahwa percaya kepada Trinitas maupun keilahian Yesus termasuk ke dalam jajaran dosa-dosa besar yang dilakukan oleh manusia. Pada kenyataannya, mempercayai doktrin-doktrin dasar Kristen itu adalah lebih dari sekedar berdosa; itu adalah kejahatan yang paling keji dari semua kejahatan yang ada! Dalam pikiran Muslim, syirik tidak hanya berhubungan dengan kepercayaan yang politeis, atau paganis tetapi juga berhubungan dengan doktrin-doktrin historis esensial dari iman Kristen. Berikut ini kita akan menguji ketiga doktrin esensial itu dan bagaimana secara spesifik Islam menyangkalinya.

ISLAM MENYANGKALI YESUS ADALAH PUTRA TUHAN
Agama Islam memiliki satu kepercayaan mendasar, yaitu sebuah penyangkalan langsung terhadap Yesus sebagai Putra Tuhan. Penyangkalan ini ditemukan beberapa kali dalam Qur’an:
“Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: ‘Sesungguhnya Allah itu ialah Al Masih putra Maryam”. Sura 5:17.

“Mereka (orang-orang Yahudi dan Nasrani) berkata: ‘Allah mempunyai anak’. Maha Suci Allah; Dia-lah Yang Maha Kaya; kepunyaan-Nya apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Kamu tidak mempunyai hujah tentang ini. Pantaskah kamu mengatakan kepada Allah apa yang tidak kamu ketahui?” Sura 10:68.

“Dan mereka berkata: ‘Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak. Sesungguhnya kamu telah mendatangkan sesuatu perkara yang sangat mungkar, hampir-hampir langit pecah karena ucapan itu, dan bumi belah, dan gunung-gunung runtuh, karena mereka mendakwa Allah Yang Maha Pemurah mempunyai anak. Dan tidak layak bagi Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai anak)”. Sura 19:88-92.

“...dan orang Nasrani berkata: ‘Al Masih itu Putra Allah’. Demikian itulah ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Dilaknati Allah-lah mereka; bagaimana sampai mereka berpaling dari Kebenaran?” Sura 9:30 (Yusuf Ali)

Secara literal Qur’an mengutuk orang-orang yang percaya bahwa Yesus adalah Putra Tuhan. Mereka yang mengatakan hal-hal yang demikian telah mengucapkan “penghujatan besar” dan dapat disamakan dengan “orang-orang kafir”. Maka dalam hal ini, tidak perlu dipertanyakan lagi, Islam adalah sebuah sistem keagamaan yang Anti Kristus. Masihkah anda ingat komentar Jim Hasting di pasal 1? Ia adalah imam dalam pelatihan yang bertobat kepada Islam. “Hal yang selalu dia kemukakan adalah bahwa hanya ada satu Tuhan, Ia tidak memiliki siapapun yang setara dengan-Nya, Ia tidak membutuhkan seorang Putra untuk datang ke bumi dan melakukan pekerjaan-Nya”. Islam berusaha menciptakan suatu bentuk ibadah monoteis yang dapat diterima namun Islam tidak hanya membuang aspek-aspek esensial dari hubungan dengan Tuhan yang menyelamatkan, tetapi Islam bahkan eksis secara literal untuk mengkonfrontasikan hal-hal ini secara langsung dan menyebutnya sebagai bentuk penghujatan yang paling dahsyat. “Tidak layak bagi Tuhan untuk mempunyai anak!” Kata-kata ini mengitari bagian dalam mesjid Dome of the Rock di Yerusalem. Inilah tempat orang Yahudi, umat Yahweh, selama berabad-abad beribadah di dalam Bait Suci mereka, menantikan Mesias mereka. Ini juga adalah tempat dimana Yesus, Sang Putra Yahweh dan yang adalah Sang Mesias Yahudi pada suatu hari kelak akan kembali untuk memerintah dunia. Islam secara literal telah mendirikan sebuah monumen yang menyuarakan penentangan terhadap realitas yang akan terjadi di masa depan.

ISLAM MENYANGKALI TRINITAS
Tuduhan penghujatan juga ditujukan pada mereka yang percaya kepada Trinitas:
“Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: ‘Bahwasanya Allah salah satu dari yang tiga, padahal sekali-kali tidak ada Tuhan yang berhak disembah (selain Tuhan Yang Esa). Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang kafir diantara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih”. Sura 5:73.

Oleh karena itu percaya kepada Trinitas juga dipandang sebagai penghujatan. Tetapi “siksaan yang pedih” seperti apakah yang akan dialami orang-orang yang percaya kepada Trinitas? Sebagaimana yang telah kita lihat dalam pasal-pasal terdahulu, banyak orang Muslim yang secara ironis menantikan Yesus versi mereka untuk kembali dan benar-benar membunuh orang-orang “Kristen penganut trinitas politeistis”.
Dan Qur’an tidak hanya berhenti pada menyangkali Yesus yang adalah Putra Yahweh atau bahwa Yahweh itu eksis sebagai sebuah trinitas.

ISLAM MENYANGKALI SALIB
Dengan berurai air mata, Rasul Paulus memperingatkan jemaat di Filipi bahwa, “banyak orang akan hidup sebagai musuh-musuh salib Kristus” (Fil 3:18). Maka semestinya kita tidak terkejut jika Islam juga bahkan menyangkali peristiwa yang paling sentral dalam sejarah penebusan: penyaliban Yesus. Mengenai orang-orang Yahudi pada jaman Yesus, Qur’an berkata:
“dan karena ucapan mereka: ‘Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih, putra Maryam, Rasul Allah’, padahal mereka tidak membunuh-Nya dan tidak (pula) menyalib-Nya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka. Mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa. Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”. Sura 4:157-158.

Diantara para sarjana Islam, sebenarnya ada banyak teori yang saling bertentangan berkenaan dengan apa yang sesungguhnya terjadi pada Yesus. (Karena secara ironis, berkenaan dengan hal ini, sebenarnya merekalah yang telah “beranggapan telah mengikuti”). Namun disamping ketidakmampuan orang Muslim untuk mencapai konsensus apapun berkenaan dengan apa yang terjadi pada Yesus, mereka sangat bersepakat setidaknya pada satu hal: Ia tidak disalibkan! Kutipan Qur’an diatas setidaknya telah sangat menjelaskan hal itu.

BAGAIMANAKAH ROH ANTI KRISTUS DALAM ISLAM MEMPENGARUHI ORANG MUSLIM?
Jadi kita dapat melihat bahwa Islam secara spesifik dan terang-terangan menyangkali ketiga doktrin utama yang disebutkan oleh Rasul Yohanes ketika ia menggambarkan roh Anti Kristus. Dan Qur’an tidak hanya menyangkali ketiga doktrin itu, tetapi sesungguhnya mengekspresikan penghinaan yang keras terhadap doktrin-doktrin itu, orang-orang yang mempercayai doktrin itu, menuduh mereka telah melakukan penghujatan yang dahsyat. Namun bagaimanakah sikap Qur’an tersebut mempengaruhi orang Muslim? Pernyataan ini kelihatannya sangat keras, tetapi dalam masa pelayanan saya menjangkau orang Muslim, mengadakan dialog-dialog antar agama, dan dalam pembicaraan-pembicaraan biasa dengan orang-orang yang bukan Kristen, ada dua kelompok yang saya saksikan sendiri, mengekspresikan penghinaan dan ejekan yang sangat kuat terhadap Injil, yaitu para Satanis dan orang-orang Muslim. (Ya, percaya atau tidak, saya sudah pernah terlibat dalam beberapa percakapan serius dengan banyak Satanis/pemuja Satan). Sekarang, ijinkan saya menjelaskan bahwa saya sama sekali tidak bermaksud untuk menyamakan semua Muslim dengan para Satanis dalam hal apapun juga. Saya telah berjumpa dengan banyak orang Muslim yang sangat baik dan tulus, yang tidak akan pernah mengekspresikan penghinaan terhadap doktrin Kristen dalam bentuk apapun, walaupun mungkin dalam hati mereka, sebenarnya mereka merasa demikian. Tetapi saya berbicara sejujurnya ketika saya mengatakan bahwa berdasarkan pengalaman-pengalaman pribadi saya, saya menyaksikan penghinaan terhadap berita Injil, dan hanya para Satanis dan orang Muslim-lah yang telah menunjukkan penghinaan yang amat sangat. Memang benar ada banyak agama dan sistem kepercayaan yang tidak sepakat dengan doktrin Kristen, bahkan banyak juga yang tidak percaya kepada Tuhan, namun hanya Islam sajalah agama yang eksistensinya adalah untuk menyangkali inti kepercayaan Kristen. Dan tentu saja, berdasarkan tuntunan Qur’an, ketiga doktrin tersebutlah yang paling sering mengalami serangan dan ejekan dari orang Muslim; yaitu doktrin trinitas, inkarnasi ilahi, dan kurban penebusan/penyaliban Yesus. Baru-baru ini saya membaca sebuah saran dari seorang Muslim dalam kelompok diskusi di internet melalui sebuah stiker: “Ketidakwarasan ilahi: Tuhan mati di kayu salib untuk menyelamatkan ciptaan-Nya sendiri dari murka-Nya sendiri”. Seorang teman Muslim bersikeras menggambarkan Yesus sebagai “roti lapis Tuhan-manusia”. Saya telah mengalami banyak tuduhan yang mengatakan bahwa oleh karena saya percaya pada Tuhannya orang Kristen yang ada dalam sejarah, maka saya tidaklah berbeda daripada seorang penyembah berhala kafir yang politeistis. Seringkali, orang mengatakan pada saya bahwa doktrin pengorbanan Yesus adalah sama kuno dan kafirnya dengan pengorbanan manusia bagi semacam “dewa gunung berapi”. Saya dituduh percaya kepada Tuhan yang adalah seorang “penyiksa anak yang sadis”. Saya telah melihat upaya-upaya untuk menyamakan kematian Yesus di atas kayu salib dengan pembom bunuh diri. Saya telah mengalami ejekan terhadap Tuhannya orang Kristen sebagai “vampir yang haus darah”.

Jika anda seorang Kristen dan anda mengasihi Tuhan, saya yakin pernyataan-pernyataan itu akan mendukakan anda sebagaimana itu juga telah mendukakan saya. Untuk itu saya mohon maaf karena telah menyebutkannya. Dengan memunculkan serangan-serangan ini atas iman kita, saya tidak bermaksud untuk membangkitkan perasaan-perasaan negatif terhadap orang Muslim. Saya sangat berharap anda tidak memiliki perasaan-perasaan itu! Alasan saya dengan mengemukakan contoh-contoh tersebut adalah untuk memperkenalkan anda dengan roh Anti Kristus yang keji itu, yang berdiam di dalam agama Islam, yang dimanifestasikan oleh banyak orang Muslim. Maka kita tidak boleh terkejut jika menemukan bahwa salah-satu deskripsi Anti Kristus adalah ia sangat suka menyampaikan hujatan keras terhadap Tuhan yang ada dalam Alkitab:
Raja itu akan berbuat sekehendak hati; ia akan meninggikan dan membesarkan dirinya terhadap ... Tuhan yang mengatasi segala sesembahan.
Daniel 11:36a

Ia akan mengucapkan perkataan yang menentang Yang Mahatinggi, dan akan menganiaya orang-orang kudus milik Yang Mahatinggi.
Daniel 7:25a

Qur’an sendiri mengekspresikan hujatan-hujatan seperti itu. Sebagai seorang yang senantiasa berdialog dengan banyak Muslim dari seluruh dunia, saya dapat menyaksikan bahwa roh Anti Kristus yang keji yang kita lihat terekspresi dalam kutipan-kutipan Qur’an, seringkali berkembang menjadi penghinaan besar dan pelecehan bukan hanya terhadap iman Kristen, namun juga terhadap orang-orang Kristen itu sendiri. Walaupun ini tidak selalu menjadi permasalahannya, haruskah kita terkejut ketika Muslim bersikap menentang mereka yang terang-terangan dikutuk Qur’an sebagai para penghujat kafir yang menyembah berhala? Dan jika kita bersikap realistis, haruskah kita mengharapkan masa depan Islam diberikan kepada orang-orang Muslim itu yang telah menyatu dengan ejekan Qur’an terhadap orang Kristen, atau ejekan bagi mereka yang menunjukkan sikap persahabatan terhadap orang-orang Kristen tanpa memperdulikan kutukan-kutukan yang ada dalam kitab suci mereka?

Pada akhirnya, apakah Islam itu secara spesifik adalah sistem Anti Kristus yang dinubuatkan Alkitab atau tidak? Tidak diragukan lagi bahwa (Islam) inilah agama kedua terbesar di dunia dan yang sangat cepat pertumbuhannya, yang sejak kelahirannya merupakan intisari Roh Anti Kristus yang sudah diperingatkan oleh Rasul Yohanes kepada kita.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar