Senin, 09 November 2009

Pasal 17 - Kita Harus Bersatu

“Saya tidak setuju bahwa saya pasti aman dalam menjalankan kepercayaan (atau “ketidakpercayaan”) saya dalam alam demokrasi Barat. Sayangnya, hal tersebut lebih terlihat seperti suatu dhimmikrasi bagi saya setiap harinya.”

Sementara banyak orang percaya bahwa kekerasan dalam Islam tidak mewakili keseluruhan agama itu, Muslim lain menantang pihak Barat untuk membaca buku suci Islam dan melihat sendiri mengapa dan bagaimana para fundamentalis menginterpretasikan Quran dengan benar. Lebih jauh lagi, banyak orang yang telah meninggalkan Islam percaya bahwa satu-satunya jalan ke depan bagi dunia adalah untuk bersatu dan mulai menghargai dengan sungguh kebebasan yang kita nikmati, dan melakukan apa saja yang bisa dilakukan untuk menangani masalah itu.

Surat ini mengingatkan kita bahwa kebebasan yang kita nikmati sangat berharga untuk dijalani dan diperjuangkan. Basharee Mortadd kuatir bahwa pihak Barat tidak mengenal Islam sama seperti dia. Ceritanya menunjukkan apa yang salah dengan Islam dan mengapa Islam tidak tepat bagi Barat maupun dunia non-Muslim lainnya.

Kesaksian Basharee Mortadd

Saya dilahirkan dari orang tua Muslim, sama seperti orang tua saleh yang lain, sama-sama bersalah karena mengajarkan kepada anak-anak mereka suatu agama yang tidak mereka pilih sendiri.

Untungnya bagi saya, saya selalu berpikiran terbuka. Saya juga cukup pandai untuk menutup mulut saya hingga saya pindah ke negara Barat. Sesudah itu, saya belajar cukup banyak mengenai Islam. Saya merasa malu dan bukannya merasa bangga, terhadap ideologi kebencian ini. Saya hampir tidak percaya bahwa saya telah mengundang orang-orang non-Muslim. Saya tidak bermaksud jahat kepada mereka. Saya mengundang mereka karena mereka adalah teman-teman saya (Saya tidak bisa membiarkan kenyataan bahwa saya tidak dapat berteman dengan orang-orang non-Muslim, dan saya mau membuang pemikiran itu jauh-jauh dari kepala saya). Saya tidak mau mereka pergi ke neraka karena saya mengasihi mereka dan saya mau “menyelamatkan” mereka dari penghukuman kekal.

Saya merasa lega karena mereka tidak tertarik dengan undangan dan khotbah saya. Orang-orang Barat sekarang ini sepertinya menjadi anti-Kristen, dimana mereka ingin berbalik kepada kepercayaan yang lain. Menjadi penganut agama yang sederhana (baca: primitif) dan dibersihkan dibersihkan oleh orang-orang Muslim penipu, mereka merasa tertarik untuk menjadi pemeluk Islam. Anda akan menemukan orang-orang kulit berwarna yang melawan apa yang mereka percayai sebagai agama orang kulit putih yang eksklusif.

Menjadi seorang mantan Muslim, orang akan mengira bahwa saya telah dibebaskan dan saya hidup dalam kebahagiaan. Anda berharap saya melanjutkan hidup saya dan meletakkan masa lalu yang gelap dan meninggalkannya di belakang.

Saya sungguh berharap itulah yang terjadi. Jangan salahkan saya. Saya tidak pernah merasa dibebaskan selain bahwa itulah hari pertama dimana saya tidak lagi merasa takut terhadap khayalan mengenai Allah. Ini sungguh perasaan yang menakjubkan, menyadari bahwa anda dapat berpikir untuk diri anda sendiri, dan menjadi nabi bagi diri anda sendiri. Kenyataannya, ijinkan saya berbicara keras ketika saya mengatakan bahwa meninggalkan Islam adalah suatu prestasi intelektual yang sangat besar nilainya. Orang-orang yang tidak hidup di dalam Dar Al-Islam tidak akan dapat memahami penindasan intelektual yang dialami Muslim selama mereka hidup. Ketika anda tidak melatih otot anda, anda akan menjadi lemah secara fisik. Hal ini tidak berbeda dengan pemikiran. Jika anda tidak pernah menggunakan pikiran anda, tetapi lebih suka hidup dibawah kebudayaan yang menuntut kepatuhan (“Islam” berarti “kepatuhan”), maka kemampuan anda untuk berpikir akan memudar.

Patuh kepada siapa? Kepada orang tua anda, guru anda, imam local di mesjid anda, atau mungkin raja anda? Jangan sekali-kali berani bertanya, jangan sekali-kali berani berbeda pemikiran dari golongan mayoritas atau anda akan diasingkan dan yang paling buruk adalah kehilangan nyawa anda. (Secara pribadi, saya lebih memilih terbunuh daripada menerima penghinaan dari masyarakat).

Hal ini masih jauh dari menyelesaikan masalah. Menjadi mantan Muslim hanyalah permulaan. Ketika Neo menelan pil merah, filmnya tidak selesai dan oleh karena itu maka kita mempunyai dua (yang ditulis dengan buruk) bagian dari kelanjutan The Matrix.

Ada beberapa alasan dimana saya merasa masih diserang oleh Islam. Antara lain:

Yang pertama, saya harus hidup sebagai seorang murtad yang tertutup. Pendiri Islam seribu empat ratus tahun lalu telah memberikan alasan yang bagus pada saya:

Sahih Bukhari, Volume 9, Buku 83, nomor 17: Darah orang Muslim yang mengakui bahwa tidak ada yang lain yang layak disembah selain Allah dan bahwa aku adalah RasulNya, tidak boleh ditumpahkan selain dalam tiga hal ini: Dalam Qisas karena membunuh, seorang yang telah menikah yang mengakui perzinahan, dan seseorang yang murtad dari Islam dan meninggalkan Islam. (diulang di dalam Sahih Muslim)

Sahih Bukhari, Volume 9, Buku 84, Nomor 57: Siapapun yang mengubah agama Islamnya, bunuhlah dia. (diulang disini)

Sahih Bukhari, Volume 9, Buku 84, Nomor 58: Ada seorang laki-laki yang terbelenggu disamping Abu Muisa. Mu’adh bertanya kepadanya, “Siapakah laki-laki ini?” Abu Muisa menjawab, “Dia seorang Yahudi dan menjadi seorang Muslim dan kemudian berubah kembali menjadi Yahudi.” Lalu Abu Muisa meminta Mu’adh untuk duduk tetapi Mus’adh berkata, “Aku tidak akan duduk sebelum dia dibunuh. Itu merupakan penghakiman dari Allah dan RasulNya (untuk kasus tersebut) dan diulang sampai tiga kali. Kemudian Abu Muisa memerintahkan supaya orang itu dibunuh, dan dia dibunuh. (diulang di sini dan juga di dalam Sahih Muslim)

Argumentum ad baculum sebenarnya bukan argumentasi yang meyakinkan bagi saya untuk kembali kepada Islam, tetapi orang gila dari abad ke tujuh ini memang memberikan alasan yang baik untuk menyimpan kemurtadan bagi diri saya sendiri. Saya membencinya. Sepertinya saya dapat melihat cahaya dan dunia di luar sangkar tetapi saya tidak dapat pergi ke sana dan menikmati kehidupan yang diberikan. Saya masih harus berpura-pura menjadi Muslim. Saya tidak suka dengan diri saya ketika saya tidak menjadi diri saya sendiri. Saya tidak pernah menjadi pembohong yang baik (dan itu adalah sebuah berkat).

Saya tidak setuju bahwa saya aman dalam menjalankan kepercayaan (atau “ketidakpercayaan”) saya di alam demokrasi Barat. Sayangnya, hal tersebut lebih terlihat seperti suatu…. bagi saya setiap harinya. Hal itu membuat saya frustasi, bagaimana pihak Barat mencoba untuk menenangkan pihak yang membenci mereka dan menginginkan mereka berpindah kepercayaan, takluk, atau terbunuh.

Saya ingin menyelamatkan produk dari gerakan Kristen-Yahudi yang disebut Barat. Banyak dari mereka yang lahir di Barat tidak menghargai apa artinya dilahirkan dengan kehendak bebas, jaminan akan kebebasan berbicara, dan adanya pemisahan antara gereja dan negara. Datang dari lubang neraka Islam, maka saya dengan sukacita memelihara semua kebebasan itu. Saya tidak akan membiarkan anak-anak saya pergi ke neraka psikologi negara Islam. Saya pun tidak akan mengijinkan anak-anak anda pergi ke situ.

Islam adalah suatu ideologi politik yang berbahaya, yang memisahkan dunia menjadi “kita” melawan “mereka”, menjadi Muslim melawan kafir, menjadi Dar Al-Islam melawan Dar Al-Harb. Jika ada sesuatu yang saya inginkan untuk anda pelajari dari omong kosong yang membosankan, yaitu: orang Muslim tidak dapat hidup berdampingan dalam kedamaian dengan orang-orang non-Muslim. Orang Muslim membenci anda dan tidak akan pernah senang dengan anda kecuali anda menjadi seorang Muslim juga, seorang dhimmi yang hina, atau orang kafir yang mati:

Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah, dan tidak (pula) kepada hari kemudian dan mereka tidak mengharamkan apa yang telah diharamkan oleh Allah dan RasulNya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk. (Surah 9:29)

Ketika kita berbicara mengenai toleransi, yang dimaksudkan adalah salah satu dari dua hal ini: apakah Islam akan menjadi agama damai hanya ketika seluruh dunia menjadi Muslim, atau apakah kita akan mentolerir orang Yahudi, Kristen, dan Zoroastrian untuk hidup bersama kita sebagai warga kelas dua dibawah perjanjian dhimma.

Saya ingin menolong saudara-saudara Muslim saya. Mereka terinfeksi dengan penyakit Islam dan saya berharap untuk menyelamatkan mereka dari Islam. Sayangnya, saya harus meletakkan perasaan saya dan menyadari bahwa adalah hal yang mustahil melihat terjadinya kemurtadan massal. Sangat lambat mendidik mereka menjadi manusia jika dibandingkan dengan kecepatan menghasilkan mereka, dimana hal itu pun diperintahkan oleh Nabi mereka.

Pihak Barat harus belajar mengenai Islam yang sesungguhnya sehingga kita dapat melarang perpindahan penduduk Muslim dan merencanakan bagaimana cara mengatasi populasi orang Muslim yang telah hidup bersama dengan kita (saat dekat dengan kita – mereka biasanya hidup di daerah minoritas dan tertutup).

Secara umum saya telah mencoba menunjukkan jalan yang lain yang tidak terlihat demi beberapa alasan keamanan. Meski demikian, saya memperhatikan pertumbuhan para blogger murtad akhir-akhir ini, dan karena itu saya berpikir untuk memiliki blog pribadi untuk mendukung para murtadin yang berani ini. Kita harus maju bersama dimasa-masa sulit seperti ini. Tempat terbaik mana selain melalui internet dan dunia blog, dimana hal yang paling buruk yang akan kita terima hanyalah menerima surat kebencian dan caci maki? Saya sangat berterimakasih dengan adanya internet sehingga kebenaran dapat diungkapkan. Orang-orang Muslim tidak akan lagi dapat menyakiti kami karena kami menggunakan identitas yang tidak dikenal.

Saya mendorong semua orang yang murtad dari Islam untuk membuka website dan blog yang menunjukkan wajah Islam yang sesungguhnya. Kenyataannya, anda tidak perlu menulis tentang Islam dalam blog anda. Cukup menyebutkan bahwa anda adalah seorang murtadin dan menulis tentang hal yang lain. Jadikan itu menjadi pekerjaan anda, anjing anda, dan obsesi anda. Memberitahukan mengenai kemurtadan anda sudah cukup untuk menebarkan keraguan bagi orang-orang Muslim yang berpikir adalah mustahil menjadi murtad, sama seperti membagi suatu angka dengan nol.

Mari kita berdiri bersama di dalam persaudaraan bersama para prajurit yang baik ini!

Dan katakanlah: Yang benar telah datang dan yang batil telah lenyap; sesungguhnya yang batil itu adalah sesuatu yang pasti lenyap.

وَقُلْ جَاءَ الْحَقُّ وَزَهَقَ الْبَاطِلُ إِنَّ الْبَاطِلَ كَانَ زَهُوقًا (Surah. 17:81)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar