Senin, 09 November 2009

BAB VII - ALLAH DAPAT MENYESATKAN SESEORANG KE NERAKA

Ada beberapa ayat dalam Alquran yang menyatakan bahwa Allah dapat mengambil keputusan untuk menyesatkan seseorang menjauhi jalan keselamatan jika Dia menghendakiNya (Surat 16:93;13:27;25:9). Sementara itu Surat 4:88 memperingatkan bahwa tidak seorangpun boleh memberikan petunjuk kepada seseorang yang sudah disesatkan Allah: “Apakah kamu bermaksud memberi petunjuk kepada orang-orang yang telah disesatkan Allah, sekali-kali kamu tidak mendapatkan jalan untuk memberi petunjuk kepadanya”. Surat 74:31 menyatakan: “Demikianlah Allah menyesatkan orang-orang yang dikehendakiNya dan memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendakiNya”. Surat 14:4 menyatakan: “Maka Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki, dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan Dia-lah Tuhan Yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana” (semua salinan Alquran tersebut diambil dari hasil terjemahan dari drs. M.T. Al-Hilali dan Muhsin Khan).

Namun demikian, saya secara pribadi sungguh merasa bahagia bahwa Allah tidak dapat menyesatkan saya karena Dia bukan penuntun saya. Hanya orang-orang yang tunduk dan mengikuti perintah-perintah serta dituntun Allah sajalah yang dapat disesatkanNya. Yesus berkata, “Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup” (Yohanes 8:12). Elohim yang juga adalah Bapa Tuhan kita Yesus Kristus adalah satu-satunya sesembahan umat Kristen, dan Elohim tidak akan pernah menyesatkan/menjerumuskan kita (orang-orang yang mengikutiNya) ke dalam neraka. Elohim adalah Tuhan “yang menghendaki supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran” (1 Timotius 2:4; 2 Petrus 3:9).

Itulah sebabnya Tuhan (Elohim) memberikan kesempatan-kesempatan kepada kita untuk menemukan kebenaran tersebut. Dia adalah Tuhan yang mulai membuat rencana penyelamatan manusia di dunia sejak saat manusia jatuh ke dalam dosa (Kejadian 3:7,21). Allah yang secara sewenang-wenang menggiring manusia untuk masuk api neraka pasti bukanlah Elohim.

Dalam Surat 7:179, Allah menyatakan, “Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahanam) kebanyakan dari jin dan manusia”. Pernyataan Allah tersebut dapat diartikan bahwa banyak orang-orang yang diciptakan semata-mata hanya untuk mampir sementara di dunia dan setelah itu digiring masuk api neraka. Kita tahu dari Alkitab bahwa Elohim adalah Tuhan yang baik dan Dia tidak pernah menciptakan manusia untuk sekedar dimasukkan neraka, bahkan Dia tidak pernah menciptakan neraka bagi manusia. Yesus berkata bahwa neraka diciptakan hanya untuk iblis dan para malaikat yang menjadi pengikutnya (Matius 25:41). Banyak orang masuk neraka bukan karena neraka itu memang diciptakan untuk manusia, namun karena mereka mengikuti setan dan pengajaran-pengajaran yang sesat.
Kita tahu bahwa apabila anda mengikuti seseorang, anda pasti akan sampai pada tujuan yang sama dengan orang yang anda ikuti tersebut. Hal yang sama juga terjadi atas diri umat manusia yang mengikuti setan yang sedang menuju neraka, pasti juga mereka akan masuk neraka. Bahkan roh-roh jahat yang memang pantas masuk neraka sekalipun pada mulanya tidak diciptakan untuk dijadikan alasan bagi diciptakannya suatu neraka. Tuhan (Elohim) menciptakan neraka semata-mata karena mereka telah melakukan perbuatan dosa melawanNya. Alkitab menyatakan, “Pada mulanya Elohim menciptakan langit dan bumi”. Karena iblis memberontak melawan Elohim dan mengajak malaikat-malaikat lain untuk memberontak bersamanya, mereka semua akan masuk neraka bersama. Setanlah yang juga membujuk umat manusia dan yang secara terus-menerus menuntun umat manusia untuk berbuat dosa, untuk mengikuti agama sesat, dan untuk melakukan segala macam bentuk kekejaman/kekerasan seperti yang terjadi pada saat-saat ini dengan tujuan agar umat manusia nantinya menemaninya masuk neraka. Jadi, manakala kita mendengar pernyataan “Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka jahanam) kebanyakan dari jin dan manusia”, kita tahu bahwa suara tersebut pasti bukan suara Elohim, Tuhan alkitabiah.

Betulkah Semua Orang Muslim Akan Masuk Ke Neraka?
Alquran membuat pernyataan yang sangat jelas namun sangat mengejutkan yaitu bahwa selain “orang-orang kafir”, pertama-tama, semua orang Muslim akan masuk neraka, sebelum diselamatkan, sementara orang-orang kafir akan tetap di neraka. “Dan tidak ada seorangpun daripadamu, melainkan mendatangi neraka itu. Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu kemestian yang sudah ditetapkan. Kemudian Kami akan menyelamatkan orang-orang yang bertakwa dan membiarkan orang-orang yang zalim di dalam neraka dalam keadaan berlutut” (Surat 19:71-72).

Kalau seandainya anda meragukan arti atau terjemahan yang benar dari ayat-ayat tersebut, terutama ayat 71, saya akan salinkan terjemahan dari N.J. Dawood (Alquran, Penguin Books Limited, 1959). “Tidak ada seorangpun di antara kamu yang tidak akan melintasi wilayah neraka … “1

Terjemahan J.M Rodwell (edisi 1950) berbunyi: “Tidak ada satupun di antara kamu yang tidak akan masuk ke sana (neraka) … “.

Terjemahan Mohammed Marmaduke Pickthall yang sangat popular, (The Meaning of the Glorious Koran/ Arti dari Alquran yang Mulia, New York, 1954) menyusun tiga ayat sebagai berikut: “Tidak ada seorangpun dari kamu yang tidak akan mendatangi neraka. Kemudian Kami akan menyelamatkan mereka yang bertakwa, dan membiarkan mereka yang zalim tetap meringkuk di sana (neraka)”.

Dalam satu edisi berikutnya, Pickthall menyusun lagi kalimat ke dua yang berbunyi : “Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu keputusan yang sudah ditetapkan”.

Terjemahan Profesor A.J. Arberry berbunyi “Kami akan menggiring mereka dalam keadaan berlutut menuju ke sekeliling api neraka. Kemudian Kami akan menyeret orang-orang dari masing-masing golongan yang paling durhaka….dan kemudian Kami akan ketahui dengan baik orang-orang yang paling pantas dibakar dalam api neraka tersebut. Tidak ada seorangpun daripadamu melainkan mendatangi neraka itu; hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu kemestian (keputusan) yang sudah ditetapkan. Kemudian Kami akan menyelamatkan orang-orang yang bertakwa dan orang-orang zalim akan Kami tinggalkan di neraka dalam keadaan berlutut” (Surat 19:68-72).

Dalam mengulas Surat 42:13, drs. Muhammad Al-Hilali dan Muhsin Khan mengutip kata-kata nabi Muhammad sebagai berikut: “Umat Yahudi akan dibagi menjadi 71 sekte agama dan umat Kristen akan dibagi menjadi 72 sekte agama dan umat Muslim akan dibagi menjadi 73 sekte agama – semua sekte-sekte agama tersebut akan masuk neraka, kecuali satu”. Dalam konteks inilah kita kita dapat memahami Surat 119:68-69, … Kami akan mengumpulkan mereka (semua orang-orang itu) bersama-sama dengan para jin/setan; kemudian Kami akan menggiring mereka dalam keadaan berlutut menuju ke sekeliling api neraka. Kemudian dengan sesungguhnya Kami akan menyeret keluar dari setiap sekte orang-orang yang paling keras kepala memberontak melawan Yang Maha Pemurah (Allah). (Terjemahan Al-Hilali & Khan).

Jika anda ingin tahu, sebetulnya apa yang ingin Allah katakan kepada anda (kalau anda seorang Muslim) adalah bahwa sebagai ketetapan Allah, “Tuhan anda”, predikat anda sebagai seorang Muslim hanya memberi anda hak istimewa untuk menjadi calon penghuni neraka terlebih dahulu; dan keselamatan anda baru datang hanya kalau anda sudah masuk dalam neraka. Hal tersebut mungkin kedengarannya aneh namun di dalamnya terkandung kebenaran yang tak dapat disangkal lagi. Satu-satunya hal yang salah dari pernyataan tersebut adalah bahwa sekali anda masuk neraka anda tidak dapat diselamatkan lagi dari kekuasaan neraka itu. “Tetapi Abraham berkata: Anak, ingatlah bahwa engkau telah menerima segala yang baik sewaktu hidupmu, sedangkan Lazarus segala yang buruk. Sekarang ia mendapat hiburan dan engkau sangat menderita. Selain daripada itu di antara kami dan engkau terbentang jurang yang tak terseberangi supaya mereka yang mau pergi dari sini kepadamu ataupun mereka yang mau datang darii situ kepada kami tidak dapat menyeberang” (Lukas 16:25-26). “Sebab kalau firman yang dikatakan dengan perantaraan malaikat-malaikat tetap belaku, dan setiap pelanggaran dan ketidaktaatan mendapat balasan yang setimpal, bagaimanakah kita akan luput, jikalau kita menyia-nyiakan keselamatan (yang ditawarkan Yesus) yang sebesar itu, yang mula-mula diberitakan oleh Tuhan dan oleh mereka yang telah mendengarnya, kepada kita dengan cara yang dapat dipercayai …” (Ibrani 2:2-3).

Bandingkan cara ‘keselamatan’ yang ditawarkan Allah (tersebut di atas) dengan yang ditawarkan oleh Yesus Kristus dalam Injil: “Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus” (Roma 8:1).

Apakah kita mau masuk ke neraka terlebih dahulu baru kemudian dikeluarkan dan diselamatkan dari neraka itu?

Sesungguhnya, Muhammad sendiri tidak tahu pasti apakah dia termasuk salah seorang dalam sekte-sekte itu yang akan dikeluarkan dan diselamatkan dari neraka atau salah seorang yang tetap dibiarkan tinggal di neraka. Hal tersebut jelas ditulis dalam Hadis sebagai berikut: “Aku mendengar Rasul Allah berkata: sesungguhnya Allah Yang Maha Mulia dan Maha Kuasa memegang satu kelompok dengan tangan kananNya dan satu kelompok yang lain dengan tangan kiriNya, dan berkata ‘ini untuk yang ini, dan ini untuk yang itu, dan aku tidak peduli lagi. Aku tidak tahu di kelompok manakah aku akan berada” [Mishkat al Masabih, Jilid 3, Bab 33:32 (455 W), yang dikutip dari Gerhard Nehls, Destination Unknown/Tempat Tujuan Tidak Diketahui, Life Challenge/Tantangan Kehidupan, Nairobi (1993) halaman 3]. Hal tersebut berarti bahwa Allah telah terlebih dahulu membagi manusia dalam dua kelompok yaitu kelompok yang akan dikirim ke surga dan kelompok yang akan dikirim ke neraka; dan dalam hal inilah nabi Muhammad, sebagaimana yang dikutip, menyatakan bahwa dia sendiri sebetulnya juga tidak tahu di kelompok manakah dia akan ditempatkan. Dalam Surat 46:9, Allah memberitahu Muhammad, “Katakanlah: Aku bukanlah rasul yang pertama di antara rasul-rasul dan aku tidak mengetahui apa yang akan diperbuat terhadapku dan tidak (pula) terhadapmu. Aku tidak lain hanyalah mengikuti apa yang diwahyukan kepadaku dan aku tak lain hanyalah seorang pemberi peringatan yang menjelaskan”.

Alkitab menyebut Yesus sebagai sebuah Batu Karang di Sion, sebuah Batu Sentuhan, sebuah Batu Sandungan, “Barangsiapa yang percaya kepadaNya, tidak akan dipermalukan” (Roma 9:33; 10:11). “… dan Batu Karang itu ialah Kristus” (1 Korintus 10:4). Orang bijak membangun imannya di atas Karang dan mereka aman serta selamat. Umat Muslim membangun imannya di atas “lima rukun Islam” yang tidak dapat dipercaya. Banyak orang akan segera menyadari bahwa mereka mati, bahwa mereka telah dibohongi, dan pada saat akhir mereka baru tahu bahwa ternyata tidak ada pertolongan lagi buat mereka. ‘Lima rukun Islam’ mereka hancur lebur menghadapi kenyataan dari penderitaan abadi dalam api neraka. Tuhan (Elohim) mengundang setiap orang Muslim yang membaca buku ini agar merenungkan kembali hakikat agamanya yang sebenarnya. Ingat anda berharga bagi Tuhan (Elohim) sebagai seorang individu untuk diselamatkan dari kesesatan/penipuan dan anda harus mempertanggungjawabkan di hadapan Tuhan setiap kesempatan yang anda peroleh di dunia ini dalam menyikapi tawaran keselamatan ini.

“Bukankah karena Aku membisu dan menutup mata maka engkau tidak takut kepadaKu” (Yesaya 57:11). “Sebab kamu mengarungi lautan dan menjelajah daratan, untuk mentobatkan satu orang saja menjadi pengikut agamamu dan sesudah ia bertobat, kamu menjadikan dia orang neraka, yang dua kali lebih jahat daripada kamu sendiri” (Matius 23:15). “Jika matamu jahat, gelaplah seluruh tubuhmu!” (Matius 6:23).

Bila anda adalah seorang Muslim, renungkanlah sekarang tentang bagaimana nasib jiwa anda kalau semua usaha dan ketulusan anda beribadah pada akhirnya justru membuat jiwa anda hilang (masuk neraka selamanya).

Dari hasil pengamatan seorang Pastor dapat disimpulkan bahwa tidak semua orang Muslim merasa mantap dengan tradisi ibadah mereka. Barangkali anda, para pembaca buku ini, adalah salah seorang dari mereka. Barangkali hati kecil anda sesungguhnya ingin mengasihi Tuhan; barangkali anda ingin beribadah kepada Tuhan yang benar dengan sepenuh hati anda kalau sekiranya anda tahu Tuhan yang benar itu. Barangkali anda merasa tidak berdaya karena anda dilahirkan dalam lingkungan keluarga Muslim. Barangkali anda sudah terlalu jauh dalam menekuni agama Islam dan anda sudah menjadi sangat popular di kalangan umat Muslim, sehingga anda merasa tidak enak hati atau takut dengan apa kata orang nanti kalau mereka tahu bahwa anda telah lahir baru dalam lingkungan keluarga Elohim, Tuhan yang sebenarnya, yang penuh dengan kasih, sukacita dan damai serta kehidupan kekal. Barangkali anda sesungguhnya secara pribadi tidak membenci umat Kristen namun sepertinya ada sesuatu di dalam diri anda yang mendorong anda agar membenci mereka, dan anda ingin terbebas dari roh kebencian yang mengikat diri anda tersebut. Elohim berkata, “Setiap orang yang membenci saudaranya, adalah seorang pembunuh manusia. Dan kamu tahu, bahwa tidak ada seorang pembunuh yang tetap memiliki hidup yang kekal di dalam dirinya” (1 Yohanes 3:15). Anda tidak mau terus menerus hidup di bawah bayang-bayang tuntutan hukuman yang akan dijatuhkan pada diri anda, seorang dengan predikat pembunuh. Anda ingin melepaskan diri anda dari semua rasa kebencian terhadap Yesus Kristus dan umatNya, dan anda juga ingin menerima Yesus Kristus dalam kehidupan anda.

Tuhan (Elohim) siap menerima anda. Tidak peduli berapa jauh anda telah tersesat, Dia dapat mengampuni anda sepenuhnya dan memberikan kepada anda kehidupan baru mulai saat ini termasuk kehidupan bisnis anda. Hal tersebut adalah riil. Roh Kudus ada di samping anda saat ini untuk memperhatikan tanggapan anda atas apa yang anda baca ini.

Hal yang terpenting bagi anda sesungguhnya bukanlah suatu agama yang popular, tetapi keselamatan. Apabila anda menyadari hal tersebut, anda dapat segera menundukkan kepala dan berlutut sekarang di hadapan Elohim dan mohon ampun atas perbuatan jahat anda yang telah lalu, dan mohonlah kepadaNya agar Dia membersihkan dosa-dosa anda dengan darah Yesus. Kalau anda melakukan hal tersebut dengan sepenuh hati, beban berat (dosa) yang menimpa anda akan segera meninggalkan diri anda, dan anda mendapat kepastian bahwa Tuhan telah memberi anda hidup baru. Berdoalah kepadaNya dengan kata-kata yang keluar dari lubuk hati anda sendiri.

Allah Dan Harapan Orang-Orang Berdosa
Seorang berdosa yang dengan tulus mencari dan berharap untuk memperoleh keselamatan dan perhentian bagi jiwanya dan kemudian mengambil Alquran untuk dibaca/mencari petunjuk, jika dia menggunakan akal sehat, pasti akan sangat dikecewakan. Menurut Alquran, Allah tidak mempunyai rencana, tidak mempunyai beban atau keprihatinan untuk menyelamatkan siapapun yang tidak beriman kepadaNya sebelumnya. Faktanya, Allah telah mengambil keputusan sebelumnya bahwa Dia tidak akan menyelamatkan sebagian umat manusia, “Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak juga akan beriman. Allah telah mengunci-mati hati dan pendengaran mereka (yang dimaksud adalah orang-orang yang tidak dapat menerima petunjuk dan segala macam nasehatpun tidak akan berbekas padanya) dan penglihatan mereka ditutup (yang maksud adalah mereka tidak dapat memperhatikan dan memahami ayat-ayat Alquran yang mereka dengar dan tidak dapat mengambil pelajaran dari tanda-tanda kebesaran Allah yang mereka lihat di cakrawala di permukaan bumi dan pada diri mereka sendiri). Dan bagi mereka siksa yang amat berat” (Surat 2:6-7).

“ … Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir” (Surat 3:32).
“ … Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas” (Surat 2:190; Surat 3:141).
“ … Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran, dan selalu berbuat dosa (maksudnya ialah orang-orang yang menghalalkan riba dan tetap melakukannya) (Surat 2:276).
“ … Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim” (Surat 3:140; Surat 42:40).
Pernyataan tersebut di atas diulangi dalam beberapa Surat lain dalam Alquran, dan kami tidak perlu mengutip semuanya.
Jika Allah tidak mencintai orang-orang berdosa, siapakah orang-orang yang dicintaiNya?
Allah mencintai orang-orang yang mencintai Allah (Surat 3:31).
Allah mencintai orang-orang yang beriman dan bertakwa kepadaNya (Surat 5:57).
Allah menyukai orang-orang yang berperang di jalan-Nya untuk membela agama Islam (Surat 61:4).
Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik, orang-orang yang adil, orang-orang yang bersih, orang-orang yang taubat dan orang-orang yang mensucikan diri (Surat 5:13, 42; Surat 49:9; Surat 60:8; Surat 9:108; Surat 2:222).
Tidak mudah untuk memahami siapa Allah ini. “Allah telah mentakdirkan sebelumnya lima perkara bagi setiap orang yang diciptakanNya yaitu umur hidupnya, perbuatannya, tidurnya, kegiatannya dan rejekinya” [Mishkat al Masabih, Sh. M. Ashraf (1990) halaman 30].
Allah tidak menyukai orang-orang yang berkeluh-kesah, tetapi Dia telah menciptakan orang-orang yang suka berkeluh-kesah (Surat 70:19).
Allah tidak menyukai orang-orang kikir, tetapi Dia telah menciptakan orang-orang kikir (Surat 70:21; Surat 17:100).
Allah tidak menyukai orang-orang yang terlalu membanggakan kekayaannya (Surat 28:76), namun Allah telah menciptakan orang-orang yang sangat bakhil karena cintanya kepada harta (catatan: sebagian ahli tafsir menerangkan bahwa maksud ayat ini ialah: manusia itu sangat kuat cintanya kepada harta sehingga ia menjadi bakhil) (Surat 100:8). Jadi kalau itu masalahnya, apakah kedudukan para raja dan para pangeran Arab di hadapan hadirat Allah?

Tidak ada prinsip-prinsip yang tegas/jelas yang dijadikan ukuran oleh Allah dalam mengadili umat Muslim. Dia berkata, “Dan kalau Allah menghendaki, niscaya Dia menjadikan kamu kamu satu umat (saja), tetapi Allah menyesatkan siapa yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan sesungguhnya kamu akan ditanya tentang apa yang telah kamu kerjakan” (Surat 16:93 Al Hilali et al.). Itu berarti, jika anda berbuat dosa, tentunya Allah-lah yang menuntun anda untuk melakukan dosa itu. Ironisnya setelah anda melakukan dosa dengan tuntunan Allah tersebut, anda kemudian dilempar ke dalam api neraka ketika anda meninggal.

Menurut catatan dalam Hadis, Muhammad berkata, “Sesungguhnya Allah telah menerapkan porsi (bagian) perzinahan yang harus dilakukan seseorang dan orang tersebut mau tidak mau harus melakukannya (karena sudah dikehendaki Allah demikian)”.2

Jika anda seorang Muslim, jangan anda mengatakan bahwa anda sendiri bingung, karena itulah yang dikatakan oleh kitab suci anda – dan kalau anda mau menelitinya lebih lanjut anda tentu akan menjumpai banyak lagi hal-hal yang seperti tersebut di atas. Jika anda meragukan kutipan-kutipan ini atau anda menganggap bahwa kami mengutipnya di luar konteks, silahkan anda mengambil Alquran anda dan telitilah kutipan-kutipan kami tersebut dengan sabar mulai dari atas sampai ke bawah (lihat catatan pada halaman 4 buku ini).

Jadi, kalau mereka (yang dimaksud adalah orang-orang yang telah ditetapkan Allah untuk ambil bagian dalam melakukan perzinahan) itu adalah orang-orang yang dibenci dan yang dicintai Allah, siapakah yang dapat diselamatkan menurut agama Islam? Bacalah seluruh ayat-ayat tersebut sekali lagi dengan cermat dan refleksikanlah. Kami tahu pasti bahwa Alkitab adalah benar ketika menyatakan, “Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Elohim” (Roma 3:23).

Namun ada berita gembira yang terkandung dalam pesan Injil Yesus Kristus yang berbunyi, “Karena begitu besar kasih Elohim akan dunia ini sehingga Ia telah mengaruniakan PuteraNya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Sebab Elohim mengutus PuteraNya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia. Barangsiapa percaya kepadaNya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Putera Tunggal Elohim” (Yohanes 3:16-18).

Elohim mengasihi kita bukan karena kita adalah orang baik. Dia mengasihi kita walaupun kita adalah orang-orang yang berdosa, dan oleh karena itu Dia berupaya menyelamatkan kita dari dosa-dosa kita dan mengampuni kita atas apa yang telah kita perbuat. Kita tidak punya andil jasa apapun atas apa yang Elohim telah lakukan buat kita. Alkitab menyatakan, “Akan tetapi Elohim menunjukkan kasihNya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa” (Roma 5:8).

Yesus sendiri menyatakan, “Tidak ada kasih yang lebih besar daripada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya” (Yohanes 15:13).

Kami mengundang siapa saja, setiap orang berdosa, setiap orang Muslim yang mendambakan kasih, kebenaran dan suatu rancangan keselamatan yang dapat dipercaya agar mempertimbangkan Elohim dan membandingkanNya dengan “Tuhan” manapun yang telah diimaninya sebelumnya.

Setiap Surat dalam Alquran berawal dengan suatu pernyataan yang berbunyi, “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang”. Namun sekarang bertanyalah pada seorang Muslim apa yang telah diperbuat Allah atas dosa-dosanya. Pasti jawaban mereka tidak spesifik yaitu sebagai berikut, “Mudah-mudahan Allah akan mengampuni saya (pernyataan tersebut dapat pula diartikan mungkin Allah tidak akan mengampuninya). Sampai saat saya dipanggil Tuhan pada saat mana semua perbuatan baik dan perbuatan jahat saya ditimbang …”.

Anugerah berarti pemberian yang diberikan bukan karena si penerima berbuat jasa atau memang pantas/berhak menerimanya. Namun dimanakah kasih sayang Allah jika Dia tidak memberi kita suatu jalan keselamatan bagi jiwa-jiwa kita dengan pasti dan meyakinkan? Dimanakah anugerah Allah jika Dia mengharapkan kita berjuang dan mencari keselamatan dengan usaha kita sendiri, padahal Dia tahu benar akan kelemahan dan ketidakberdayaan kita sebagai manusia yang “penuh dengan kejahatan” ini? Apakah kemurahan dan kasih sayang Allah hanya dalam memberi makanan sehari-hari dan memberi empat istri saja kepada umat Muslim?

Jika Allah menilai kita hanya atas dasar perjuangan-perjuangan kita pribadi, hal tersebut berarti kemurahanNya akan berakhir hanya sampai di lubang kubur (hanya sampai kita meninggal dunia). Namun menurut kepercayaan umat Kristen kemurahan Elohim terletak pada pemahamanNya atas kelemahan manusia selain itu juga tuntutan hukum-hukumNya (maksudnya Hukum Taurat) yang memang terlalu berat serta pengertianNya atas ketidakmampuan manusia memenuhi tuntutat hukum-hukumNya tersebut sehingga akhirnya menyebabkan Dia sendiri (dalam maujud Anak Manusia, Yesus Kristus) turun ke dunia untuk menggenapi Hukum Taurat tersebut (Matius 5:17). Semua hukuman yang sepantasnya dijatuhkan kepada orang-orang berdosa akhirnya harus ditanggungkan di atas pundak Anak Manusia, Yesus Kristus agar dengan demikian “oleh ketaatan satu orang (maksudnya ketaatan Anak Manusia, Yesus Kristus) semua orang menjadi benar” (Roma 5:19). Elohim hanya meminta umat manusia untuk percaya dan menerima tawaranNya tersebut (maksudnya percaya dan menerima Yesus sebagai juruselamat mereka). Itulah sebabnya mengapa umat Kristen percaya bahwa Elohim memang Maha Pemurah dan Maha Pengasih.

Sulit bagi kami untuk mempercayai Allah sebagai yang Maha Penyayang karena keputusanNya yang menetapkan bahwa “neraka harus dipenuhi dengan manusia dan jin-jin secara bersama-sama” sebagai “suatu kemestian (keharusan) yang sudah ditetapkan”.

Alkitab menyatakan, “Haleluya! Bersyukurlah kepada Yahweh, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setiaNya” (Mazmur 106:1). Pernyataan ‘bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setiaNya’ berarti bahwa kasih setiaNya abadi. Dan jika kasih setiaNya abadi berarti melampaui batas kematian; dan kalau kasih setiaNya melampaui batas kematian berarti kasih setiaNya tersebut harus juga berlaku dalam menghapuskan hukuman akibat dari dosa-dosa kita yang sesungguhnya sedang menanti kita di alam setelah kematian (maksudnya pada hari penghukuman). Iman Kristen bersifat positif bukan fatalistik. Umat Kristen percaya bahwa kemurahan Elohim diwujudkan dalam diri Yesus Kristus, sehingga barangsiapa yang memiliki Yesus memiliki juga kasih Elohim sepenuhnya.

Sebagai seorang Muslim, ketika anda mengatakan bahwa Allah ‘Maha Pemurah dan Penyayang’, bertanyalah kepada diri anda segera, “tindakan pasti apakah yang telah dilakukan Allah sehubungan dengan dosa- dosa saya?”

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar