Sabtu, 17 Oktober 2009

Pasal 21 - Merespon Dengan Doa

ANTIDOT TIDAK ADANYA HARAPAN

Setelah Membaca buku ini, saya percaya banyak orang akan merasa kekurangan pengharapan. “Baiklah jika demikian,” anda mungkin bertanya, “Jika kekaisaran Satanik/Islamik ini akan menguasai dunia dan membunuh jutaan orang, lantas apa yang bisa kita lakukan? Tampaknya hal ini sudah ditetapkan sebelumnya, karena itu kita tak mungkin bisa merubahnya.” Pasal ini akan membahas hal-hal utama yang Tuhan tentukan dan antidot atas semua situasi yang kelihatannya sudah tidak ada lagi harapan, yaitu DOA.

Doa adalah kekuatan signifikan yang paling absolut, dan siapa pun bisa melakukannya. Sayangnya banyak orang mengabaikannya, bahkan di dalam gereja sendiri.
Sebab itu inilah pertanyaan yang harus ditanyakan: Jika Alkitab berkata bahwa semua hal ini akan terjadi, maka mengapa kita tidak menyerahkan diri kita pada “kehendak Tuhan” dan membiarkan saja Islam mengambil alih bangsa-bangsa? Mengapa mesti memperpanjang sesuatu yang sudah ditentukan? Ini semua merupakan pertanyaan-pertanyaan yang sah-sah saja ditanyakan. Tetapi pertanyaan-pertanyaan ini didasarkan pada sejumlah asumsi-asumsi yang keliru. Biarkan saya menjelaskannya.

APAKAH NASIB KITA SUDAH DITENTUKAN?
Sejumlah pengajar Alkitab berspekulasi bahwa secara literal setiap bangsa di bumi akan diambil alih oleh sistem Anti Kristus. Kita sudah melihat sejumlah ayat-ayat Alkitab yang menyebutkan hal itu. Posisi saya mengenai subyek ini agak berbeda dengan mereka yang mengambil posisi absolut bahwa memang akan terjadi seperti itu. Saya akan menjelaskan mengapa. Pertama mari kita melihat ayat-ayat yang dipakai untuk menyimpulkan bahwa setiap bangsa akan jatuh ke tangan Anti Kristus dan akan bergabung dengannya untuk menyerang Yerusalem:
Lihatlah, Akulah yang membuat Yerusalem sebagai cawan yang memusingkan bagi semua bangsa sekelilingnya, bahkan hal itu pun terjadi atas Yehuda, pada saat pengepungan terhadap Yerusalem.
Dan terjadilah pada hari itu, Aku akan membuat Yerusalem batu beban bagi semua bangsa. Semua yang mengangkutnya akan terluka parah; dan semua bangsa di bumi akan dikumpulkan melawan dia. Zakhariah 12:2,3

Dan Aku akan mengumpulkan semua bangsa ke Yerusalem untuk peperangan. Dan kota itu akan direbut, dan rumah-rumah akan dijarah, dan wanita-wanita akan diperkosa, dan setengah dari kota itu akan keluar ke pembuangan, tetapi sisa dari umat itu tidak akan diangkut dari kota itu.” Zakhariah 14:2

maka Aku akan mengumpulkan semua bangsa dan membawa mereka turun ke lembah Yosafat, dan Aku akan beperkara dengan mereka di sana, berkenaan dengan umat-Ku dan milik pusaka-Ku Israel... Yoel 3:2

Dan kepadanya ditetapkan untuk melakukan peperangan dengan orang-orang kudus dan untuk menaklukkan mereka. Dan kepadanya diberikan wewenang atas setiap suku dan bahasa dan bangsa. Wahyu 13:7

Mari kita terlebih dahulu melihat ketiga ayat pertama. Karena ayat-ayat ini menggunakan kata “semua” dan secara spesifik kalimatnya berbunyi, “semua bangsa di bumi” ketika membicarakan serangan terhadap Yerusalem dalam perang Harmagedon, maka pastilah telah ditetapkan bahwa setiap bangsa sudah jatuh ke dalam kekuasaan kekaisaran anti-Kristus dan mendukungnya dalam peperangan ini. Saya bisa sepenuhnya memahami bahwa banyak orang akan tiba pada kesimpulan seperti ini.

Meskipun demikian, paling tidak ada dua masalah dengan intepretasi seperti ini: Pertama, ada cukup banyak ayat-ayat dalam Alkitab yang memakai tipe bahasa yang sama, tetapi dengan jelas tidak berbicara mengenai semua bangsa di bumi. Ayat-ayat ini, sama halnya dengan ayat yang ada di atas, semuanya menggunakan sebuah konstruksi grammar Ibrani yang dipakai untuk melebih-lebihkan atau memberikan penekanan dalam usaha menyampaikan poin mereka. Ahli bahasa menyebut konstruksi seperti ini sebagai sebuah hiperbola. Ini seperti berkata, “Semua orang senang ice cream!” atau “Engkau tidak pernah membersihkan dapur,” atau statemen yang lebih tua lagi, “Semua orang Kreta adalah pembohong, kasar dan malas”.

Seringkali untuk meringkaskan, mengelaborasi perkecualian akan menumpulkan pengaruh dari pernyataan. Sebagai contoh, bayangkanlah sebuah rambu yang mengindikasikan batas kecepatan dimana ada sejumlah perkecualian yang juga ditulis di situ: “Batas kecepatan lima puluh, kecuali ambulan, mobil pemadam kebakaran, polisi yang sedang melakukan pengejaran, dan sebagainya.” Tidak mungkin ditulis demikian. Karena itu dalam bahasa yang bersifat eksklusif, perkecualian tidak bisa dianggap tidak ada. Jenis bahasa ini ditemukan cukup sering dalam Alkitab. Sebagai contoh, Nabi Daniel, berbicara kepada raja Nebukadnezar demikian:
Ya raja, Elohim Yang Mahatinggi telah mengaruniakan Nebukadnezar, ayahmu, sebuah kerajaan, dan keagungan, dan kemuliaan dan kehormatan.
Dan karena keagungan yang telah Dia berikan kepadanya itu, maka semua orang, bangsa-bangsa dan bahasa-bahasa gentar dan takut kepadanya. Daniel 5:18,19

Karena itu saya menanyakan pertanyaan ini kepada anda: Apakah setiap bangsa di bumi takut kepada Nebukadnezar? Atau hanya bangsa-bangsa yang pernah mendengar mengenai Nebukadnezar yang takut kepadanya? Apakah Daniel sedang berbicara mengenai setiap bangsa yang ada di bumi? Atau hanya bangsa-bangsa yang sangat dekat dengan pengaruh kerajaan Babilonia? Apakah orang-orang asli Papua Nugini takut kepada Nebukadnezar? Secara pribadi, saya pikir Daniel menggunakan ungkapan, “semua orang, bangsa-bangsa dan bahasa-bahasa” lebih sebagai sebuah ekspresi yang mengandung penekanan yang dipakai untuk menyampaikan poinnya. Atau, bagaimana dengan contoh lainnya yang mirip:
Dan menerima beberapa pemberian dari segala bangsa yang mendengarkan hikmat Salomo, dari semua raja di bumi yang telah mendengar hikmatnya. I Raja-raja 4:34

Apakah hikmat Salomo sedemikian mengagumkannya sehingga tak ada satu pun raja di bumi yang tidak pernah mendengarkan hikmatnya? Atau, apakah ayat ini adalah sebuah ekspresi lain yang dipakai untuk menyampaikan betapa masyurnya nama Salomo? Bagaimana dengan yang satu ini:
Dan dia menangkap hidup-hidup Agag, raja orang Amalek. Namun dia menumpas semua orang dengan mata pedang.
I Samuel 15:8

Haruskah kita melihatnya sebagai hal yang janggal bahwa orang-orang yang dicatat disini “seluruhnya telah ditumpas”, tetapi kemudian mereka kembali lagi melakukan kekacauan sebagaimana yang dicatat hanya beberapa pasal setelah ayat di atas? Sekali lagi, ada beberapa contoh yang mirip diseluruh Alkitab. Apakah anda bisa melihat poin saya?
Sekarang, jika kita kembali melihat pada ayat-ayat di kitab Zakhariah, maka kita bahkan bisa melihat bahwa di sana kelihatannya ada lebih banyak hal-hal spesifik yang disebutkan mengenai bangsa-bangsa mana yang akan terlibat dalam serangan itu:
“Lihatlah, Akulah yang membuat Yerusalem sebagai cawan yang memusingkan bagi semua bangsa sekelilingnya, bahkan hal itu pun terjadi atas Yehuda, pada saat pengepungan terhadap Yerusalem. Zakhariah 12:2

Tentu saja, bangsa-bangsa di sekeliling adalah negara-negara Muslim yang mengelilingi Israel dari setiap sudut. Pada kenyataannya, Nabi Yoel mengkonfirmasikan juga hal ini. Berbicara mengenai serangan akhir terhadap Yerusalem, Yoel menubuatkan:
Maka Aku akan mengumpulkan semua bangsa dan membawa mereka turun ke lembah Yosafat, dan Aku akan beperkara dengan mereka di sana, berkenaan dengan umat-Ku dan milik pusaka-Ku Israel, yang telah mereka serakkan di antara bangsa-bangsa; dan tanah-Ku yang telah mereka bagi-bagi.
Lagi pula apakah kamu bagi-Ku, hai Tirus dan Sidon, dan semua wilayah Filistin? Apakah kamu akan memberikan balasan kembali kepada-Ku? Dan jika kamu sedang memberikan balasan kembali kepada-Ku, maka dengan cepat dan dengan segera Aku akan membalikkan balasanmu itu ke atas kepalamu.
Kabarkanlah ini di antara bangsa-bangsa, persiapkanlah suatu peperangan, bangunkanlah para pahlawan, akan mendekat dan akan maju semua prajurit perang.
Tempalah mata bajakmu menjadi pedang, dan pisau pangkasmu menjadi tombak, biarlah yang lemah mengatakan, “Aku kuat!”
Cepatlah dan datanglah, hai semua bangsa di sekeliling dan yang telah dikumpulkan di sana. Ya YAHWEH, bawalah turun para pahlawan-Mu!
Biarlah bangsa-bangsa bangkit dan datang ke lembah Yosafat, karena di sana Aku akan duduk untuk menghakimi segala bangsa dari segenap penjuru.
Yoel 3:2,4,9-12

Alkitab New American Standard Bible (NASB) menuliskan dengan huruf miring kata-kata “hai semua bangsa di sekeliling”. Sekali lagi, siapakah ini “bangsa-bangsa yang ada di sekeliling” Israel? Apakah termasuk di dalamnya New Zealand? Canada? Bisa jadi. Tetapi berdasarkan konteksnya, Alkitab secara spesifik mengkaitkannya sebagai negara-negara Islam yang ada di sekeliling Yerusalem/Israel.
Alasan kedua juga menunjukkan bahwa tidak mungkin setiap bangsa berdasarkan posisinya akan jatuh ke dalam kekuasaan Anti Kristus, karena Alkitab mencatat dengan jelas bahwa tidak semua bangsa akan jatuh ketangannya. Kenyataannya, akan ada sejumlah bangsa yang akan melawan Anti Kristus setelah ia menyerang Yerusalem. Perhatikan ayat-ayat dari Daniel sbb:
Pada akhir zaman, raja selatan akan berperang dengannya. Dan raja utara itu akan datang melawannya seperti angin badai, dengan kereta perang, pasukan berkuda dan dengan banyak kapal. Dan dia akan memasuki negeri-negeri, lalu membanjiri dan melintasinya.
Dia akan masuk ke dalam negeri yang mulia dan banyak orang akan tersandung. Tetapi, mereka ini akan terluput dari tangannya, Edom, dan Moab, dan kepala dari kaum Amon.
Dia juga akan mengulurkan tangannya di bumi, dan negeri Mesir tidak akan luput.
Tetapi dia akan menguasai harta benda emas dan perak, dan atas segala barang berharga dari negeri Mesir. Dan orang Libia serta orang Etiopia akan ada di jejaknya.
Namun berita dari timur dan dari utara akan menggelisahkannya. Kemudian dia akan keluar dengan kegeraman yang besar untuk menghancurkan dan membinasakan banyak orang.
Dan dia akan mendirikan kemah-kemah istananya di antara laut dan gunung kudus yang mulia itu. Namun dia akan memasuki sampai pada akhir hidupnya dan tidak ada penolong baginya.”
Daniel 11:40-45

Disebutkan ada sejumlah kecil bangsa yang akan dilepaskan dari tangan Anti Kristus, yaitu Edom, Moab dan para pemimpin Amon. Bangsa-bangsa itu berbicara mengenai negara Yordania pada masa kini. Jadi setidaknya, Yordania tidak akan tunduk kepada Anti Kristus dan juga tidak akan jatuh ke dalam kontrolnya. Secara spesifik ayat ini mendefinisikan bangsa-bangsa yang akan jatuh ke dalam tangannya. Dikatakan “banyak bangsa”. Bukan semua bangsa. Apakah Alkitab berkontradiksi dengan dirinya sendiri? Saya yakin tidak demikian. Saya sangat percaya bahwa setiap suku, kaum, bahasa dan bangsa pasti akan dipengaruhi oleh Anti Kristus. Saya yakin paling tidak Anti Kristus akan diberikan sebuah ukuran pengaruh dan otoritas atas bangsa-bangsa itu dimana di dalam bangsa-bangsa itu ia akan memiliki banyak pengikut. Banyak bangsa akan sepenuhnya didominasi olehnya, tetapi tidak setiap bangsa akan sepenuhnya jatuh ke dalam tangannya. Saya yakin bahwa inilah satu-satunya cara dimana kita bisa merekonsiliasikan semua ayat-ayat yang berkaitan dengan isu ini.

Baiklah, sekarang kita katakan bahwa saya telah memperlihatkan tidak setiap bangsa di bumi akan menyerang Yerusalem bersama dengan Anti Kristus, melainkan bangsa-bangsa dalam jumlah yang memadai sebagaimana yang dibenarkan oleh Zakhariah dan Yoel, memakai ekspresi-ekspresi dengan penekanan. Mengapa saya mengambil waktu sangat banyak membahas poin ini dalam sebuah pasal mengenai doa? Sederhananya, yang menjadi alasan adalah bahwa kendati Alkitab telah memberikan kepada kita sebuah bingkai nubuatan yang sifatnya umum mengenai apa yang akan terjadi pada hari-hari terakhir, banyak dari detil-detil spesifik masih harus dipastikan lagi. Tuhan tidak mewahyukan setiap detil akhir dengan sebuah alasan. Dan memang biasanya Ia jarang melakukannya. Jika Ia melakukannya, maka kita hanya perlu menunggu kedatangan Anti Kristus untuk menangkap kita. Tindakan kita menggali lubang tempat persembunyian untuk menyimpan makanan bagi persediaan akan sepenuhnya dibenarkan. Tetapi bukan itu yang Tuhan mau. Ia mau supaya kita bergulat dengannya di dalam doa, bukan hanya demi diri kita atau keluarga kita, tetapi juga untuk bangsa dimana kita hidup dan yang kita sebut sebagai rumah. Sebagai contoh, Tuhan tidak memperingatkan David Pawson bahwa Islam suatu saat nanti akan benar-benar menguasai Inggris, sehingga ia bisa memiliki waktu yang cukup untuk melarikan diri dari negaranya. Yang Tuhan lakukan adalah memperingatkan Gereja Inggris untuk bersama-sama mendoakan jiwa-jiwa yang ada di negara itu! Memang Islam mengajarkan untuk sepenuhnya berserah kepada nasib dengan menganggap segala sesuatu terjadi karena takdir Allah: “Insyaallah,” (jika ini adalah kehendak Allah...maka akan terjadi demikian) kata mereka. Tetapi kita melayani Tuhan yang meminta kita untuk berpartisipasi dengannya untuk menyebarkan kerajaanNya yang indah diseluruh bumi melalui kotbah (undangan) dan doa.

Poinnya di sini adalah jika anda menemukan diri anda merasa putus asa setelah membaca skenario yang telah dibukakan dalam buku ini, jangan sekali-kali menjadi takut; masih ada sesuatu yang bisa anda lakukan: Anda bisa berdoa, anda bisa berdoa, dan anda masih bisa lebih banyak lagi berdoa. Dan anda juga bisa bergabung dengan mereka yang melakukan hal yang sama. Jangan pernah memandang rendah kuasa dari sebuah doa yang kuat untuk mempengaruhi realitas dan akhir dari hal apa pun. Ingat, ceritanya belum berakhir, hingga semuanya terjadi. Saya sangat percaya bahwa pasal terakhir dari cerita yang akan terjadi kepada banyak bangsa akan ditentukan oleh doa yang kuat. Tuhan sendiri memberikan kepada kita kemampuan untuk secara literal mempengaruhi tingkatan kasih karunia dengan tingkatan penghakimannya yang akan menyentuh rumah, kota-kota, wilayah dan bahkan bangsa kita. Setiap bangsa akan menerima ukuran tersendiri dari penghakiman Tuhan. Sesungguhnya, setiap orang di bumi akan masuk ke dalam proses pemurnian yang dalam selama kurun waktu tiga setengah tahun dari periode yang mengerikan ini. Setiap hal yang dapat digoncangkan akan digoncangkan. Jadi sekaranglah waktu untuk berseru agar Tuhan memberikan kasih karunianya untuk hari-hari yang akan datang.

Ada juga aspek yang sangat penting lainnya dari doa yang harus disebutkan. Saya juga percaya bahwa doa bisa mencegah penghakiman Tuhan dan menyediakan lebih banyak waktu bagi perubahan-perubahan positif. Kita harus ingat alasan sehingga Tuhan masih menunda kedatanganNya adalah supaya lebih banyak lagi orang yang akan mengenal Dia dan diselamatkan.
Tuhan tidak menunda akan janji-Nya sebagaimana beberapa orang menganggap sebagai kelambanan, sebaliknya, Dia bersabar terhadap kita karena tidak menghendaki seorang pun binasa, melainkan supaya semua orang memperoleh pertobatan.
2 Petrus 3:9

Akan ada kebangunan-kebangunan rohani yang dramatis di banyak bangsa yang akan memperpendek kedatangan akhir zaman, sementara akan sedikit kemungkinan terjadinya kebangunan rohani yang dramatis jika akhir zaman itu terjadi sekarang. Kendati secara pribadi saya meyakini bahwa hari itu akan tiba ketika nubuatan-nubuatan dalam Alkitab digenapi, saya meyakini bahwa kita bisa mendesak Tuhan untuk memberikan kepada kita lebih banyak lagi waktu untuk menuangkan kebangunan rohani kepada bangsa kita sebelum hari-hari yang gelap ini terjadi. Doa bisa meredakan amarahNya supaya anugerahnya memiliki lebih banyak lagi waktu untuk bekerja dalam hati sebuah bangsa.

Tuhan datang untuk berbicara kepada Musa. Ia berkata bahwa ia akan menghakimi dan menghancurkan umat Israel. Kebanyakan kita mungkin berpendapat bahwa kesempatan bagi Israel sudah cukup. Tuhan sudah menyatakan rencanaNya untuk melenyapkan mereka. Tetapi Musa tidak bisa menerima hal itu. Ia coba mencegah rencana Tuhan dengan berdiri sebagai penengah antara Tuhan dengan bangsanya.

Dan berfirmanlah YAHWEH kepada Musa, “Aku telah melihat bangsa ini; dan sungguh inilah bangsa yang tegar tengkuk.
Dan sekarang tinggalkanlah Aku sendirian, dan biarlah murka-Ku tersulut terhadap mereka, dan Aku akan membinasakan mereka, tetapi Aku akan menjadikan engkau suatu bangsa yang besar.”
Dan Musa pun memohon dengan sangat di hadapan YAHWEH, Elohimnya, dan berkata, “Mengapakah YAHWEH, murka-Mu tersulut terhadap umat-Mu yang telah Engkau bawa keluar dari tanah Mesir dengan kekuatan yang besar dan dengan tangan yang kuat?
Mengapakah orang-orang Mesir akan berkata sambil mengatakan: Dengan niat jahat Dia telah membawa mereka ke luar untuk membunuh mereka di pegunungan dan untuk membinasakan mereka di atas permukaan bumi ini? Berbaliklah dari nyala murka-Mu dan menyesallah atas yang jahat terhadap umat-Mu.

Ingatlah akan Abraham, akan Ishak, dan akan Israel, hamba-hamba-Mu, yang kepada mereka Engkau telah bersumpah demi diri-Mu sendiri, dan Engkau telah berfirman kepada mereka: Aku akan melipatgandakan keturunanmu seperti bintang-bintang di langit, dan seluruh negeri ini yang telah Kukatakan akan Kuberikan kepada keturunanmu, juga akan mereka miliki untuk selamanya.”
Dan YAHWEH akan menyesal atas yang jahat yang telah Dia firmankan untuk melakukannya pada umat-Nya. Keluaran 32:9-14

Sekarang pulanglah ke rumah dan putar ulang adegan ini. Pertama Tuhan berbicara kepada Musa: “Dan sekarang tinggalkanlah Aku sendirian, dan biarlah murka-Ku tersulut terhadap mereka, dan Aku akan membinasakan mereka, tetapi Aku akan menjadikan engkau suatu bangsa yang besar.” Oke, sekarang tekan tombol pause...Sekarang mari kita masukkan sejumlah teolog ke dalam adegan ini untuk mendiskusikan apakah Tuhan akan menghancurkan Israel atau tidak. “Tentu saja Ia akan menghancurkan mereka,” mereka semuanya setuju, sebab Tuhan telah menyampaikan hal itu dan Ia pasti melakukan apa yang Ia katakan. Banyak orang yang mungkin akan memberikan argumentasi yang sama hari ini. Barangkali anda merasa bahwa penghakiman adalah sesuatu yang tidak lagi bisa dihindarkan dari bangsa kita. Baiklah. Sekarang, apa yang akan anda lakukan? Apakah anda akan mengomel dengan keras? Atau, apakah anda akan menjadi penengah seperti yang dilakukan oleh Musa? Mungkin Tuhan akan melaksanakan penghakimanNya atas bangsa anda. Atau, barangkali Ia akan membatalkannya.

Carilah YAHWEH, hai semua orang yang rendah hati di bumi, yaitu orang-orang yang telah melakukan perintah-perintah-Nya. Carilah kebenaran, carilah kerendahan hati, kiranya kamu dilindungi pada hari kemurkaan YAHWEH. Zefanya 2:3

“Bahkan, sekarang jugalah,” firman YAHWEH, “Berbaliklah kepada-Ku dengan sepenuh hatimu, dan dengan berpuasa, dan dengan menangis, dan dengan meratap!”
Dan, koyakkanlah hatimu dan bukan pakaianmu; dan kembalilah kepada YAHWEH, Elohimmu! Sebab, Dia pengasih dan penyayang, lambat untuk marah dan berlimpah kasih setia, dan Dia menyesal akan yang jahat.
Siapa tahu Dia akan berbalik dan menyesal, dan meninggalkan suatu berkat di belakang-Nya, suatu persembahan sajian dan persembahan curahan bagi YAHWEH, Elohimmu!
Yoel 2:12-14

Saya secara pribadi yakin bahwa sekarang kita sedang hidup pada masa-masa yang genting ketika masa depan banyak bangsa tengah dipertaruhkan. Sekarang bukanlah waktunya untuk menjadi takut. Ini juga bukanlah waktunya untuk berkeluh kesah. Sekaranglah waktunya untuk berdoa!

Saya ingin mengakhiri pasal ini dengan mengutip sebagian dari artikel yang ditulis oleh pengajar dan pengarang Alkitab yang terkenal, Francis Frangipane. Saya merasa terispirasi oleh artikel Francis ketika ia membahas isu yang tengah kita diskusikan dan saya yakin anda juga akan merasakan hal yang sama.

Konflik dihadapan generasi kita tak kurang mengancam dibandingkan Naziisme dan imperialisme Soviet. Islam radikal adalah sebuah kekuatan Iblis yang sedang berusaha mendominasi dunia. Kita tidak boleh kalah dalam perang melawan terorisme dan moralitas. Kita tak boleh takut atau kehilangan iman, sebab kita dilahirkan untuk berperang dan memenangkan pertempuran pada masa dimana kita hidup. Sekali lagi argumen yang timbul,”Saya diajari bahwa kehidupan seharusnya terus bertumbuh bahkan hingga kedatangan Yesus Kristus.” Ya, hari itu pasti akan datang, tetapi kita tidak boleh berasumsi bahwa hari itu sudah datang. Di sepanjang zaman Tuhan menuntut kita untuk berjalan sebagai para pemenang. Kenyataan bahwa masih ada bangsa-bangsa hari ini yang masih mengalami panen raya dan terobosan-terobosan mengingatkan kita bahwa masih ada waktu untuk bangsa-bangsa kita. Salah seorang pembaca kami mengirimkan pada kami petikan dari Aragon, Raja Gondor, dalam kisah Kepulangan seorang Raja. Penulis buku ini adalah J.R.R. Tolkien, seorang berkewarganegaraan Inggris, yang menolak jika bukunya dikaitkan dengan Perang Besar. Tetapi kebanyakan dari manuskripnya ditulis selama puncak Perang Dunia Ke-2. Buku ini adalah sebuah metafor dari semua pertempuran yang harus dihadapi oleh setiap generasi untuk mengalahkan kejahatan....
“Dianggap tak memiliki harapan, dimana tampaknya tak bisa lagi dihindarkan sebuah kekalahan yang pasti melawan gerombolan musuh dari neraka yang kejam, maka Raja Aragon berusaha untuk kembali menginspirasikan para tentaranya. Dengan menunggangi kuda di depan para tentaranya, dengan persenjataan yang minim, ia berseru,”Saya melihat di mata anda ketakutan yang sama yang juga menggetarkan hatiku. Akan datang suatu hari ketika orang-orang berani akan jatuh, yaitu ketika kita mengabaikan teman-teman kita, dan menghancurkan semua ikatan persekutuan. Tetapi itu tidak terjadi hari ini. Hari ini kita akan bertempur! ...dengan semua yang kamu kasihi di bumi yang baik ini, aku meminta kamu semua untuk tetap berdiri bersama-sama dengan aku, hai para pria Barat!”1

Kepada siapa aku hanya bisa menambahkan sebuah ucapan terimakasih yang sepenuh hati, Amin!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar