Sabtu, 28 November 2009

Bab 1 HAKEKAT ISLAM

Perumpamaan Modern

Pada suatu hari ketika anda sedang beristirahat untuk makan siang di tempat kerja anda di Washington D.C., sambil menunggu kedatangan seorang teman, tiba-tiba anda didekati sepasang pria dan wanita yang berpakaian aneh dan mereka menanyakan kepada anda apakah mereka dapat berbicara sebentar dengan anda. Sang pria memakai rambut palsu berhias di atas kepalanya dan mengenakan kemeja sutera, baju rompi, celana sebatas lutut, kaus kaki sutera, sepasang sepatu hitam dengan pengait tali dati perak pada masing-masing sepatu. Sang wanita memakai rambut palsu berhias dan gaun panjang sampai hampir menyentuh tanah. Mereka kelihatan seperti pasangan yang baru saja keluar dari sebuah bioskop yang baru selesai mempertontonkan film perang revolusi Amerika.

Pasangan tersebut mulai menerangkan pada anda bahwa mereka adalah pengikut aliran agama dimana George Washington adalah seorang nabi Baalnya yang sangat berkuasa. Apapun yang diajarkan, yang dipercaya, yang dikatakan, dan yang dipraktekkan oleh george Washington harus diterima sebagai ilham dari Baal, yaitu satu-satunya Tuhan yang benar.

Ucapan-ucapan dan surat-surat yang dianggap masyarakat berasal dari Washington ditulis dalam bahasa Inggris karena bahasa Inggris itulah bahasa Surga. Walaupun ada terjemahan dari sebagian tulisan itu dalam bahasa lain, tulisan tersebut sesungguhnya tidak dapat dimengerti, kecuali kalau dibaca dalam teks aslinya yang berbahasa Inggris.



Apa yang diucapkan Washington sesungguhnya sudah tertulis di Surga pada loh batu. George Washington sebenarnya tidak menulis satu halaman pun dari ucapan-ucapannya, dia hanya menerima dari malaikat Gabriel kitab yang berisi firman yang harus diucapkannya pada saat Baal memerintahkannya.

Pasangan yang berpakaian aneh tersebut lebih lanjut menjelaskan bahwa George Washington adalah seorang nabi Baal, yaitu satu-satunya Tuhan yang benar, dan kami harus menjalankan kehidupan sama seperti kehidupan yang dijalani oleh Washington. Misalnya semua laki-laki harus mengenakan pakaian sesuai dengan yang dikenakan oleh Washington, dan semua perempuan harus mengenakan pakaian sesuai dengan yang dikenakan oleh nyonya Washington. Kami bahkan harus makan makanan yang dimakan Washington. Misalnya, George Washington tidak suka kacang, maka tidak seorangpun dari kami boleh makan kacang.

Pandangan politik George Washington harus diperlakukan sebagai satu-satunya bentuk pandangan politik pemerintahan yang paling valid. Dan, oleh karena dia mempunyai budak-budak, perbudakan harus dipandang sebagai struktur politik yang paling valid juga untuk zaman sekarang. Pada saat itu tiba-tiba bel alarm jam tangan dari sang pria berbunyi dan dia mengambil kompas dari dalam saku celananya. Setelah mengarahkan dirinya ke arah tertentu, pasangan laki-laki dan wanita tersebut bersujud dan sembahyang.

Setelah mereka selesai sembahyang, mereka bangkit. Anda terheran-heran sambil bertanya apa yang sedang mereka lakukan.

Mereka menjelaskan bahwa mereka harus sembahyang lima kali dalam satu hari menghadap ke arah kota Washington D.C. di mana terletak tugu peringatan buat George Washington.

Pada kenyataannya, semua pengikut George Washington yang sejati harus menunaikan perjalanan ibadah ke Washington D.C. paling sedikit sekali dalam hidupnya. Ketika mereka tiba di Washington D.C., mereka harus lari mengelilingi tugu peringatan George Washington sebanyak 7 (tujuh) kali. Setelah itu mereka harus lari lagi menuju ujung dari sebuah Mall yang berada dekat dengan tugu peringatan tersebut dan melemparkan beberapa batu yang ditujukan kepada Setan.

Sang pria dan wanita tersebut juga menjelaskan bahwa tugu peringatan George Washington itu sesungguhnya dibangun oleh Adam. Walaupun tugu peringatan itu pernah hancur, Abraham membangunnya kembali dan semua pemuka agama dalam Alkitab pernah tinggal di tugu peringatan tersebut.

Tugu peringatan George Washington merupakan tempat suci dan selalu menjadi bagian penyembahan kepada Tuhan. Sampai pada bagian ini mereka menanyakan pendapat anda, maka anda memberikan pendapat sebagai berikut:

“Mereka tidak akan serius mengenai aliran agama Washington; latar belakang pemikiran mengenai membungkuk untuk bersembahyang menghadap ke arah tugu peringatan Washington merupakan sesuatu yang tidak dapat dicernakan akal; tugu peringatan Washington tidak dibangun oleh Adam, sedangkan Abraham tidak pernah membangunnya kembali dari kehancuran; para tua-tua agama dalam Alkitab tidak pernah tinggal di Washington D. C., tetapi tinggal di Israel. Semua hal yang disampaikan tak masuk akal dan menggelikan”.

Mereka menjawab bahwa mereka sangat serius dan bahwa mereka sungguh-sungguh percaya bahwa George Washington adalah nabi Baal dan bahwa tulisan-tulisannya merupakan Firman Tuhan. Anda menanggapi dengan mengatakan, kelihatannya anda berdua telah menciptakan suatu agama berdasarkan budaya kolonial Amerika abad ke-18. Apakah anda berdua sungguh-sungguh mengharapkan pada akhir abad ke-20 ini masyarakat untuk hidup dan makan sesuai dengan kebiasaan dan selera masyarakat yang hidup di abad 18 di Amerika Serikat?

‘Bagaimana jika orang-orang Rusia menciptakan pula suatu agama yang mewajibkan kita semua sembahyang menghadap Moskow setiap hari 5 kali? ‘Mengapa Jepang tidak mungkin pula menciptakan suatu agama yang mewajibkan setiap orang sembahyang menghadap ke arah Tokyo?’ ‘Mengapa orang-orang Meksiko tidak bisa mengatakan bahwa anda harus menunaikan perjalanan ibadah ke kota Meksiko sekali dalam hidup anda, atau kalau itu tidak dilakukan anda tidak akan diselamatkan?’

Ajaran agama ini secara menyeluruh kelihatannya tidak masuk akal dan bertujuan untuk meniadakan ras-ras lain. Mengapa anda berharap bahwa setiap budaya dan ras harus menjalani hidup seperti masyarakat yang hidup di zaman kolonial Amerika abad 18. Hal ini tentu tidak beralasan, bukan?”

Ketika pembicaraan sampai di sini, sang pria membuka jaketnya dan menyembulkan sebuah senjata api laras panjang dari balik bahunya. Dia berkata bahwa agamanya tidak mengizinkan siapapun juga menertawakan atau menghujat keyakinan suci ini.

Namun pada saat yang hampir bersamaan, bel jam tangan anda berbunyi, menunjukkan bahwa jam makan siang sudah berakhir.

Dengan menarik nafas panjang anda menjelaskan bahwa anda harus kembali bekerja. Namun bila mereka menghendaki pembicaraan lebih lanjut, mereka dapat menjumpai anda di ujung jalan ini kapan-kapan. Sambil mengucapkan kata-kata tersebut anda segera membalikkan badan sambil setengah berlari tanpa menunggu jawaban mereka.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar