Sabtu, 28 November 2009

Lampiran 3 Kemukjizatan Yang Dilakukan Muhammad

Tidak ada catatan dalam Alquran mengenai kemukjizatan yang dilakukan Muhammad. Kita telah merujuknya dari Alquran bahwa Muhammad menyangkal dirinya pernah melakukan kemukjizatan selain menerima wahyu Alquran. Tetapi aneh, bahwa setelah kematiannya, murid-murid Muhammad mulai mencari-cari kemukjizatan yang seolah-olah dilakukan oleh Muhammad, sebab mereka ingin menutupi kekurangan nabi Muhammad dalam masalah kemukjizatan bila dibandingkan dengan nabi-nabi besar lain seperti nabi Musa, Yesus dan para penyihir kafir.

[Kepada Muhammad ditanyakan: “Kenapa ‘tidak diturunkan’ kepada Muhammad suatu tanda dari Tuhannya?” (Qs 13:7). Atas pertanyaan ini, Muhammad mengalami kesulitan menjawabnya di Quran, karena memang tidak bisa dibuktikan oleh beliau. Ia berusaha untuk meyakinkan, tetapi berakhir dengan jawaban yang melenceng atau kontradiktif.

Ada yang dijawabnya bahwa orang-orang biasanya tidak menyadari/mengetahui mujizat yang diturunkan Allah (Qs 6:37). Ada yang seolah diberinya jawaban dan disuruh bersama-sama untuk menunggu mujizatnya (Qs 10:20). Ada yang mengutarakan apa adanya keterbatasan Muhammad “Sesungguhnya mujizat orang itu terserah kepada Allah. Dan sesungguhnya aku hanya seorang pemberi peringatan yang nyata.” (Qs 29:50). “Bukankah aku ini hanya seorang manusia yang menjadi rasul? (bacalah Qs 17:90-93).

Pada ayat Qs 17:59 sangat jelas diterangkan kenapa Allah memang tidak memberikan tanda mujizat kepada Muhammad. Dari Hadis Shahih Bukhari no 1951, dari Abu Huraira mengutip nabi bersabda: “Setiap nabi-nabi diberikan kepadanya mujizat-mujizat, menyebabkan manusia beriman (percaya) tetapi yang diberikan kepadaku hanyalah wahyu (Quran) yang diwahyukan Allah kepadaku dan aku penuh harapan mempunyai pengikut yang lebih banyak di hari kiamat”.



SEKALIPUN SEMUA AYAT-AYAT INI MENOLAK KEMUNGKINAN MUHAMMAD BERMUJIZAT, namun setelah meninggalnya beliau, berpuluh-puluh jenis mujizat Muhammad yang aneh-aneh telah di-klaim dalam banyak Hadis, dan dipercayai oleh Muslim].

Hal yang lucu justru terlihat bahwa sebagian “kemujizatan rekayasa” ini sesungguhnya merupakan bagian dari kemujizatan-kemujizatan yang dilakukan oleh Musa, Yesus, dan para penyihir tetapi kemudian di-transfer seolah-olah dilakukan oleh Muhammad. Dengan demikian pada waktu umat Yahudi atau umat Kristen menunjukkan beberapa kemujizatan yang tercatat dalam Alkitab, pada saat yang sama pula umat Muslim dapat menjawab, “Nabi Muhammad tentunya juga telah melakukan kemujizatan seperti itu” [Perhatikan bahwa mujizat-mujizat Yesus tidak pernah tampil sebagai sulap atau untuk show, melainkan selalu didasarkan atas tema kemanusiaan bagi khalayak, dan didikan iman bagi pengikut-pengikutNya. Berlainan dengan tema Muhammad dalam mempertontonkan kemujizatannya].

Berikut ini kami sajikan suatu ringkasan dari kemujizatan-kemujizatan yang menurut Hadis dilakukan oleh Muhammad. Masih ada mujizat-mujizat lain yang disebutkan oleh umat Muslim mula-mula seperti misalnya serigala-serigala yang dapat berbicara, dan pohon-pohon palem yang berkotbah tentang Islam, namun karena kemujizatan tersebut tidak berkaitan langsung dengan Muhammad, kami tidak akan membahasnya dalam kesempatan ini.

1. Bulan Dibelah Dua

Ketika orang-orang Mekkah minta kepada Muhammad untuk melakukan kemujizatan dalam rangka membuktikan bahwa Muhammad betul seorang nabi Allah, maka dia pun mengangkat pedangnya dan membelah bulan menjadi dua dengan pedang tersebut. (Hadis IV/830, 831, 832. Hadis V/208, 209, 210, 211. Hadis VI/387, 388, 389, 390)

Hadis tidak menceritakan bagaimana dan oleh siapa dua potong bulan tersebut disatukan kembali. Penyatuan kembali dua potong bulan tersebut pasti merupakan kemujizatan yang lebih hebat daripada pemotongan bulan menjadi dua. Kemujizatan ini terjadi dikala pedang Muhammad jadi sangat luar biasa besarnya, atau bulan yang dipotong itu menjadi sangat kecil ukurannya.

Secara historis, orang-orang Arab pada zaman itu percaya bahwa besarnya ukuran matahari dan bulan adalah besarnya seperti yang nampak oleh mata. Jadi bulan kira-kira besarnya seperti bola basket.

Muhammad jelas tidak menghadapi masalah apa pun dalam memotong bulan sekecil bola basket tersebut. ‘Kemujizatan’ ini sungguh sangat meragukan karena jika orang-orang Mekkah telah melihat pemotongan bulan menjadi dua, pasti Muhammad tidak perlu menaklukkan mereka dengan kekuatan militer, melainkan mereka sudah ada ketakutan dan ramai-ramai masuk menjadi Islam.

2. Tangisan Anak Pohon Palem

Dikisahkan bahwa sebuah pohon palem menangis seperti seorang bayi, sebab Muhammad menggunakan mimbar untuk berkotbah, dan bukannya berdiri di bawah pohon palem tersebut waktu berkotbah. Muhammad kemudian meninggalkan mimbarnya dan mengelus-elus batang pohon palem tersebut sampai berhenti menangis. Hadis II/41, Hadis IV/783.

3. Air di Padang Belantara

Pada suatu peristiwa ketika umat Muslim memerlukan air, Muhammad meminta sebuah mangkuk. Kemudian ia membuat air mengalir keluar dari ujung-ujung jarinya dan menampung air itu dalam mangkuk tersebut sampai setiap orang memperoleh air yang diperlukan. Hadis I/170, 194, Hadis IV/773, 774, 775, 776, 779.

Berapa banyak orang yang minum air tersebut? Hadis IV/774 menyatakan jumlahnya 70 orang. Sementara Hadis lain, IV/775 menyebutkan jumlahnya 80 orang. Bahkan Hadis IV/772 menyebutkan 300 orang. Masih ada Hadis IV/776 dan Hadis V/473 menyebutkan 1500 orang.

Ada dua hal yang dapat diambil dari pertentangan antara angka-angka 70, 80, 300 dan 1500 tersebut.

Pertama, Hadis yang satu seringkali berbeda dengan Hadis yang lain dalam mengungkapkan kasus yang sama. Dan kedua, kemukjizatan yang dilakukan Muhammad dikisahkan berkali-kali dalam Hadis, dan setiap kalinya menjadi lebih besar dan lebih baik dari pada kisah sebelumnya.

4. Melipatgandakan roti

Muhammad juga dinyatakan memberi makan orang banyak dengan cara melipatgandakan roti seperti yang dilakukan Yesus. Mereka dikelompokkan sepuluh-sepuluh untuk menerima roti mujizat. Hadis IV/778, 781.

5. Makanan Yang Dapat Berteriak

Dikisahkan bahwa makanan berteriak keras-keras dan memuliakan Allah sesaat Muhammad sedang memakannya. Bagaimanakah membayangkan seseorang yang dengan tenang menyantap roti dan daging yang sedang berbicara? Sungguh merupakan hal yang tidak dapat dipercaya. Hadis IV/779

6. Kuburan Yang Terbuka

Ketika seorang Muslim dan kemudian murtad menjadi Kristen, lalu meninggal dunia dan dikuburkan, bumi tidak mau menerima tubuhnya melainkan melemparkannya keluar dari kuburan. Hal ini dianggap suatu kemujizatan yang dilakukan oleh Muhammad. Hadis IV/814

7. Melipatgandakan Buah Kurma

Muhammad melipatgandakan beberapa timbunan buah kurma milik seorang Muslim dengan maksud agar orang Muslim tersebut dapat melunasi semua hutangnya. Hadis IV/780

8. Dada Muhammad Dibelah terbuka

Jibril membuka/membelah dada Muhammad dan mencuci bagian dalamnya dengan air zam-zam. Jibril membawa hikmat dan iman serta mencurahkannya ke dalam dada Muhammad dan kemudian menutupnya kembali. Hadis I/345

9. Perjalanan di Malam Hari

Perjalanan Muhammad di malam hari menuju Yerusalem dan kemudian meneruskannya melintasi 7 surga/langit di mana dia berbicara dengan Adam, Idris, Musa, Yesus, dan Abraham dianggap oleh beberapa kalangan sebagai kemukjizatan yang terbesar yang pernah dilakukan Muhammad yang hanya dapat diungguli oleh Alquran sendiri. Hadis I/ 211, 345

[Perjalanan ini sulit dicernakan bahkan bagi para Muslim sendiri! Tak ada dasar yang baik untuk memahami peristiwa ini, kecuali mengatakan bahwa ia lebih merupakan mimpi muluk Muhammad pribadi ketimbang mujizat muluk. Di seluruh Quran, peristiwa seperti Isra’ hanya disebutkan 1 x dalam 1 ayat. Tidak diberikan tekanan/pengulangan apa pun untuk menandakan bahwa ini adalah hal yang penting. Bahkan untuk Mikraj, masih harus dicari mana ayat yang bisa dicocokkan kepada peristiwa terbesar bagi Muhammad itu. Alhasil banyak Hadis yang mendongengkan kisah Isra dan Mikraj simpang siur berbeda satu terhadap lainnya. Apa lagi tafsiran-tafsirannya!

Secara Alkitabiah, “perjalanan” ini bukan mujizat sama sekali karena tidak ada saksi-saksi kepada siapa setiap mujizat (tanda) itu harus selalu disodorkan. Para saksilah yang menjadi pusat kepentingan suatu mujizat diadakan demi MENANDAI pelaku/pembawa mujizat itu sebagai utusan Allah yang otentik, sekaligus memuliakan nama Allah.

Hadis yang diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari mengisahkan datangnya Jibril dengan membuka atap rumah nabi, dan turun membelah dada nabi. Hatinya dikeluarkan lalu dibersihkan dengan air zam-zam, lalu ke dalam hati tersebut dimasukkan iman dan hikmat, kemudian dikembalikan ke dada sang nabi, dan seterusnya. Betulkah? Perlukah? Bukankah kerja sang Jibril menjadi mubazir, sebab dicuci atau tidaknya sebuah hati secara lahiriah tidak bisa berpengaruh terhadap iman dan hikmat manusia?

Kisah Mikraj dilanjutkan dimana Allah menetapkan wajib shalat 50 x (sehari-semalam) kepada pengikut Muhammad. Ketika Muhammad turun kembali dengan membawa perintah Allah itu, maka nabi Musa menasehatinya untuk memohon Allah mengubah/meringankan jumlah shalat. Turun-naik menjumpai Allah untuk tawar-menawar tentang jumlah shalat berakhir dengan kewajiban final shalat 5 x sehari. Komentator Islam yang terkenal, Al-Razi berkata: “Kisah ini menunjukan bahwa hukum-wajib Allah telah dibatalkan dan diganti bahkan sebelum dilaksanakan. Dan ini adalah suatu kemustahilan!”

Para ahli juga berselisih apakah ini sebuah perjalanan fisik atau perjalanan roh? Bila roh, kenapa roh Muhammad harus diangkut Allah dengan bantuan seekor Buraq? Dan bila roh Muhammad yang diundang ke sidratulmuntaha, kenapa Jibril malahan perlu-perlunya memperlihatkan dirinya secara fisik di sana? (Qs 53:6). Bukankah itu saling silang dan tidak match? Sebaliknya, bila itu sebuah perjalanan fisik, bagaimana mungkin penetrasinya ke dalam orbit?

Dan penetrasi ke dalam alam roh/alam kekekalan yang lain. Aisyah berbicara: “Jasad Rasulullah tetap tinggal di tempat, tetapi Allah mengangkat rohnya pada malam itu” (Surat Rasul Allah, Ibnu Ishaq). Ibnu Ishaq juga menyaksikan sendiri: “Saya mendengar Rasulullah bersabda: “Mataku tertidur sementara hatiku berjaga” (Ibnu Ishaq 1955, p. 183)]

Di masa hidup Muhammad tahun 570-632, belum ada Mesjid Al Aqsa di Yerusalem. Sejarah mencatat bahwa mesjid tersebut baru ada pada tahun 702. Maka tentulah amat aneh orang bisa pergi ke suatu tempat yang belum ada. Lalu apa urusannya Muhammad ke tempat yang hampa?

10. Selembar Kain yang Dapat Meningkatkan Daya Ingat Muhammad mampu mengingatkan daya ingat dari salah seorang pengikutnya sehingga orang tersebut dapat mengingat Hadis, yaitu dengan cara minta orang itu melepaskan kain yang dipakainya dan kemudian meletakkan kain tersebut di tanah. Lalu Muhammad melakukan gerakan seperti orang memetik sesuatu yang ada di atas dan kemudian membenamkannya ke dalam kain itu. Lalu Muhammad menyuruh orang tadi untuk memakai kembali kain itu dan orang tersebut selanjutnya tidak pernah melupakan apa pun. Hadis I/119, Hadis IV/841.

11. Pembuat Hujan

Ketika kekeringan menakutkan orang banyak, mereka menghadap Muhammad dan minta ia untuk berdoa pada Allah agar diturunkan hujan. Setelah Muhammad berdoa, hujan pun turun. (Hadis II/55).

12. Pembuat Kekeringan

Ketika suku-suku Mudar menolak untuk menerima Muhammad sebagai nabi Allah, Muhammad mengutuki mereka dalam doanya agar kekeringan dan wabah penyakit menghancurkan mereka selama 7 tahun. Dalam 1 tahun orang-orang itu menjadi sangat melarat dan hanya mampu makan kulit binatang, bangkai dan hewan-hewan mati yang sudah membusuk. Hadis II/120, 121.

(berlainan dengan Yesus yang tidak mengutuki dan menghancurkan mereka yang menolakNya, tetapi malahan mendoakan pengampunan bagi mereka)

13. Meramalkan Akan Terjadinya Angin Ribut

Muhammad mampu meramalkan bahwa angin ribut akan datang. Dia memperingatkan orang-orang agar menyiapkan diri menghadapi angin ribut tersebut. Ada seorang yang tidak memperdulikan peringatan tersebut dan akibatnya dia dihempaskan oleh angin ribut sampai ke sebuah gunung yang bernama Taiy. Hadis II/559. (padahal Quran berkali-kali menyatakan bahwa nabi tidak tahu hal-hal yang ghaib).

14. Ramalan Mengenai Buah Kurma

Muhammad dapat memperkirakan berapa jumlah buah kurma yang terdapat dalam sebuah kebun sebelum kurma-kurma tersebut dipanen. Hadis II/559.

15. Menyembuhkan Mata Yang Sakit Dengan Air Ludah

Muhammad menyembuhkan mata seseorang dengan cara meludahi mata orang itu. Sejak saat itu orang tersebut tidak pernah lagi mengalami sakit mata. Hadis IV/192. Hadis V/51. [apakah ini tidak menirukan mujizat Yesus ketika meludahi mata yang buta? (Markus 8:23)]

Menurut Hadis, segala macam penyakit dapat disembuhkan oleh air ludah Muhammad (Hadis VII/ 641, 642). [Tetapi Hadis ini jelas bertentangan dengan kenyataan bahwa air ludah Muhammad tidak mampu memunahkan efek racun yang ia sendiri makan lewat daging kambing. Lihat HSB 1220 dan 1570]

16. Air Ludah Muhammad Menjadi Air

Ketika Muhammad meludahi sumur yang kering, sumur tersebut tiba-tiba dipenuhi dengan air yang cukup untuk kebutuhan 1.400 orang beserta onta-onta mereka. Hadis IV/777. Hadis V/471, 472.

17. Melipatgandakan Air

Muhammad melipatgandakan air dalam dua kantong kulit sehingga dapat memenuhi kebutuhan air bagi semua orang, dan setelah mereka puas, sisa air dalam kantong-kantong tersebut bahkan lebih banyak daripada isi semula. Hadis IV/771.

18. Kemujizatan Dengan Menggosokkan Tangan

Muhammad menyembuhkan kaki yang patah dengan mengusap kaki tersebut dengan tangannya. Hadis V/ 371.

19. Menyembuhkan Melalui Pengucapan ayat-ayat Alquran

Gigitan ular, sengatan kalajengking, dan segala macam penyakit disembuhkan Muhammad dengan cara menggerak-gerakkan tangannya di atas luka tersebut sambil mengucapkan ayat-ayat Alquran, kemudian mengoleskan air ludahnya pada luka tersebut. Hadis VII/637, 638, 639, 640, 641, 642.

20. Mengintepretasikan Mimpi (Mengartikan Mimpi)

Muhammad mampu mengartikan mimpi-mimpi orang-orang lain maupun diri sendiri. Dia mengatakan bahwa mimpi dari seorang Muslim merupakan “salah satu dari 46 bagian seni peramalan nabi”. Jadi Muhammad terlibat dalam seni ilmu gaib yang berkaitan dengan pemaknaan mimpi. Hadis II/468, Hadis IX/111-171.

Tetapi di lain pihak, Muhammad dianggap pernah kena sihir sehingga beliau mengkhayalkan mengerjakan sesuatu, padahal beliau tidak mengerjakannya (HSB 1414). Hadis ini turut menjelaskan kenapa Muhammad begitu berani berspekulasi berbicara atas nama wahyu, tentang penguasaan hal-hal gaib yang sebenarnya tidak diberikan kepada Muhammad (Qs 10:20, 6:50), dan memang tidak dipunyainya (Qs 11:31, 7:188 dan lain-lain).

Kesimpulan

Beberapa kemujizatan yang tercantum di atas jelas merupakan kemujizatan yang ditiru dari kemujizatan yang dilakukan Musa (kemujizatan no. 3), yang dilakukan Yesus (kemujizatan no. 4 dan 15), yang dilakukan oleh para penyihir kafir (kemujizatan no. 9). Sedangkan sisanya merefleksikan praktek-praktek ilmu gaib yang banyak dikenal orang pada zaman Muhammad (contohnya kemujizatan no.19).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar