Sabtu, 17 Oktober 2009

Pasal 19 - Masalah-Masalah Potensial dengan Tesis-Tesis

Saya meyakini, adalah sebuah sikap bertanggungjawab untuk membahas apa yang telah saya antisipasi, yang mana hal itu mungkin merupakan sejumlah argumen dan obyektif yang dipakai melawan tesis sebagaimana dipresentasikan dalam buku ini. Dalam pasal ini saya akan membahas kesulitan-kesulitan potensial yang secara pribadi telah menimbulkan pertanyaan dalam diri saya, serta membagikan mengapa saya merasa bahwa hal-hal itu adalah mudah untuk diselesaikan. Pada kenyataannya, sejumlah tantangan mungkin bisa memberikan penerangan yang lebih besar terhadap detil-detil mengenai bagaimana hal-hal terbentang sesuai dengan maksud Alkitab.

MELOMPAT PADA KESIMPULAN
Disepanjang sejarah Kristen, banyak orang Kristen yang telah melihat Anti-Kristus dan sistemnya yang, siapa pun dia, dia adalah musuh utama atau Setan pada masa kini. Banyak orang Protestan berkata – beberapa dari mereka masih meyakini hal itu hingga hari ini – bahwa Paus kemungkinan tokoh yang paling cocok untuk menjadi Anti Kristus. Spekulasi yang lain mulai dari Mikhail Gorbachev hingga Saddam Husein hingga Pangeran Charles. Selama beberapa waktu lamanya, Komunisme dengan doktrin ateismenya dianggap oleh banyak orang sebagai sistem Anti Kristus yang paling favorit. Sebelum dibentuknya Uni Eropa, banyak yang berspekulasi bahwa ketika jumlah anggota Uni Eropa mencapai sepuluh, maka Anti Kristus akan bangkit yang menandakan “Kebangkitan Kekaisaran Roma”. Dalam film seri populer “Left Behind”, Nicoloae Carphatia, seorang politisi Roma memainkan peran sebagai Anti Kristus. Telah banyak buku ditulis oleh orang-orang Kristen mengenai spekulasi-spekulasi yang tidak tepat dan lucu selama bertahun-tahun. Pada kenyataannya, baru-baru ini masih ada sebuah buku yang ditulis mengenai hal itu.

Paul Boyer, Profesor Sejarah di Universitas Wisconsin, dalam tulisannya yang informatif, meskipun ini sebuah buku tua, berjudul “When Time Shall Be No More”, secara menyeluruh menguji keyakinan premillenial yang muncul di sepanjang sejarah Gereja. Boyer berhasil mendemonstrasikan bagaimana orang-orang Kristen telah berulang-ulang tertipu dan terlalu tergesa-gesa sebab mereka terlalu cepat menyimpulkan mengenai identitas maupun sistem dari Anti Kristus. Pada masa dimana kita hidup, saya mengambil resiko untuk berkata bahwa pekerjaan beberapa guru mengenai akhir zaman adalah mereka terlalu berspekulasi mengenai indetitas dari Anti Kristus dan sistemnya, dimana apa yang mereka lakukan kelihatan seperti sebuah olah-raga dan sebuah industri.

Sebab itu tantangannya muncul sebagai berikut: “Apakah anda akan melakukan hal yang sama? – Apakah anda hanya mengambil Manusia Setan hari ini (Islam) dan mengkategorikannya sebagai sebuah sistem Anti-Kristus? Saya tidak mempercayainya. Inilah alasannya: Saya tidak akan mencari cara untuk mengindentifikasikan Islam sebagai sebuah sistem anti-Kristus, tetapi saya lebih suka berteman dengan Muslim serta berusaha memahami Islam. Dan saya masih mengasihi orang-orang Muslim. Tetapi melalui perjalanan saya untuk memahami dan mengetahui dengan baik mengenai Islam, materi yang dibahas dalam buku ini sangat mempengaruhi saya. Bukan karena perasaan-perasaan negatif atau agenda yang bias sehingga saya bisa tiba pada kesimpulan yang saya miliki dalam buku ini, tetapi lebih pada informasi yang berbicara untuk dirinya sendiri. Juga, fakta sederhana bahwa suatu hari kelak sistem Anti Kristus akan muncul. Ketika hal itu terjadi, apakah kita akan memandang ke arah yang lain sebab takut menjadi orang-orang Kristen yang mudah tertipu, yaitu mengidentifikasikan Anti-Kristus secara salah? Ketika hal yang sebenarnya tiba, akankah gereja mengijinkan perasaan takut membuatnya menjadi bodoh sehingga kehilangan ketajaman?

Pada titik ini, respon saya kepada mereka yang menantang ide bahwa Islam adalah kekuatan pengendali utama di belakang sistem Anti Kristus akan ditantang untuk menunjukkan berdasarkan Alkitab mengapa hal itu tidak demikian. Aspek apa dari roh dan sistem Anti Kristus sebagaimana yang digambarkan dalam Alkitab yang tidak segaris dengan roh dan doktrin-doktrin Islam? Apakah ada kelemahan berkaitan dengan argumen yang dikemukakan di sini? Dan jika bukan Islam, maka sistem lain apa yang memenuhi daftar panjang dari syarat-syarat biblika yang dibutuhkan untuk memenuhi peran seperti itu?

ujuan utama dari buku ini bukan untuk membuktikan suatu hal, tetapi semata-mata untuk menghadirkan infomasi kepada gereja. Saya meyakini bahwa dengan melakukan hal itu, saya telah memenuhi tanggungjawab saya dihadapan Tuhan untuk memperingatkan gereja akan informasi yang mengejutkan dan yang tidak bisa disangkali seperti ini. Buku ini sepenuhnya mengenai mengarahkan kembali para pembaca pada Alkitab dan doa supaya mereka bisa mempelajari dan bermeditasi untuk melihat apakah hal-hal ini terjadi demikian. Jika demikian, maka banyak orang lain akan mengikuti dengan pemahaman mereka sendiri dan menambahkan apa yang telah dipresentasikan di sini. Dan tentu saja, perkembangan dunia juga akan terus menyokong teori ini. Tetapi daripada melihat informasi ini sebagai hal-hal yang sepele, atau hanya sebagai informasi menarik untuk memuaskan keingintahuan intelektual kita, saya mengajak tiap pembaca untuk mengambil informasi ini sebagai sebuah peringatan keras supaya selalu berdoa dan berjaga-jaga. Hari-hari yang kita jalani saat ini menuntut kita untuk senantiasa berdoa dan berjaga-jaga. Semua kita harus waspada akan perkembangan dunia, baik secara natural maupun secara spiritual. Jika hanya ada satu hari yang menuntut kita untuk memiliki level kesadaran yang tinggi, maka sudah tentu inilah hari-hari itu. Sekarang kita berpaling pada sejumlah “lubang” potensial dari argumen:

ANTI-KRISTUS SENDIRI MENUNTUT UNTUK DISEMBAH
Barangkali argumen paling kuat yang bisa dipakai melawan ide bahwa sistem Islam akan menggenapi peran dari sistem Anti Kristus merupakan fakta bahwa disamping semua kemiripan dan hal-hal paralel diantara keduanya, fakta sederhana bahwa Anti Kristus menuntut untuk disembah sementara Islam sendiri tidak mengijinkan pengikutnya untuk menyembah seorang manusia. Sesungguhnya ini masalah besar bagi Islam terhadap Kekristenan. Sementara saya berspekulasi, saya percaya bahwa sebuah pengujian yang masuk akal terhadap skenario masa depan ini akan menyingkirkan setiap keraguan yang mencoba meniadakan ide atau dugaan bahwa Islam adalah sistem Anti Kristus.

Poin pertama yang perlu diingat adalah bahwa sementara Anti Kristus menyelesaikan banyak hal dalam separuh dari tujuh tahun pemerintahannya, ia tidak menuntut untuk disembah hingga berakhirnya separuh dari tujuh tahun ini. Hanya sesudah anti-Kristus telah meraih sejumlah kemenangan militer yang signifikan dan mempunyai sekutu yang banyak, maka barulah ia akan menginvasi Israel dan mendirikan posisi kekuasaannya dalam Bait Suci di Yerusalem. Inilah waktu yang dimaksudkan oleh Paulus, bahwa Anti Kristus akan “menempatkan dirinya di Bait Suci, dan memprokamirkan dirinya sebagai Tuhan” (2 Tesalonika 2:4). Ini juga adalah waktu yang dikatakan oleh Paulus ketika “dinyatakan manusia yang tidak tunduk pada hukum” (2 Tesalonika 2:3). Sementara banyak orang Kristen dengan hikmat untuk membedakan roh telah mengenali kehadiran Anti Kristus pada titik ini, hanya setelah pertengahan dari “minggu” atau tujuh tahun seperti yang dikatakan oleh Alkitab, ia sepenuhnya “dinyatakan”.

Kita perlu memahami bahwa anti-Kristus tidak akan menuntut dirinya untuk disembah sebelum secara universal ia diakui dan diterima oleh dunia Muslim sebagai Mahdi. Para imam, mullah, sheikh dan ayatollah; semua pemimpin dunia Islam, akan memberikan kesetiaan mereka kepada Sang Mahdi. Menyangkalinya pada titik ini bagi Islam adalah tindakan yang memalukan. Akan tiba saatnya ketika Islam secara universal akan dipulihkan dan hal ini akan digenapi secara cepat. Di tengah-tengah semua kegirangan besar ini, tindakan mengumumkan dan menuduh bahwa seorang dukun yang jahat tengah menipu seluruh dunia Islam adalah sesuatu yang tidak mungkin dipikirkan. Sekali penipuan terjadi, mustahil untuk menariknya kembali. Kaitan itu sudah terpasang dan telah memakan mangsanya.

Ada juga faktor-faktor sangat penting lainnya yang bermain di sini. Di sepanjang periode ini, Nabi Palsu, yang diyakini oleh dunia Islam bahwa dia adalah Yesus, akan bekerja sebagai “manager kampanye” Anti Krisus yang akan memperlihatkan mujizat-mujizatnya. Sebagaimana yang dikatakan oleh Paulus:
yang mengenai datangnya itu adalah berdasarkan daya kerja Setan, dengan segala kuasa dan tanda-tanda dan keajaiban-keajaiban palsu, dan dengan segala tipu daya ketidakbenaran di antara mereka yang sedang binasa, sebagai ganti kasih kebenaran yang tidak mereka terima agar mereka diselamatkan. Dan karena itulah Elohim akan mengirimkan daya kerja kesesatan kepada mereka supaya mereka percaya pada kepalsuan, sehingga mereka dapat dihakimi, yaitu semua orang yang tidak percaya kepada kebenaran, tetapi yang senang berada dalam ketidakbenaran. (2 Tes 2:9-12)

Jadi para pengikut Mahdi/Anti-Kristus akan ada dalam sebuah kondisi dimana mereka tertipu sangat dalam secara spiritual. Penipuan ini ditemukan pada sebuah kombinasi faktor-faktor termasuk sejumlah dinamika psikologis yang sangat kuat dan juga dimensi-dimensi spiritual sebagaimana yang digambarkan oleh Paulus di atas. Sebab “mereka menolak kasih kebenaran agar mereka diselamatkan....maka Elohim mengirimkan kepada mereka....daya kerja kesesatan.....supaya mereka percaya kepada kepalsuan.” Ini adalah sebuah bahasa yang kuat. Dan Tuhan sendiri yang akan mengirimkan khayalan itu. Karena mereka sendiri telah menolak Tuhan, maka Tuhan sendiri membuat mereka ditutupi oleh keputusan mereka yang salah. Ini adalah sebuah gambaran yang mirip dengan cerita ketika Tuhan mengeraskan hati Firaun supaya Tuhan bisa menggenapi tujuannya bagi umat Israel. Sesungguhnya, Firaun dari Mesir dalam pengertian seorang yang memberi tanda akan kedatangan para pengikut anti-Kristus.

Alkitab juga memberikan petunjuk pada kita salah satu khayalan kuat yang akan menyebabkan dunia merasa berhutang kepada Anti Kristus. Dikatakan bahwa ia akan mengalami luka yang mematikan di kepalanya, tetapi ia akan dihidupkan kembali. Hal ini sepertinya paralel dengan kematian dan kebangkitan Yesus. Rasul Yohanes, dalam kitab Wahyu menggambarkan luka yang fatal di kepala ini sbb:
Dan aku melihat satu dari kepala-kepalanya seperti telah disembelih sampai mati, tetapi luka yang mematikannya itu telah disembuhkan, dan seluruh dunia terkagum-kagum mengikuti binatang itu. (Wahyu 13:3)

Tentu saja peristiwa besar seperti ini akan “dipromosikan” dan dieksploitasi oleh Sang Nabi Palsu/Yesus palsu:
Dan dia menjalankan di hadapannya seluruh wewenang binatang buas yang pertama. Dan dia membuat bumi dan orang-orang yang tinggal di dalamnya supaya menyembah binatang buas yang pertama, yang luka kematiannya telah disembuhkan. (Wahyu 13:12)

Apa yang dikatakan sebagai “luka yang mematikan” ini pasti akan terlihat, tetapi hal ini digambarkan dalam dua cara; satu, ia “tampaknya” telah disembelih dan dalam ayat berikut dikatakan “kematiannya”. Anti Kristus karena itu secara spesifik digambarkan sebagai “binatang yang dilukai oleh pedang namun tetap hidup.” Meski secara spesifik hal ini bisa menunjuk pada apa pun, tetapi tidak diragukan lagi bahwa sesungguhnya hal ini menunjuk pada sejumlah tanda-tanda palsu yang akan dipakai oleh Anti Kristus/Mahdi dan Nabi Palsu/Yesus Palsu untuk menyesatkan dan menangkap banyak orang. “Tanda yang sangat penting” yang diperlihatkan oleh Yesus ketika Ia melayani di bumi adalah “KebangkitanNya” dari antara orang mati. Anti Kristus, sebagai kera dari Kristus pastilah akan mencontoh apa yang pernah dilakukan oleh Yesus, yaitu kebangkitanNya, dan hal ini dilakukan oleh Anti Kristus sebagai respon dari inti peristiwa penebusan di segala zaman.

Dan tentu saja, faktor penting lainnya yang perlu diperhatikan di sini adalah bahwa pada waktu ini, mereka yang tidak mendukung Anti Kristus/Mahdi atau memberikan padanya penyembahan sebagaimana yang ia tuntut, akan dibunuh dibawah Hukum Islam yang akan dipaksakan secara global.
Dan kepadanya telah ditetapkan untuk memberikan roh kepada ikon binatang buas itu, supaya ikon binatang buas itu pun dapat berbicara, dan dia membuat sebanyak orang yang tidak menyembah ikon binatang buas itu, agar mereka dapat dibunuh. (Wahyu 13:15)

Berbicara mengenai waktu yang spesifik ini, Yesus berkata:
Maka biarlah mereka yang berada di Yudea melarikan diri ke pegunungan.
Siapa yang berada di atap rumah, janganlah dia turun untuk mengambil apa pun dari rumahnya,
dan siapa yang berada di ladang, janganlah dia pulang kembali untuk mengambil jubahnya.
Dan celakalah bagi mereka yang sedang mengandung dan yang sedang menyusui pada hari-hari itu.
Namun berdoalah supaya pelarianmu tidak terjadi pada musim dingin ataupun hari Sabat.
Sebab, pada waktu itu akan terjadi kesukaran besar seperti yang belum pernah terjadi sejak awal dunia sampai sekarang, bahkan sekali-kali tidak akan pernah terjadi.
Dan sekiranya hari-hari itu tidak diperpendek, maka semua manusia tidak akan diselamatkan; tetapi karena mereka yang terpilih, hari-hari itu akan diperpendek.
(Matius 24:16-22)

Jelas bahwa ribuan orang akan dibunuh. Banyak orang tidak akan menerima atau menyembah Anti Kristus/Mahdi. Saya percaya bahwa pada waktu ini ada banyak sekali orang-orang Muslim akan melihat pribadi yang jahat dalam diri anti-Kristus dan mereka akan berbalik pada Yesus sejati untuk keselamatan. Siapa tahu?

Jadi kita perlu mencoba untuk membayangkan skenario total: Anti Kristus/Mahdi akan muncul. Seluruh dunia Islam akan mengenalinya. Menjadi yang terutama secara psikologis, doktrinal, dan spiritual dalam kehidupan mereka, maka banyak dari dunia Islam akan berbaris dengannya dan bergabung dengan kelompoknya. Ia akan meraih sejumlah kemenangan militer dan bertumbuh dalam kuasa sebagai pemimpin dunia tak tertandingi dengan kekuatan militer tak tertandingi berada di bawah kekuasaannya. Semua manusia di bumi akan hormat padanya dan berkata: “Siapa yang sama dengannya dan siapa yang sanggup berperang melawannya?” Di atas kesemuanya itu, manusia lainnya yang tengah dinanti-nantikan oleh dunia Islam, yaitu Yesus Muslim, juga akan muncul dan ia akan secara terbuka mendeklarasikan Mahdi sebagai manusia Allah pada saat itu. Bersama dengan sang Yesus Palsu, dengan kemampuan retorika yang luar biasa, ia akan menunjukkan “semua jenis mujizat, tanda-tanda dan perbuatan-perbuatan ajaib yang palsu”, untuk menyesatkan dan menangkap sebanyak mungkin orang. Diantara tanda-tanda ajaib ini adalah satu tanda yang sangat mempesona manusia di bumi. Anti Kristus akan memperlihatkan tanda palsu dimana ia seolah-olah bangkit dari kematian. Ia sembuh dari sebuah “luka di kepala yang mematikan.” Dan seandainya hal ini masih belum cukup juga, Anti Kristus akan menyelesaikan apa yang sangat dirindukan oleh dunia Muslim, yaitu bahwa ia akan mengalahkan Israel dan mendirikan kekalifahan Islam dari Yerusalem. Sekarang Islam telah memulihkan namanya! Ia sekarang hanya satu inci jaraknya dari kemenangan final absolutnya terhadap seluruh bumi. Dan sekarang, di tengah-tengah semuanya itu, Mahdi akan melemparkan bola terakhir. Dengan cara yang sama sebagaimana orang-orang Kristen melihat Yesus sebagai inkarnasi dari Tuhan sendiri, maka Mahdi akan mendeklarasikan dirinya sebagai inkarnasi Allah, dan ia akan menuntut supaya dirinya disembah. Sebuah novel yang lebih menegangkan belumlah ditulis.

Seringkali Setan mengenakan topeng untuk menutupi identitasnya yang sebenarnya, dengan sesuatu yang mengagumkan, yaitu supaya ia bisa memperdayai dan akhirnya menangkap mangsanya. Dalam kebanyakan kasus, natur sebenarnya dari Setan dinyatakan. Ketika hal ini terjadi, ini bisa terjadi semata-mata karena anugerah Tuhan. Dalam kasus ini, Tuhan memberikan kepada orang yang telah diperdayakan kesempatan untuk melihat wajah asli dari si jahat yang ada dibelakang make-up. Bagi sebagian orang, topeng yang memperdayakan tidak akan disingkapkan selama mereka hidup. Bagi orang-orang ini, hal itu akan sangat terlambat. Tetapi bagi mereka yang memiliki kesempatan untuk melihat kebenaran, maka hal itu adalah anugerah Tuhan bagi mereka. Ketika Anti Kristus menuntut dirinya untuk disembah, maka identitasnya yang sebenarnya akan dinyatakan bagi banyak orang. Topeng akan disingkirkan dan banyak mata akan terbuka. Namun bagi banyak orang, sebuah kebulatan tekad untuk mempercayai legitimasi dari Mahdi dan Islam akan menguasai mereka. Orang-orang ini akan terbawa ke dalam kesesatan yang besar dengan sebuah natur Islam daripada mengakui bahwa mereka telah melakukan kesalahan. Sangat janggal memang, pilihan mendadak yang diberikan di hadapan mereka adalah menyembah Anti Kristus/Mahdi yang akan mengklaim dirinya sebagai inkarnasi Allah, atau berpaling kepada Yesus, yang adalah Yahweh sendiri – inkarnasi dari Tuhan Alkitab. Semua alasan yang biasanya dipakai oleh Islam dalam usaha mereka untuk menolak Yesus, dimana mereka berpandangan bahwa mustahil Allah menjadi manusia dan menjadi sedemikian dekat dengan kita, akan disingkirkan. Mengijinkan Mahdi untuk “dinyatakan”, Tuhan sendiri akan menunjukkan anugerahNya yang besar kepada para pengikut Islam. Ketika Anti Kristus dinyatakan, “selubung” Islam pada akhirnya akan sepenuhnya dibuka. Ini adalah sebuah demonstrasi akhir dari kuasa Tuhan untuk merubah bahkan saat yang paling mengerikan dalam sejarah menjadi sebuah kesempatan bagi jutaan orang untuk menemukan pertobatan. Ia akan memberikan pada mereka satu kesempatan terakhir dalam dunia ini untuk berpaling kepada Yesus. Kendati demikian, melakukan hal seperti ini pada saat itu, tentu saja berarti satu hal: Menjadi Martir.
Banyak orang, banyak orang di lembah keputusan, karena hari YAHWEH telah dekat di lembah keputusan.
(Yoel 3:14)

Sementara Tuhan mengatakan bahwa Ia akan mengijinkan mereka yang telah disesatkan untuk tetap di dalam kesesatan mereka, saya yakin bahwa akan banyak orang Muslim yang melihat kebenaran pada saat itu, dan banyak dari mereka yang akan menemukan keselamatan dan kemungkinan menjadi martir pada hari-hari itu. Sesungguhnya anugerah Tuhan itu kuat.

MASALAH DARI TANDA-TANDA YANG TIDAK DIGENAPI
Penolakan lain yang akan muncul adalah masalah penggenapan tanda-tanda. Ada orang yang akan berargumentasi bahwa kecuali Muslim melihat penggenapan dari semua tanda-tanda minor dan mayor dari tradisi apokaliptik Islam, termasuk Dajjal bermata satu, atau beberapa tanda-tanda signifikan lainnya, maka mereka tidak akan menerima seorang Mahdi palsu. Argumen ini masuk akan, tetapi hal ini sebenarnya mudah dijawab.

Pertama-tama, faktor utama yang bermain di sini adalah fleksibilitas dari tradisi Hadis. Dalam menguji sejumlah Hadis mengenai Dajjal, sebagai contoh, kita telah melihat bahwa sementara mereka tahu bahwa Dajjal itu akan memiliki “satu mata”, Hadis tidak setuju mengenai mata sebelah mana yang buta. Sebuah Hadis berkata bahwa mata yang buta adalah sebelah kiri, sementara Hadis lain mengatakan bahwa yang buta adalah mata sebelah kanan. Oleh sebab kesalahan nyata dan ketidakkonsistenan dari tradisi-tradisi Hadis, sebenarnya Hadis sendiri mudah untuk diabaikan. Saya secara pribadi menemukan kenyataan ini, terlalu banyak untuk bisa dicatat, ketika saya mendiskusikan Islam dengan orang-orang Muslim. Seorang Muslim mungkin akan mengutip sebuah Hadis sebagai sebuah teks untuk membuktikan pendapatnya terhadap suatu hal, namun pada saat yang sama ia menyangkali “ketidaktepatan” dari Hadis-Hadis yang sama dalam kesempatan diskusi lainnya. Banyak Muslim merasa bebas untuk mengumumkan sebuah Hadis tidak bisa dipercayai, jika hal itu mendukung kondisinya, sementara pada kesempatan lain ia mengatakan bahwa sebuah Hadis (yang sebelumnya ia katakan tidak bisa sepenuhnya dipercayai itu), sepenuhnya bisa dipercayai ketika hadis itu mendukung situasinya pada kesempatan lain. Tak ada penerimaan universal, Hadis yang mana yang secara absolut otoritatif dan mana yang tidak. Bagi mereka yang menemukan diri mereka dalam sistem Islam, tradisi Hadis menciptakan “jalan keluar” sempurna bagi hampir semua argumentasi yang muncul sebagai tantangan bagi otoritas Islam. Fleksibilitas tradisi Hadis menciptakan atmosfer tak jelas yang sempurna untuk kehadiran sebuah agama palsu. Ini adalah sebuah mimpi yang menjadi kenyataan dari seorang penyesat – membiarkan para pengikutnya tetap dalam kekaburan alasan yang berputar-putar tanpa menyadarinya.

Sementara saya mengakui bahwa beberapa orang Muslim akan mencari penggenapan dari tanda-tanda yang bervariasi, selama Mahdi memainkan perannya dan melakukan semua yang telah kita diskusikan bagi keuntungan Islam, saya tidak berpikir bahwa akan ada orang Muslim yang akan menolak Mahdi oleh karena satu atau beberapa “tanda-tanda” tertentu mengenai hari-hari terakhir yang tidak terjadi. Sederhananya kita bisa katakan, ketika Yerusalem jatuh ke tangan Anti Kristus, sangat sedikit orang Muslim yang akan mengajukan protes.

Cara terbaik yang bisa dilakukan oleh orang Kristen untuk menghubungkan hal ini adalah dengan membayangkan bagaimana orang-orang Kristen akan merespon jika Yesus kembali ke bumi dari surga untuk mendirikan pemerintahanNya atas seluruh bumi dari Yerusalem. Bayangkan bahwa hampir seluruh dunia akan menjadi orang-orang Kristen sementara Yesus mengajarkan Alkitab dari tahtaNya di Yerusalem. Bayangkan bahwa restorasi segala sesuatu secara bertahap terjadi – kesembuhan-kesembuhan supranatural yang dahsyat ada dimana-mana. Orang-orang Yahudi akan dipulihkan kepada Mesias mereka dan segala sesuatu akan terlihat sempurna. Namun di tengah-tengah semua hal ini, tidak pernah muncul seorang Anti Kristus atau suatu “tribulasi” (aniaya) atau apa pun yang sama seperti itu. Akankah kebanyakan orang Kristen akan menolak Yesus? Atau, akankah mereka mengangkat bahu mereka dan berkata, “Baiklah, saya kira eskatologi saya sedikit gila?” Saya pikir saya tahu jawabannya.

Ini adalah sebuah analogi yang sangat baik, sebab Mahdi yang dimengerti dengan banyak cara oleh orang-orang Muslim, sama halnya dengan Yesus bagi orang Kristen. Sementara saya sangat yakin bahwa kebanyakan orang Kristen tidak akan mengajukan protes dibawah skenario seperti itu, melainkan akan dengan sepenuhnya memeluk Yesus, demikian juga dengan dunia Muslim yang akan memeluk Anti Kristus/Mahdi meskipun ada sejumlah tanda-tanda yang tidak ia genapi.

KESIMPULAN

Saya yakin akan ada tantangan-tantangan lain yang diajukan untuk melawan tesis dari buku ini. Tetapi sekarang, saya percaya bahwa kita telah dengan memuaskan membahas kedua penolakan potensial utama yang mungkin akan muncul. Dalam pasal berikut, saya akan membagikan analisa pribadi dan pertanyaan-pertanyaan saya berkenaan dengan informasi yang telah kita bahas sejauh ini.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar